Teruntuk istri dari lelaki yang pernah menjadi kesayangku

Hai, izinkanlah aku memperkenalkan diri kepadamu, wahai perempuan yang kini menjadi pendamping seseorang yang pernah kusebut lelakiku. Ah, janganlah sebut diriku dengan sebutan ‘mantan’. Karena itu terlalu vulgar dan cenderung menyakitkan. Sebut saja diriku ‘alumni kesayangan’.

Bukan, bukan karena aku berharap selalu bersemayam dalam kenangan, melainkan hanya itu sedikit kebaikan hatimu yang kuharap untuk menenangkan sedikit sayatan dalam hatiku ini.

Wahai perempuan yang beruntung, kumohon dengarkanlah ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *