Rayakan kelulusan anak, pria ini hanya menelan ludah melihat kedua anaknya makan. Kisah dibaliknya bikin menitikkan air mata!

12.609 views
via: stomp.com.sg

Kebahagiaan, inilah yang ingin diberikan Ryan Arebuabo kepada kedua anaknya, Rose May and Rose Ann. Sebagai bentuk perayaan atas kelulusan Rose May dari TK, lelaki 38 tahun asal Filipina ini mengajak kedua anaknya makan di salah satu restoran ayam cepat saji.

Mungkin bagi sebagian besar orang, makan ayam di restoran cepat saji adalah hal biasa. Namun bagi Ryan Arebuabo, yang sehari-harinya hanya berjualan makanan ringan di kios kecil pinggir jalan, ini adalah kebahagiaan yang mahal harganya.


BACA JUGA : Sering dibilang mirip Dalmatians, gadis cantik ini kini jadi model profesional! Keberaniannya bikin salut!


Nah, foto Ryan Arebuabo yang hanya bisa melihat kedua anaknya lahap memakan satu porsi ayam pun mendadak viral dan menyentuh hati banyak orang. Mungkin Kawan Muda sudah ada yang melihat fotonya. Buat yang belum lihat dan belum tahu pengorbanan luar biasa Ryan Arebuabo, yuk langsung disimak saja kisahnya.

Beberapa waktu lalu, Jhunnel Sarajan memposting foto dan membagikan kisah Ryan Arebuabo di laman Facebooknya. Dia terenyuh ketika melihat lelaki tersebut hanya bisa menelan ludah melihat kedua anaknya makan dengan lahap. Jhunnel langsung mengabadikan momen tersebut.

via: stomp.com.sg

Dia pun menyempatkan berbincang dengan Ryan Arebuabo. Dari situlah dia tahu bahwa Ryan Arebuabo adalah single father dan tengah menderita penyakit stroke.

via: stomp.com.sg

Semenjak terkena penyakit stroke, Ryan Arebuabo tak mampu lagi untuk bekerja secara rutin. Meskipun kondisi ekonominya kritis, dia ingin merayakan kelulusan anaknya di tempat yang spesial. Inilah yang membuat hati jutaan orang tersentuh.

via: stomp.com.sg

Ryan Arebuabo dan kedua anaknya tinggal di pemukiman kumuh di daerah Barangay 61, Tondo, Manila. Di sebuah ruangan kecil berukuran 4 meter persegi, dia berusaha membesarkan Rose May and Rose Ann yang merupakan harta paling berharga dalam hidupnya.

via: stomp.com.sg
via: k2.abs-cbnnews.com
via: k2.abs-cbnnews.com

Ya, sang istri memilih pergi setelah tahu dirinya terkena stroke dan kesulitan bekerja. Bahkan, sang istri sempat membawa kedua anaknya. Ryan Arebuabo pun berusaha mengambil hati sang istri dengan merenovasi rumah dan membeli televisi bekas—berusaha meyakinkan sang istri bahwa dia masih mampu menghasilkan uang. Namun, sang istri tetap tak mau kembali.

via: k2.abs-cbnnews.com

Beruntungnya, Ryan Arebuabo diizinkan untuk bertemu kembali dan mengasuh kedua anaknya. Dan untuk menghidupi kedua anaknya, dia berjualan makanan ringan di kios kecil pinggir jalan.

via: k2.abs-cbnnews.com

Ryan Arebuabo juga mendapat tunjangan sebesar 2.200 peso atau sekitar Rp 580.000 per bulan dari pemerintah, yang dia gunakan untuk biaya sekolah dan kebutuhan anak-anaknya.

via: k2.abs-cbnnews.com

Dia bertekad untuk menunjukkan kepada dunia dan mantan istrinya bahwa mampu menjadi ayah yang baik dan bertanggung jawab bagi Rose May and Rose Ann. Meski sakit dia akan tetap berusaha menyekolahkan anaknya.

via: k2.abs-cbnnews.com

“Sebagai ayah, kewajibanku adalah memastikan bahwa suatu hari nanti kedua anakku bisa meraih mimpi mereka dan tidak hidup di pemukiman kumuh seperti ini…”

via: k2.abs-cbnnews.com

BACA JUGA : Yuk, belajar bersyukur! 8 potret anak jalanan ini akan mengajarkanmu arti menghargai kehidupan yang sesungguhnya.


Semua orangtua di dunia tentunya menyayangi dan menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Apa pun akan dipertaruhkan demi melihat sang anak tersenyum dan hidup bahagia. Semoga kisah Ryan Arebuabo ini bisa menginspirasi kita semua, ya 🙂