Awas terjangkit penyakit jiwa berbahaya “social climber”! Terobsesi terlihat kaya demi eksis semata!

Jangan sampai seperti ini ya.

Kawan Muda masih ingat enggak sih beberapa waktu lalu sempat ramai pemberitaan tentang Fransisca Paisal alias Sispai? Nah, Si Sispai ini suka memamerkan gaya hidupnya  yang “wah” ala sosialita  di media sosial. Dia juga sering share foto traveling ke luar negeri.

Semua pasti mikir dia selebgram atau sosilita gitu kan. Hemm, padahal bukan. Dan parahnya, semua uang yang dia pakai untuk traveling dan beli barang-barang mahal adalah hasil utang!


BACA JUGA :


Tak hanya kasus Sispai, ada juga pramugarai asal Thailand yang pasang foto bohong demi followers di media sosial! Melalui akun @ticha_ek, pramugari tersebut mengunggah foto-foto palsu dirinya sedang liburan di berbagai tempat tujuan wisata dunia yang indah.

Aduh duh, zaman sekarang banyak banget ya “social climber” macam ini alias orang-orang yang berlagak kaya dan hobi pamer kemewahan padahal ya hidupnya biasa-biasa saja. Semua dilakukan hanya demi eksis atau keinginan mendapatkan teman dari kalangan berada. Uh.

Hemm…padahal “social climber” itu tergolong penyakit jiwa berbahaya, lho! Penasaran kenapa? Yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini biar kamu enggak ikutan kebawa arus dan terjangkit penyakit ini.

1. Sebenarnya social climber itu orang yang seperti apa sih?

via: vemale.com

Social climber adalah mereka yang mencari pengakuan sosial lebih tinggi dari status sebenarnya. Nah, semua orang pasti ingin kan “dianggap” atau “diakui” di mata masyarakat. Tapi ya, alangkah baiknya melalui prestasi dan kerja keras. Kalau social climber nih, mereka maunya diakui dengan instant, pokoknya enggak mau usaha tapi pengin tenar.

Apalagi sekarang segala hal bisa dipalsukan di media sosial. Jalan pintas yang dipakai ya pamer gaya hidupnya yang serba mewah padahal di dunia nyata mereka orang biasa-biasa saja. Dan mungkin saja terjerat hutang seperti kasus Sispai!

2. Kenapa sih social climber tuh kesannya annoying banget?!?

via: theglamourai.com

Karena pengin terlihat “kaya” atau “hits” di mata orang, para social climber ini suka pamer berlebihan dan parahnya sih bohong tentang kehidupan pribadinya. Misal nih, pamer kalau dia habis beli ini lah itu lah, lengkap dengan nominal harganya. Atau ngaku-ngaku pernah liburan ke sana, liburan ke sini, padahal nggak pernah.

Mereka juga suka pamer sedang berada di tempat-tempat hits—padahal kita enggak tahu dia beneran di sana atau sekedar lewat. Nge-share foto sepatu, baju, jam tangan, berlian di instagram, eh tau-tau fotonya dari google atau barang KW doang, fiuh.

Sebenarnya sih sah-sah saja ya memiliki gaya hidup mewah, toh urusan dia juga. Tapi kalau dia pamer sambil menyombongkan diri di depan kita dan menceritakan “kekayaan” palsunya setiap waktu, bosan juga kan dengarnya?!?

3. Percaya atau enggak, social climber adalah penyakit jiwa berbahaya. Dan siapa saja bisa terjangkit penyakit ini!

via: theodysseyonline.com

Biasanya, para social climber juga cenderung merasa tidak tenang, kurang pede, dan takut kalau dirinya enggak diterima oleh orang lain atau ketika mereka enggak mengenakan barang mewah. Nah, demi menjaga status sosial dan kehidupan ala sosialita-nya, mereka akan menghalalkan segala cara. Dan hal ini bisa menjurus pada tindakan kriminal seperti menipu orang atau utang tapi dibawa kabur.

Aduh seram ya! Dan parahnya lagi, penyakit ini bisa menjangkiti semua kalangan mulai dari remaja hingga orang tua! Apalagi dengan maraknya penggunaan media sosial, mereka akan menggunakan media sosial untuk pamer kehidupan serba “settingan”.

4. Lantas, bagaimana ya caranya biar kita tidak terjangkiti virus social climber?!

via: postoast.com

Menjadi social climber tentu saja berbahaya buat kehidupan kita ke depannya. Selain susah menjadi orang yang pede, kita jadi enggak disukai sama orang sekitar karena suka bohong atau cenderung pamer/norak tadi.

Karena itulah, yuk mulai jujur pada diri sendiri dan banyak-banyak bersyukur. Kamu enggak perlu kok pura-pura kaya kalau kenyataannya biasa saja. Kalau ketahuan bisa malu kan?

Seperti kata Bob Sadino, bergayalah sesuai isi dompetmu. Selain itu coba lihat Mark Zuckerberg dan Steve Jobs yang gayanya biasa saja meski kaya raya! Lebih baik terlihat biasa saja tapi berprestasi dan punya hati emas kan?

***

Enggak ada yang melarang kok kalau kamu pengin punya kehidupan yang mewah, tapi kalau suka lebay memamerkan kekayaanmu kan enggak baik juga. Selain bisa bikin orang lain ikut-ikutan, kamu jadi “haus” pengakuan dan enggak pernah merasa “cukup” kan? Yuk, bersyukur dan jadi diri sendiri mulai dari sekarang 🙂

Sumber: Keepo.Me