Kalau orang baru mulai buka usaha kecil-kecilan, biasanya banyak orang-orang yang merendahkannya, apa lagi kalau yang dijual atau cara jualannya aneh-aneh.

Seperti yang terjadi di Malaysia. Seorang ibu-ibu berusia 56 tahun baru membuka toko kelontongnya, terus sama tetangga malah dibilang “Cuman monyet yang akan beli dagangan kalian”, kan lucu, jualannya buat manusia, tapi yang beli malah monyet.

Eh tapi semua orang tentu punya alasana atas apa yang mereka lakukan atau mereka ucapkan. Lalu kenapa sih para tetangga merendahkan toko yang baru dibukanya?

  1. Keterbatasan modal

modal usaha
Via kumparan.com

Memiliki modal untuk membuka toko kelontong di Malaysia tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit, apa lagi untuk menyewa tempatnya.

Seorang ibu bernama Hamidah bersama sepupunya, Fauziah, memiliki modal sebesar 5.000 ringgit atau setara dengan Rp 17.8 juta untuk membuka toko kelontong.

  1. Membuka toko di tengah-tengah kebun karet

kebun karet
Via accountingpaper.wordpress.com

Jika ingin memasarkan produk yang sifatnya pembeli langsung membelinya tentu kita harus menjualnya di dekat lingkungan pembeli kan ya?

Karena keterbatasan modal ini, ibu-ibu akhirnya memutuskan untuk berjualan di tengah-tengah kebun karet, yang mana posisinya jauh dari pemukiman warga. Siapa coba yang mau beli?

Keputusan ini tentu mengejutkan hingga bikin beberapa warga mencibirnya bahwa haya monyet yang akan membeli dagangannya.

Sebagai pengusaha, tentu kita harus memiliki sikap pantang menyerah. Cibiran-cibiran tersebut hanya menjadi penyemangat bagi Ibu Hamidah dan Ibu Fauziah.


BACA JUGA:


  1. Memberikan pelayanan free-delivery

free delivery
Via shoppersmallbrandon.com

Memang sih tokonya sempat sepi, dalam sehari hanya satu dua yang mampir untuk membeli sesuatu di tokonya. Ibu-ibu tangguh ini akhirnya memutar otak, supaya usahanya bisa berjalan dengan lancar.

Ibu Hamidah dan Ibu Fauziah memberikan gratis ongkos kirim (ongkir) kepada pelanggannya, tanpa minimal atau maksimal jarak.

Tau aja, kalau zaman sekarang, kadan orang-orang untuk beli keperluan bulanan saja suka malas belanja ke supermarket, maunya langsung ada aja di depan mata. Takut lapar mata juga sih kalau ke supermarket, yang dibutuhin sabun sama shampoo, eh yang ikutan kebeli ada makanan, bahkan aksesoris lucu.

  1. Pemesanan melalui apa pun

instant message
Via medium.com

Untuk mengantarkan belanjaannya, tentu sebagai pelanggan harus membeli dulu dong? Toko ini pun membuka pemesanan melalu apapun. SMS, WhatsApp, bahkan pos! Ketika pesanan diterima, barang akan langsung dicarikan dan siap diantar ke rumah konsumen

Karena strateginya yang cerdas ini. Toko Hamidah pun semakin terkenal. Setidaknya, Hamidah menerima minimal 150 pesanan per bulannya

Sumber : Keepo.me