7 Tanda Seseorang Benar-Benar Serius dan Siap Menikah

2.957 views
tanda-siap-menikah
menikah | via pexels.com

Pernikahan adalah tahap kehidupan di mana dua sejoli mengikat janji untuk setia selamanya dan merupakan prosesi yang sakral. Nggak main-main, ketika kamu mengatakan siap untuk menikah itu artinya kamu siap untuk membina rumah tangga bersama orang pilihanmu seumur hidup. Dan, seumur hidup itu bukan waktu yang singkat lho.

Alasan pernikahan nggak boleh asal, jangan sampai kamu menikah karena terdesak, karena perjodohan yang kamunya sendiri tidak menginginkan, lebih-lebih karena lelah dengan pertanyaan “kapan nikah?”

Terus, alasan menikah harusnya karena apa dong?

Nah, kamu bisa menjawab pertanyaan itu kalau kamu sudah menunjukkan tanda-tanda berikut ini. Simak terus yuk biar tahu seberapa siap kamu dan pasangan untuk menikah!

  1. Keluarga prioritas utama
    tanda-siap-menikah-memprioritaskan-keluarga
    keluarga | via pexels.com

    Memprioritaskan keluarga adalah yang utama. Ingat, ketika nanti kamu menikah keluargamu akan bertambah banyak lho. Bukan cuma orang tua dan saudara kandung, tapi ada anak, mertua, dan saudara ipar.

    Sudah bukan waktunya terlalu banyak nongkrong atau hangout sana-sini. Sebab seperti kata BCL:harta yang paling berharga, adalah keluarga~~
    Ya, intinya kamu harus bertanggung jawab sepenuhnya dalam membangun lembaga paling kuat di muka bumi: keluarga.

  2. Memperbaiki diri baik dari segi akhlak maupun ilmu
    Kalau mungkin kamu dan pasangan kemarin-kemarin sibuk main, sibuk nganggur-nganggur nggak jelas, dan sibuk leha-leha. Sekarang kalau kamu benar siap menikah, nggak ada lagi kayak gitu.
    Kamu akan mulai memperbaiki diri, baik dari segi akhlak maupun ilmu. Entah itu memperdalam ilmu agama, mulai mengasah betul skill yang kamu punya, dan menjadi seseorang yang lebih baik kepada sesama khususnya orang tua.

    Mana mungkin seseorang mengaku siap membina rumah tangga tanpa dibarengi dengan belajar memperbaiki diri?

  3. Saling percaya
    Ketika kamu serius dengan pasangan, hubungan asmaramu bukan hanya soal memberi cinta, nge-date, dan makan bareng. Lebih jauh dari itu, kamu akan saling percaya.
    Percaya tentang hal apa? Ya apapun. Karirnya, kesetiaannya, percaya bahwa dia bisa diandalkan, percaya bahwa dialah jodoh terbaik yang dipilihkan Tuhan untukmu.
  4. Menurunkan ego
    tanda-siap-menikah-suami-istri
    pernikahan suami istri | via pexels.com

    Siap menikah berarti mau nggak mau kamu harus menurunkan ego. Bukan lagi tentang “aku, aku, dan aku” tapi “kita, kita, dan kita”. Ini penting banget, Kawan Muda. Cobaanmu terhadap ego bahkan sering muncul ketika kamu mempersiapkan pernikahan.

    Apa-apa keputusan harus mufakat, kamu sudah nggak boleh lagi egois alias mementingkan diri sendiri. Apalagi kalau nanti sudah menikah, banyak kepentingan yang kamu pikirkan. Balik lagi, keluarga nomor satu.

  5. Berani berkomitmen
    Berani berkomitmen ini akan kamu tunjukkan secara lantang dan mantap di depan keluarga dan publik (khususnya bagi laki-laki). Kamu akan mengucap janji pernikahan. Yang tidak hanya sekedar janji, di dalamnya mengandung banyak keberanian yang harus kamu lakukan.
    Berani mengajari istri, berani mengambil risiko, berani menghadapi permasalahan apapun, berani nurut pada suami, dan ya, berani berkomitmen untuk terus bersama pasangan sehidup semati.
  6. Memperjuangkan masa depan, bukan hanya “menatap” masa depan
    Nah, ini tanda yang biasanya ditanyakan oleh orang tua. Soal bibit, bebet, bobot. Mau dibawa ke mana nantinya keluarga barumu ini? Mau keluarga yang seperti apa?
    Kamu bukan cenayang, memang. Tetapi ketika kamu mulai merencanakan masa depan secara nyata, jelas, bukan hanya mimpi. Dan ketika kamu benar-benar berusaha untuk mewujudkannya dengan usaha dan kerja keras artinya kamu benar-benar siap untuk menikah.
  7. Bahagia diciptakan berdua
    tanda-siap-menikah-bahagia-bersama-pasangan
    bahagia bersama pasangan | via pexels.com

    Menikah bukan happy ending. Menikah adalah the beginning of happiness. Kamu harus punya mindset bahagia itu diciptakan berdua. Mau nantinya di tengah perjalanan kamu akan kesusahan, ada duka, ada tangis, ada marah, dan lainnya kamu harus percaya bahwa asalkan bersama, kamu bahagia.

    Ketika kamu menikah, susah senang akan kamu syukuri. Kalau sekarang kamu masih berpikir “asal aku senang, urusan dia terserah dia” berarti kamu belum serius untuk menikah. Bahagia nggak ada takarannya, bahagia itu sederhana, sesederhana sah dan halal memilikinya. Uhuk.

Yup, itulah 7 dari sekian banyak tanda seseorang serius dan siap untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Menikahlah karena ibadah, menikahlah dengan landasan cinta yang kuat, menikahlah……….jika sudah ada calonnya :p

Jadi, sudah seberapa siap kamu?