Hei para suami siaga, support dan bantu istrimu saat melahirkan dengan melakukan 6 hal ini!

13.981 views
calon ibu
Foto : utahbirthcenter.com

Menjelang proses persalinan, tidak hanya ibu hamil saja yang butuh persiapan. Para suami juga harus siaga membantu istri mempersiapkan persalinan.

Ya, proses persalinan mungkin menjadi momen yang membahagiakan sekaligus menakutkan bagi seorang ibu. Mereka harus bertaruh nyawa untuk mengeluarkan bayi yang dikandungnya dan kadang proses tersebut bisa membuat mereka sangat sensitif dan moody.


BACA JUGA :


Karena itulah, Kawan Muda sebagai suami dan calon ayah harus bisa jadi support system bagi istrinya. Lantas, apa saja sih yang harus dilakukan suami menjelang proses persalinan istri? Selain persiapan mental tentunya, berikut beberapa hal-hal krusial yang harus dilakukan suami siaga:

1. Dari jauh-jauh mulai “menabung” jatah cuti deh. Biar pas lahiran izin cuti lebih mudah dan bisa fokus menemani istri.

via: shutterstock.com

Ada baiknya kamu setia mendampingin istri dari awal sampai proses persalinan selesai. Kalau sudah tahu Hari Perkiraan Lahir (HPL) istrimu, langsung deh ajukan cuti. Kalau kamu bekerja di luar kota, ajukan cuti jauh-jauh hari beberapa bulan setelah istrimu hamil. Dan kalau perlu kamu tahan-tahan deh keinginan cuti saat liburan panjang biar jatah cutinya bisa dicurahkan untuk proses persalinan istrimu.

2. Bantu istri menyiapkan barang bawaan yang harus dibawa ke rumah sakit.

via: popsugar.com

Menjelang waktu melahirkan, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, termasuk packing barang yang harus dibawa ke rumah sakit saat melahirkan. Buat para suami, bantulah istrimu menyiapkan kebutuhannya. Biar kamu tahu juga kegunaan barang sekaligus letak barang-barangnya di tas.

Kamu dan istri dianjurkan menyiapkan barang bawaan pada minggu ke-32 atau sekitar 8 bulan kehamilan. Nah, barang bawaan yang dibutuhkan ini seperti sarung, pembalut nifas, peralatan yang berguna untuk relaksasi, daster kancing depan, baju atau bra menyusui, dan baju untuk pulang dari Rumah Sakit.

3. Meringankan rasa sakit dan pegal yang dirasakan istri dengan memijatnya lembut.

via: verywell.com

Menjelang proses persalinan, istri biasanya merasakan kram dan rasa sakit di pangkal paha dan punggung. Otot sendi juga mengalami peregangan dan pergeseran mendekati persalinan. Sebagai suami, kamu harus inisiatif untuk meringankan rasa sakit tersebut dengan memijat lembut tangan dan kakinya. Pokoknya jangan menunggu sampai istrimu mengeluh deh, kamu harus gerak cepat biar mood istrimu terjaga.

4. Ajak deh istri refreshing sejenak jalan-jalan kecil di sekitar rumah sakit.

via: babycenter.in

Proses melahirkan adalah proses yang enggak bisa diprediksi waktunya. Ada yang berlangsung cepat dan ada yang berlangsung lama. Biasanya sudah masuk HPL, istri belum kontraksi juga. Sebagai suami, kamu harus sabar dan tenangkan istrimu. Ajaklah istri berjalan-jalan di rumah sakit sambil ngobrol tentang hal-hal menyenangkan. Membiarkan istri tetap bergerak menjelang proses persalinan adalah penting agar proses selanjutnya bisa lebih mudah.

5. Sebagai suami, kamu harus bisa jadi support system bagi istri. Jangan terlihat lebih lemah atau panik dari istri kamu, ya!

via: motherandbaby.co.uk

Biasanya para suami malah terlihat lebih panik daripada istrinya yang akan melahirkan. Bahkan ada lho beberapa suami disarankan untuk tidak mendampingi sang istri saat persalinan karena saking paniknya. Hem…sebaiknya para suami melatih mental dan kepercayaan diri deh jauh-jauh hari setelah tahu istrimu hamil. Karena istrimu sangat membutuhkan dukunganmu. Kalau kamunya panik, apa kabar istrimu?

6. Setelah istri melahirkan, jangan cuekin istri gara-gara sibuk sama bayimu, ya. Hehe, istri yang masih lemah pasca melahirkan butuh perhatian juga.

via: utahbirthcenter.com

Setelah bayi lahir, tugas suami selanjutnya adalah mendampingi istri dan bayi saat melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), sehingga kamu tahu prosesnya. Sebagai ayah kamu juga jangan gengsi bertanya tentang ASI pada konselor ASI. Oh ya, biasanya setelah anak lahir, semua orang pasti mencurahkan perhatian pada si jabang bayi dan sang ibu pun mulai “terlupakan”.

Nah, jangan sampai ya suami ikut-ikutan “melupakan” istri mentang-mentang persalinan sudah selesai. Karena kamu masih harus mendukung dan menyemangati istrimu yang masih lemah biar dia semangat menjalani rutinitas yang baru menjadi ibu.

Itulah 6 hal penting yang wajib disiapkan para suami siaga menjelang persalinan istrinya. Para calon ayah, kalian sudah siap kasih dukungan dan menemani istri belum?