Semua orangtua tentunya akan senang dan bangga jika anaknya mendapatkan hasil terbaik di sekolah. Di beberapa wilayah, termasuk Indonesia, nilai menjadi semacam ‘harga mati’ dan tolak ukur kecerdasan seseorang.Ketika sang anak mendapatkan nilai yang memuaskan, orangtua langsung membanjiri mereka dengan pujian dan hadiah. Berbeda saat si anak mendapatkan nilai yang dianggap pas-pasan atau bahkan kurang.

Mereka akan dituntut agar belajar lebih keras lagi dan bagi mereka yang memiliki rezeki berlebih, anaknya akan didaftarkan les ini-itu.

Sebenarnya sah-sah saja sih, tapi ada baiknya orangtua juga memperhatikan kondisi psikologis si anak dan lebih proaktif lagi agar memahami kenapa anaknya kurang menguasai mata pelajaran tertentu.

via: keepo.me

Seperti yang dilakukan seorang ayah bernama Shane Jackson ketika mengetahui putrinya, Sophie, mendapatkan banyak nilai D di rapornya.


BACA JUGA:


Bukannya marah atau menuntut macam-macam dari anaknya, Shane malah melakukan hal yang tak terduga. Ya, Shane membuat rapor sendiri untuk Sophie dan memberikan penilaiannya di sana.

Shane menuliskan hal-hal positif dan potensi lainnya yang ada pada diri Sophie. Hal ini tentu saja membuat Sophie yang tadinya sedih karena merasa mengecewakan orangtuanya menjadi tenang kembali.

via: keepo.me

Shane memahami sang anak menderita autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD), sehingga dia tak pernah menjadikan nilai pendidikan di sekolah sebagai tolak ukur utama untuk menilai kemampuan anaknya.

Meski Sophie mungkin kesulitan memahami pelajaran di sekolah, Shane ingin memberikan apresiasi pada kelebihan Sophie yang lain agar sang anak tidak putus asa dan terus semangat untuk meningkatkan kemampuannya.

Whoa, benar-benar patut diacungi jempol ya cara Shane untuk mendidik Sophie. Ya, seperti yang kita tahu, ekspektasi orangtua bisa membuat psikologis anak terganggu.

via: keepo.me

Ada anak yang bisa melewati atau mengatasi stresnya dengan baik. Namun tak sedikit juga yang memilih mengakhiri hidupnya gara-gara ekspektasi orangtua yang terlalu tinggi. Ngeri juga, kan?

Nah, kalau menurut Kawan Muda bagaimana nih?

Sumber: Keepo