Pernah enggak sih Kawan Muda merasa ‘ketakutan’ saat menjomblo? Menyandang gelar ‘jomblo’ memang selalu diidentikan dengan seseorang yang kesepian. Padahal, anggapan tersebut sebetulnya keliru. Namun banyak sekali orang yang terjebak dalam mindset ‘jomblo itu kesepian’ sehingga mereka rela menjalin atau mempertahankan hubungan dengan alasan takut kesepian.

Sah-sah saja sih kalau hubungan kamu dan doi berlangsung dengan baik. Bagaimana kalau hubungan tersebut merugikan buatmu atau buatnya juga? Apakah kamu masih rela bertahan hanya karena takut kesepian? Sebaiknya kamu berpikir ulang deh jika berada dalam posisi ini, jangan biarkan ego ‘status’ mengambil kewarasanmu.

Jika Kawan Muda sekarang tengah menjalin hubungan dengan seseorang, coba deh tanya ke diri sendiri, apa alasanmu menjalin hubungan dengannya? Jawab pertanyaan tersebut dengan jujur. Jika alasanmu ternyata lebih ke ‘enggak pengin hidup sendiri’, lebih baik disudahi saja, kenapa? Hubungan atas dasar ‘takut sendirian’ atau ‘takut enggak punya pasangan’ bukanlah hubungan yang ideal dan  lebih cepat kandasnya!

Nah, jika bingung apakah beneran cinta atau sekadar kesepian, Kita Muda bakal kasih tahu tanda-tanda seseorang yang menjalin hubungan hanya karena takut kesepian. Apa saja?

1. Kamu sering merasa khawatir dengan keberlangsungan hubunganmu dan doi. Untuk menenangkan diri, kamu lebih suka menjustifikasi bahwa hubungan kalian baik-baik saja.

via: elitedaily.com

Setelah menjalin hubungan sekian lama dengannya kamu masih dilanda rasa ragu yang luar biasa. Alih-alih mencari tahu kenapa merasa demikian, kamu lebih memilih melupakannya dan menganggap bahwa enggak ada yang salah dengan hubungan kalian.

Meskipun lama-kelamaan kamu merasa enggak bahagia atau menghadapi banyak ketidakcocokan dengannya, kamu lebih memilih mengabaikannya daripada harus putus dan menjomblo lagi. Ya, lebih baik dinikmati saja hubungan ini. Ups, yakin nih kamu mau mau menghabiskan sisa hidupmu dengan orang yang sebenarnya enggak kamu cintai tersebut? Coba deh berpikir ulang…


BACA JUGA:


2. Ketika memikirkan harus mencari orang lain dari awal lagi atau harus melakukan PDKT lagi, kamu merasa hal tersebut sungguh berat.

via: powerofpositivity.com

Kata orang sih masih banyak ikan di lautan atau mati satu tumbuh seribu. Masalahnya, menjaring ikan di lautan juga butuh usaha yang enggak gampang kan? Begitu juga menumbuhkan sesuatu yang sudah mati, harus ada usaha kan? Dan belum tentu itu berjalan lancar. Bagaimana jika kamu enggak bisa menemukan pengganti sebaik dirinya dalam waktu singkat?

Apakah pikiran-pikiran tersebut pernah terlintas di benak Kawan Muda? Jika iya, hubunganmu dan doi tergolong enggak sehat nih. Kamu mungkin mengaku cinta, tapi dalam lubuk hati terdalam kamu hanya merasa takut kesepian saja jika harus melepaskannya. Pun jika hubungan kalian menjadi buruk, kamu berusaha bertahan karena takut enggak bisa mendapatkan pengganti dirinya dalam waktu singkat.

3. Kamu selalu menunjukkan bahwa dirimu—hubunganmu—baik-baik saja padahal sebenarnya enggak.

via: susanwinter.net

Tanda lainnya yang menunjukkan bahwa seseorang menjalin hubungan hanya karena kesepian adalah berpura-pura bahagia. Mereka memiliki harapan yang kurang realistis tentang hubungan asmara yang tengah dijalinnya.

Meskipun tahu betul bahwa mereka enggak bahagia, mereka percaya bahwa mempertahankan hubungan tersebut merupakan keputusan terbaik daripada harus mengakhirinya. Mengakhiri sebuah hubungan dianggap bukan sesuatu yang mudah dan mempertahankan hubungan yang buruk sekalipun adalah sebuah ‘prestasi’ yang bisa menjauhkan mereka dari sepinya hidup sendiri tanpa pasangan.

Ketakutan hidup sendiri tanpa pasangan bagi beberapa orang adalah pengalaman yang menyakitkan. Namun menjadikan hal tersebut alasan untuk menjalin hubungan dengan orang lain bukanlah keputusan yang tepat juga.

Jangan abaikan standar ideal pasangan hanya karena kamu iri melihat teman yang sudah berpasangan. Percuma jika kamu terlalu memaksakan, itu akan merugikan dirimu sendiri suatu hari nanti. Buat apa menjalin hubungan yang membuatmu enggak bahagia? Lebih baik sendirian tapi bahagia daripada punya pasangan tapi sengsara!

Sumber: Elite Daily