Ini lho 4 alasan mengapa beberapa perempuan memilih menikah di atas usia 27 tahun…

Topik tentang pernikahan itu memang selalu menarik dan ada saja yang bisa diperdebatkan. Salah satunya nih kapan usia terbaik bagi seseorang untuk menikah. Ya, membahas usia ini bisa jadi sangat sensitif terutama untuk kaum perempuan.

Dalam masyarakat kita, perempuan seakan-akan “dituntut” untuk menikah di usia yang nggak lebih dari 25 tahun, karena kalau melebihi itu siap-siap saja dibilang perawan tua! Tapi, coba deh perhatikan perempuan zaman sekarang, banyak di antara mereka yang bahkan masih oke-oke saja melajang di pertengahan usia 20-an.

Sebenarnya mereka ini bukannya nggak punya calon atau apa, tapi mereka sengaja memilih atau menargetkan untuk menikah saat menginjak umur 27 tahun. Memang, beberapa tahun belakangan sedang marak pasangan yang menikah muda. Tapi coba deh lihat dalam lingkaran pertemananmu, pasti ada saja yang masih betah melajang.


BACA JUGA: Ragu melepas masa lajang menjelang pernikahan? Lakukan hal-hal ini untuk memantapkan hatimu!


Lewat artikel ini Kita Muda ingin membahas alasan kenapa perempuan zaman sekarang baru menargetkan untuk menikah di usia 27 tahun. Mungkin ini nggak berlaku untuk semua, tapi menurut orang-orang yang ditanyai pendapatnya oleh penulis, mereka mengungkapkan beberapa alasan ini:

1. Ingin mandiri dan punya karir yang stabil dahulu

via: eharmony.com

Sekarang, nggak hanya laki-laki saja yang merasa bertanggung jawab untuk bisa membahagiakan orang tua dan adik-adik. Perempuan (apalagi anak sulung) juga memiliki keinginan untuk membantu orang tua dan adik mereka.

Oleh karena itu, mereka ingin memastikan bisa benar-benar mandiri lebih dahulu baru memikirkan tentang pernikahan. Meskipun harus jatuh bangun dalam membangun karir mereka nggak peduli, yang penting di masa depan mereka punya pegangan untuk bertahan hidup.

2. Memuaskan diri sendiri dahulu sebelum mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk keluarga

via: thetab.com

Menikah itu nggak hanya kebahagiaan saat resepsi saja, setelahnya juga nggak boleh dianggap remeh. Saat memutuskan untuk menikah, berarti kamu terikat tanggung jawab yang besar untuk suami, keluargamu, dan keluarga suamimu.


BACA JUGA: Kamu baru menikah dan berharap langgeng sampai mati? Lakukan 10 hal ini!


Kalau masih suka main-main dan belum siap mengurangi waktu untuk diri sendiri, lebih baik jangan menantang untuk menikah. Memang sih nggak ada larangan buat kamu untuk sekedar jalan-jalan atau hang out bareng teman-teman. Tapi, kamu nggak akan bisa sebebas dulu dan harus ingat bahwa ada suami atau mertua yang menunggu di rumah.

3. Ingin memastikan bahwa mereka nggak menjalin hubungan dengan orang yang salah

via: felicianazareth.blogspot.co.id

Di zaman sekarang, perempuan makin selektif saat memilih pasangan yang akan dijadikan suami karena nggak ingin salah pilih. Mendengar cerita orang-orang yang “kecewa” dengan sifat asli pasangan yang baru ketahuan setelah menikah, membuat mereka nggak ingin terburu-buru dan ingin mengenal lebih jauh dulu pasangannya.

Mereka yang single pun memiliki pemikiran yang sama. Daripada buru-buru menikah gara-gara mendengar cibiran orang dan ujung-ujungnya nggak bahagia, mereka memilih untuk memperbaiki kulaitas diri saja sambil mencari-cari jodoh yang pas.

4. Pernikahan itu butuh kedewasaan pola pikir dan baru di usia 27 seseorang bisa merasakannya

via: Shutterstock.com

Usia memang nggak bisa menentukan kedewasaan seseorang, tapi semakin mapan usia tentunya pengalaman hidupnya juga lebih beragam. Pengalaman inilah yang membantu seseorang untuk tumbuh dan tahu bagaimana mengatasi berbagai permasalahan dalam hidup.

Karena itulah menikah di usia 27 tahun adalah keputusan yang bijak. Pada usia tersebut, seseorang nggak terlalu kekanak-kanakan dan sudah paham bagaimana membagi prioritas dengan baik.


BACA JUGA: Jangan menikah kalau cuma gara-gara diledekin soal usia! Kamu lebih tahu, kapan saat yang tepat!


 

Nah, itu tadi pendapat dari teman-teman yang masih melajang hingga usia 27 tahun. Kalau menurut Kita Muda sih usia itu nggak menjadi masalah, yang penting kamu menemukan orang yang tepat di waktu yang tepat.

Kita nggak perlu menghakimi orang yang masih melajang hingga usia 27 tahun (atau bahkan lebih) dan jangan meledek mereka yang menikah muda sebagai pasangan yang “bau kencur”. Karena masing-masing orang pastinya punya alasan kuat saat memutuskan untuk menikah atau tidak.

Kalau menurut kamu bagaimana, Kawan Muda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *