Ada yang berkata:

“Buat apa cinta, kalau mencari makan saja tak sanggup!”

Ada pula yang membalasnya:

“Bagaimana keadaanmu setelah sekian tahun hidup bersamanya tanpa ada rasa cinta? Apakah kamu menikmati hidup yang hanya dicintai ketika akan bercinta saja, lalu kembali dicampakkan setelah klimaks?”

Perdebatan antara kubu “menikah berlandaskan cinta” versus kubu “menikah berlandaskan keamanan finansial” ini kalau dilanjutkan tak akan menemukan titik temu. Karena dari pondasi keduanya saja sudah beda, satu pihak berpondasi pada kenyamanan, lalu pihak lainnya berpondasi pada keamanan. Kesimpulan: masing-masing adalah dua hal yang berbeda. Untuk meraihnya pun harus memakai cara yang berbeda.

Cinta tanpa adanya uang, tidak enak. Ada uang tetapi tidak bisa menikmati momen bercinta, juga tidak enak. Maka, Kita Muda merekomendasikan 9 hal ini agar hubungan kalian bahagia!

Sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius, pastikan kamu dan dia telah mendapatkan restu dari keluarga masing-masing.

bertemu calon mertua
Foto : Areadewasa.com

Jangan pernah mengabaikan restu kedua orangtua hanya demi cinta. Itu akan menjadi batu ganjalan bagimu di masa mendatang. Pastikan, orangtuamu mengetahuinya. Dan orangtuanya, tahu akan dirimu. Lebih baik lagi kalau keluarga dari kedua pihak saling mengadakan pertemuan.

Menjalin hubungan, berarti dua isi kepala menjadi satu. Kesampingkan ego, agar bisa berjalan beriringan.

cinta
Foto : www.browngirlmagazine.com

Kala menjadi jomblo seperti dahulu kala, engkau bebas untuk memilih apa pun yang ingin kamu pilih, tanpa peduli kepada siapa pun. Karena memang, tiada orang yang berada di bawah tanggung jawabmu.

Sekarang, ketika masa telah berganti, ketika ada orang yang terperangkap ke dalam jebakanmu, maka setiap keputusan yang kamu ambil bukanlah menjadi milikmu lagi. Imbasnya adalah ke hubungan kalian berdua. Maka jangan heran jika engkau berpihak pada sebuah keputusan, lalu pasanganmu mencoba menentang keputusanmu. Karena untuk bisa berjalan beriringan, harus ada satu pihak yang mengalah.

Komitmen membuat dia percaya padamu. Beri dia akan hal itu. Lalu sebaliknya, buat dirimu untuk percaya padanya.

pasangan
Foto : www.keyword-suggestions.com

Komitmen adalah representasi dari keseriusanmu. Tanpa adanya komitmen, orang akan menganggapmu plin-plan dan tak berpendirian. Bagaimana orang lain ingin menjadi ‘penumpang’ bagimu, kalau sebagai sopir saja kamu tak becus?

Berilah komitmen, dan tepati itu. Agar rasa percayanya kepadamu, bertambah.

Biasakanlah untuk mengkomunikasikan segala sesuatu. Lalu sebagai pihak yang diajak berkomunikasi, bersikaplah legowo untuk menyambut tawaran baiknya.

pasangan bicara
Foto : www.huffingtonpost.ca

Pria memang kerap menghilang tanpa kabar. Bisa jadi ia sibuk, bisa jadi ia bingung: kalau bercakap, ingin membahas apa? Pria sadar kalau komunikasi itu penting sekali. Saat dirinya dengan rendah hati bersedia memulai komunikasi, seyogiyanya wanita memberi respons baik. Bukan malah ngambek dengan kalimat semacam:

“Oh, masih ingat aku rupanya? Aku kira sudah lupa!”

Hey wanita, mungkin engkau ingin dirayu. Tetapi sikapmu yang begitu, membuat pria semakin malas untuk berkomunikasi denganmu. Ngambeklah, tetapi sedikit saja. Setelahnya, kembalilah kepadanya dengan riang gembira.

Karena cinta tak bisa bikin kenyang, mengenai penghasilan haruslah dibicarakan.

keuangan-setelah-menikah
Foto : tipsofdivorce.com

Cinta saja, tanpa ada kerja nyata, itu omong kosong! Tentu, beda cerita dengan pria yang memberi cinta, dan dia telah berusaha, namun hasilnya belum sesuai harapannya.

Hey wanita, pilihlah pria yang berusaha. Jangan melihat hasilnya. Nanti kamu tak akan terbiasa dengan proses. Pilihlah pria yang bisa menunjukkan kran-kran penghasilan, bukan pria yang bisa menunjukkan ketetapan penghasilan. Karena terkadang, pria yang bekerja serabutan, menuai pemasukan lebih banyak ketimbang pria yang membanggakan keamanannya.

Memang, menikah itu, kamu dan dia yang menjalani. Tetapi, restu atas hubungan kau dan dia, ada di pihak keluarga. Kesamaan latar belakang keluarga, atau pribadimu dan dia, mungkin banyak membantu.

bertemu calon mertua
Foto : loperonline.com

Meski menikah adalah urusanmu dengannya, namun sejatinya pernikahan ialah penyatuan dua keluarga. Jangan terlalu membela cinta, lalu mengabaikan keluarga. Sebaiknya, kompromikan segala sesuatu. Kalau kamu ingin pernikahan terjadi atas segala kemauanmu, maka seharusnya dahulu kamu lahir dari batu!

Biasakan jujur, karena kebohongan yang ketahuan itu sungguh pedih. Bukankah peribahasa berkata: “sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu pasti jatuh juga?”

baper
Foto : www.tayloroliviaphotography.com

Sekali saja kamu memutuskan untuk berbohong, sama saja dengan kamu sedang menaruh bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Dampak dari ledakan itu bisa beragam: antara kamu akan dimaafkan dan kepercayaannya padamu berkurang, atau hubunganmu kandas dan ia tak akan lagi percaya padamu.

Sebaiknya, jujur saja sebelum itu semua terjadi.

Buat dia jatuh cinta berkali-kali denganmu.

pasangan
Foto : www.autostraddle.com

Susahnya menjadi pria adalah harus kreatif dalam berasmara. Garing sedikit saja, hambar sedikit saja, pria lain sudah antre menggodanya. Lalu ketika ia bisa menemukan kebahagiaan dari pria lain, lantas, apa fungsimu?

Pria harus kaya inisiatif. Bagaimana membuat wanita yang sama jatuh cinta berkali-kali, sampai hari tua? Nah, itu PR semua pria di muka bumi. Tidak gampang, tapi harus diupayakan. Dan, bagi wanita, sekali-kali, gantian, lah. Masa ya pria terus yang berinisiatif.

Sungguh menyenangkan, hidup bersama seseorang dengan gaya hidup yang sama. Bukan keharusan, tetapi bisa diupayakan.

couple
Foto : www.ericksonstock.com

Ada plus dan minus, menikah dengan orang yang memiliki kesukaan yang sama. Kelebihannya, bisa melakukan hobi tersebut berdua. Kekurangannya, pengetahuan akan hal lain tertutup. Sementara, menikah dengan orang yang berbeda latar belakang denganmu, bisa jadi membuat hidup lebih berwarna. Karena kamu akan merasakan hal-hal yang belum pernah kamu rasakan dalam hidup. Begitu pula dirinya. Semacam barter, lah.

Tentu, jalan tengah terbaik, ialah masing-masing bersikap rendah hati. Caranya, dengan menyesuaikan.

Bagaimana Kawan Muda, sudah siap hidup dengan aman dan nyaman bersamanya?

Published by Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *