Berjuang untuk pergi ke sekolah bukan hanya terjadi di pedalaman di Indonesia. Jika di tempat lain, anak-anak harus berenang di sungai atau melewati satu jembatan kecil untuk mencapai ke sekolahnya, berbeda dengan Alpin yang berada di Jakarta, ia menaiki KRL Commuter Line pulang pergi dari Parung Panjang ke Tanah Abang seorang diri.

Dibagikan oleh Caroline Ferry di akun Facebook miliknya, ia menceritakan tentang Alpin. Caroline bercerita bahwa ia sering menemu seorang anak kecil di stasiun Parung Panjang menggunakan seragam sekolah dasar. Namun saat itu dia tidak menyadari bahwa Alpin hanya sendiri, jadi dia hanya membiarkannya.

Beberapa pekan lalu baru Caroline melihat Alpin yang hanya berdiri sendiri di gerbong kereta. Ia bertanya ke Alpin, “kamu sendiri? Ya sudah ikut kakak ya.” Sembari mengajaknya ke gerbong perempuan. Caroline menanyakan beberapa hal seperti sekolah di mana dan rumahnya di mana? Karena Caroline melihatnya turun di Tanah Abang. Ternyata Alpin bersekolah di dekat Thamrin City dengan rumah di Parung Panjang.

KRL commuter line
via detik.com

Alpin mengaku bahwa sebelumnya rumahnya memang di Kawasan Tanah Abang, namun karena rumahnya kena gusur, akhirnya ia sekeluarga pindah ke rumah saudaranya yang berada di Parung Panjang.


BACA JUGA:


Alpin selalu pulang pergi sendiri untuk ke sekolah dari rumah, karena Ayahnya jarang pulang ke rumah dan Ibunya sedang sakit sehingga orangtuanya tidak bisa mengantar-jemput Alpin untuk sekolah.

Ia juga hanya membawa uang sebanyak Rp 8 ribu yang hanya digunakan untuk naik kereta. Dari rumahnya ke stasiun dan dari stasiun ke sekolahnya, ia hanya berjalan kaki, yang ternyata waktu tempuh dari stasiun Tanah Abang ke Thamrin City butuh waktu selama kurang lebih satu jam.

Alpin harus bangun pagi-pagi sekali untuk sampai ke sekolahnya sebelum jam 7. Belum lagi harus berdesakan di kereta karena itu adalah jam pergi kerja bagi orang-orang yang melakukan commuter baik yang rumahnya di Parung, Bekasi, Bogor, Depok yang bekerja di wilayah Jakarta.

krl commuter line
via detik.com

Banyak orang yang ingin membantu Alpin ketika di kereta. Dari mulai memberikan makanan hingga uang agar dapat dipergunakannya. Alpin menerima apa yang diberikan orang ke dirinya, namun dia tidak menggunakan untuk dirinya melainkan memberinya untuk Ibunda di rumah. Bahkan ketika diajak makan, ia menolaknya karena mengingat sang Ibu di rumah.

Sumber : detik.com