Membunuh merupakan suatu tindakan keji yang menghilangkan nyawa seseorang. Tidak peduli dari kasta manapun, mulai dari presiden hingga gelandangan, semua bisa menjadi target pembunuhan. Korban pun tidak memandang bulu, bisa anak kecil hingga orang tua. Seseorang dapat membunuh biasanya karena rasa benci, dendam, atau marah karena suatu hal yang diakibatkan oleh korban. Bahkan ada juga yang membunuh demi rasa kesenangan atau mengusir kebosanan belaka.

Nah kalau biasanya pelaku pembunuhan adalah orang dewasa, padahal anak-anak pun bisa membunuh, lho! Anak-anak dapat menjadi pembunuh berdarah dingin, karena dengan wajah dan penampilannya yang “imut”, ternyata dibalik itu semua tersimpan niat berbahaya! Siapa saja sih, anak-anak yang memiliki catatan kriminal sebagai pembunuh ini? Dilansir dari Buzzfeed, ini dia:

1. Jon Venambles dan Robert Thompson

via: thesun.co.uk

Jon dan Robert merupakan dua anak laki-laki berumur 10 tahun. Pada tahun 1993, Jon dan Robert menculik James Bulger, yang berumur 2 tahun, dari sebuah pusat perbelanjaan di Inggris. James berhasil diculik setelah sebelumnya ibu korban sedang teralih perhatiannya karena berbelanja. James kemudian dibawa pergi dan dibunuh dengan cara mutilasi oleh kedua anak tersebut. Tidak lama kemudian, Jon dan Robert kemudian tertangkap dan dipenjara pada 24 November 1993, membuat mereka menjadi pembunuh termuda dalam sejarah Inggris modern. Mereka dibebaskan pada Juni 2001.

2. Sandra dan Beth Andersen

via: turner.com

Kalian pernah nonton film Perfect Sisters yang dibintangi oleh Abigail Breslin dan Georgie Henley? Yupsie, film tersebut diangkat dari cerita nyata seorang ibu yang dibunuh oleh kedua anaknya, yaitu Sandra dan Beth. “Sandra” dan “Beth” merupakan nama samaran untuk melindungi identitas pelaku asli yang pada saat itu masih berumur dibawah 18 tahun. Sandra dan Beth membunuh Linda dengan cara memberikan campuran pill dan vodka yang membuat Linda teler, kemudian menenggelamkannya di bathtub. Parahnya lagi setelah membunuh, kedua saudari ini pergi bersama teman-temannya untuk merayakan keberhasilan karena telah membunuh ibunya.

3. Brenda Spencer

via: newsapi.com

Brenda Spencer merupakan gadis berumur 16 tahun yang tinggal bersama ayahnya. Mereka berdua tinggal dalam keadaan sangat miskin dan tidur hanya dengan 1 matras dan botol alkohol bertebaran disekitarnya. Akibat kemiskinan serta ayahnya yang tidak peduli dengannya, Brenda terkena depresi. Ketika Brenda berulang tahun, Brenda meminta radio kepada ayahnya, namun malah dibelikan pistol. Pada tahun 1979, Brenda yang berumur 16 tahun melakukan penembakan ke sebuah taman sekolah di depan rumahnya. Penembakan tersebut dilakukan menggunakan pistol yang diberikan oleh ayahnya, dan Brenda melakukan hal tersebut dengan alasan “Saya benci hari Senin”. Penembakan tersebut mengakibatkan 8 anak terluka dan 2 orang dewasa terbunuh.

 

4. Daniel Bartlam

via: nottinghampost.com

Mungkin kasus Daniel menjadi contoh ketika seseorang tidak dapat untuk membedakan kehidupan fantasi dan realita dalam dunia nyata. Daniel Bartlam, 14 tahun, membunuh ibunya sendiri dengan cara memukulkan palu ke kepalanya selama 7 kali. Tidak sampai disitu saja, Daniel kemudian membakar rumahnya sendiri serta mayat ibunya, dan membuat alibi bahwa seolah-olah kejadian tersebut diakibatkan oleh adanya pencuri yang masuk ke rumah. Namun polisi tidak mempercayai hal tersebut, dan ketika diperiksa lebih lanjut, ternyata Daniel sudah memiliki “skenario” sendiri untuk membunuh ibunya dan tidak tertangkap oleh polisi. Namun perbedaannya dengan cerita di skenario adalah, pada akhirnya Daniel tertangkap dan harus dihukum minimal 16 tahun penjara. Parahnya lagi, dia terinspirasi dari film-film macabre seperti  The Evil Devil dan Halloween Movies. 

5. Pauline Parker dan Juliet Hulme

via: blogspot.com

Pauline dan Juliet merupakan kedua sahabat yang bertemu ketika mereka sama-sama dikirim ke Kepulauan Bahamas untuk berobat. Pauline menderita osteomyelitis dan Juliet menderita TBC. Karena kesamaan penyakit dan umur, pada akhirnya mereka bersahabat dekat. Namun kedua sahabat ini sering membuat kehidupan fantasi yang aneh, bahkan mencapai titik orang tua dari kedua gadis ini ingin memisahkan mereka karena hal tersebut. Takut untuk dipisahkan, Pauline dibantu dengan Juliet membunuh ibunya, Honora, di Christchurch, Selandia Baru pada 22 Juni 1954. Uniknya lagi setelah membunuh Honora, kedua sahabat ini keluar dari tempat pembunuhan dengan berdarah-darah dan mengaku kalau Honora jatuh dan terbentur kepalanya. Tentu saja polisi tidak mempercayai hal tersebut ketika luka dari Honora berada di hampir semua titik fatal seperti kepala, leher dan wajah, serta jari. Pauline dan Juliet akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman masing-masing 5 tahun.

6. Carl Newton Mahan

via: emadion.it

Diantara semua kasus pembunuhan diatas, kasus pembunuhan Carl termasuk yang paling unik karena dia membunuh diusia dini, yaitu 6 tahun. Pembunuhan yang terjadi pada tahun 1929 ini  diawali ketika Carl bertengkar dengan temannya, Cecil Van Hoose karena sebuah besi tua yang hendak mereka jual demi mendapatkan uang. Karena kesal, Cecil kemudian mengambil besi tua dan memukul Carl di wajah menggunakan benda tersebut. Marah karena perlakuan temannya, Carl kemudian pergi ke rumahnya dan mengambil pistol ayahnya, kemudian menembak Cecil dengan pistol tersebut. Carl kemudian didakwa dengan tindakan pembunuhan dan dihukum 15 tahun penjara pada awalnya. Namun kemudian dakwaan tersebut berubah menjadi pembunuhan tidak disengaja, dan terkena denda $500. Carl kemudian dibebaskan dan tinggal bersama orang tuanya hingga Ia meninggal di umur 35 tahun.

7. Catherine dan Curtis Jones

via: dailymail.co,uk

Catherine dan Curtis merupakan saudara kandung dan berumur 13 dan 12 tahun ketika melakukan pembunuhan. Kedua saudara ini membunuh kekasih ayahnya, Sonya Nicole Speights dengan cara menembak sebanyak 4 kali. Ketika mereka sadar telah membunuh, mereka berusaha untuk menutupi jejak dan lari ke rumah tetangga dengan alasan ada kecelakaan di rumahnya. Namun pada akhirnya mereka lari ke hutan dan bersembunyi disana selama semalam, sebelum akhirnya ditemukan oleh Sheriff pada 7 Januari 1999, di pagi hari. Sebenarnya kedua saudara ini hendak membunuh ayah dan temannya karena kedua orang tersebut melakukan pelecehan seksual terhadap mereka. Namun tidak jadi dan akhirnya mereka dihukum selama 18 tahun penjara. Catherine dan Curtis merupakan pembunuh termuda di Amerika Serikat yang didakwa dengan pembunuhan tingkat 1 pada masa tersebut.

Pembunuhan memang suatu hal yang keji serta menyeramkan karena menghilangkan nyawa manusia. Namun untuk mencegah agar anak atau diri kita tidak menjadi pelaku, ada baiknya untuk selalu berbuat baik dan menaati aturan hukum seperti layaknya warga negara yang patuh. Oke, Kawan Muda?

sumber: buzzfeed