Bagi sebagian orang, pernikahan adalah momen yang paling dinanti-nantikan. Momen sakral ini tak hanya menjadi penanda ‘sah-nya’ hubungan kalian, tetapi juga menjadi sebuah langkah baru dan rentetan tanggung jawab baru.

Itulah sebabnya, bagi Kawan Muda yang memiliki niatan untuk menikah, pastikan kamu dan pasangan telah memahami  makna pernikahan yang sesungguhnya. Ya, pernikahan bukan sekedar ijab qabul, pemberkatan perkawinan, pencatatan di catatan sipil, atau sebuah pesta perayaan impian.

Sebelum melangsungkan pernikahan, kamu dan pasangan harus benar-benar memantapkan hati. Kamu juga bisa membekali diri dengan sedikit ‘pengetahuan’ tentang pernikahan (yang bisa dipelajari dari orangtua atau calon mertua), atau lebih banyak lagi membaca artikel pernikahan yang membahas materi pernikahan agar mendapatkan gambaran tentang apa yang harus kamu persiapkan sebelum memutuskan menikah.

Siapa tahu kan dengan belajar tentang kiat-kiat pernikahan atau rumah tangga dari sosok yang telah menyelami kehidupan tersebut selama bertahun-tahun, bisa sedikit memberi arahan bagaimana cara membangun rumah tangga yang harmonis ke depannya.

Nah, kali ini Kita Muda akan mengajak kamu untuk mengintip lima pelajaran berharga tentang pernikahan yang mungkin bisa memberikan pencerahan sebelum mantap melangkah ke tahapan tersebut. Simak yuk!

1. Memulai pernikahan tanpa keraguan

Memulai pernikahan tanpa keraguan | via: weddingbels.com

Masalah ‘kapan menikah’ selalu menghantui banyak orang, tak hanya mereka yang belum menemukan sosok pendamping hidup, tetapi juga mereka yang sudah punya pasangan (dan belum memutuskan kapan akan membawa hubungan ke tahap yang lebih lanjut).

Cara terbaik untuk mengetahui kesiapan kamu adalah dengan bertanya baik-baik pada dirimu sendiri, apakah kamu berani menjalaninya? Jika sudah tak ada keraguan (meskipun terhadap hal kecil sekalipun), itu tandanya kamu sudah siap menjalani kehidupan yang baru dengan pasangan. Kalau masih ada hal yang mengganjal, dan itu memenuhi pikiranmu, lebih baik jangan terburu-buru ‘mengiyakan’ kalau kamu sudah siap.

2. Temukanlah sosok pendamping yang tepat.

Temukanlah sosok pendamping yang tepat | via: chrisandruth.com

Saat ini, kamu mungkin sudah memiliki pasangan. Dan rasanya kalau orang yang sudah pacaran, tahap selanjutnya adalah menikah. Namun, apakah kamu sudah benar-benar yakin bahwa dia adalah sosok yang benar-benar tepat?

Menjalin hubungan yang lama dengan pasangan bukanlah sebuah jaminan, begitu juga dengan hubungan yang masih seumur jagung. Baik sudah berhubungan lama atau sebentar, kalau kamu memang yakin dia adalah sosok yang tepat, jangan ragu untuk memilihnya jadi pendampingmu. Jika masih banyak keraguan pada pasanganmu, lebih baik belajarlah untuk memahami dan mengenalnya lebih jauh lagi.

3. Jaga nama baik pasanganmu.

Jaga nama baik pasanganmu | via: steemit.com

Menikah itu menuntut kedewasaan yang matang. Dalam kondisi apa pun, kamu harus bisa menjaga segala ucapan atau perbuatan, terutama yang terkait dengan pasangan atau mertua. Jika ada masalah dengan pasangan atau keluarga mertua, jangan mengumbar masalah tersebut di hadapan publik (meskipun itu teman baikmu sekalipun).

Selama itu menyangkut nama baik pasangan dan keluarganya, cobalah untuk menghadapinya dengan kepala dingin. Jika kamu masih suka cerita sana-sini dan belum bijaksana untuk memutuskan sendiri, lebih baik tunda dulu niatanmu untuk menikah.

4. Berpenampilan menarik atau berdandan untuk pasanganmu.

Berpenampilan menarik atau berdandan untuk pasanganmu | via: scarymommy.com

Ini adalah masalah umum yang kerap dialami oleh pasangan suami istri. Sepele sih memang, karena menyangkut soal penampilan. Namun, tampil menarik untuk pasangan ternyata bisa jadi kunci hubungan harmonis, lho.

Ketika pasangan lelah sehabis kerja atau melakukan aktivitas, niat baikmu untuk berpenampilan menarik bisa jadi ‘hiburan’ tersendiri. Dia akan merasa menjadi sosok yang spesial karena  kamu berusaha keras untuk membuatnya bahagia dengan berdandan dan menunjukkan penampilan terbaikmu. Berasa balik ke zaman pacaran lagi deh kalau begini :”)

5. Apapun yang terjadi, kalian harus saling menguatkan.

Apapun yang terjadi, kalian harus saling menguatkan | via: lukasleonte.com

Menikah itu berarti dua individu menjadi satu tim yang utuh. Keduanya harus saling mendukung dan menguatkan,  baik kala suka maupun duka. Jangan mengedepankan ego sepihak dan membiarkan pasangan menanggung masalahnya sendiri.

Ketika dia berada di titik terendah, doronglah dia untuk maju. Ketika dia berada di tangga keberhasilan, jadilah orang pertama yang merayakan kebahagiannya juga (jangan malah iri dengan keberhasilan pasangan!).

Menikah berarti kamu dan pasangan sedang menaiki roller coster kehidupan bersama. Akan ada banyak hal yang tidak terduga, termasuk dalam urusan rumah tangga, yang akan ‘mampir’ dalam hubungan kalian.

Jika  sudah yakin siap menghadapi semua ini—pun menghadapi kemungkinan buruk yang mungkin terjadi—tak diragukan lagi kalau kamu benar-benar sudah siap menikah. Semoga pelajaran tentang pernikahan di atas bermanfaat, ya, Kawan Muda.