Body shaming di beberapa negara masih menjadi momok yang menyeramkan. Kamu harus siap di-bully jika tubuhmu tidak sesuai dengan standarisasi yang sudah diciptakan oleh masyarakat sekitar tanpa ada perjanjian tertulis.

Tentunya ada semacam norma yang terbentuk dengan sendirinya mengenai fisik seseorang, seperti kalau kamu jerawatan kamu jelek, kalau kamu gemuk kamu jelek, kalau kamu kurus kayak mumi, dan lain-lain. Intinya kalau kamu nggak cakep semua yang kamu lakuin itu salah. Nggak semua orang akan tahan dengan cemoohan-cemoohan tersebut dan biasanya mereka akan berakhir depresi atau bunuh diri.

Kawan Muda pernah melihat pasangan yang nggak serasi? Seperti si cewek cantik banget, tapi ternyata cowoknya tidak cakep. Biasanya hal ini akan menimbulkan gosip-gosip seperti si cewek matre dan si cowok tajir. Atau si cowok pakai pelet.

relationship goals
via style.tribunnews.com

Perihal menjelek-jelekan bentuk tubuh seseorang bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Thailand ada pasangan bernama Kudi dan Puwadol yang sudah berpacaran selama 10 tahun. Kudi selalu menjadi bahan bully-an teman-temannya karena berat badannya yang berlebih. Tetapi hal ini justru membuat Puwadol, sang pacar tertarik ke padanya.


BACA JUGA:


Mereka yang mencemooh tentu merasa tidak adil dan mulai menggosip yang tidak-tidak. Kenapa cowok seperti Kudi bisa mendapatkan perempuan secantik Puwadol?

Hal ini tidak diambil pusing oleh Puwadol dia tetap setia bersama Kudi hingga akhirnya menikah dan memiliki satu anak.

Puwadol sangat mencintai Kudi apa adanya. Menurutnya Kudi adalah pria yang suportif, setia, selalu ada ketika dibutuhkan, dan orang yang kuat dalam menjalani hidupnya yang penuh cemoohan.

Bahkan Kudi tetap berkata bahwa Puwadol lucu dengan rambut pendeknya. Padahal Kudi sendiri tidak suka perempuan berambut pendek. Hal ini tentu membuat Puwadol merasa bahwa Kudi adalah lelaki yang baik hati.

relationship goals
via style.tribunnews.com

Di dunia yang mengutamakan fisik dan materi adalah hal yang utama, tentu kisah cinta mereka membawa harapan yang baik untuk tidak memandang seseorang hanya dari fisiknya saja.

Mungkin Kawan Muda akan merasa bahwa kalau kamu A, kamu akan mendapatkan pasangan yang juga A sepertimu. Sayangnya variabel A ini tidak harus berhubungan dengan fisik dan materi, melainkan bisa juga dengan hati dan pikiran seseorang sehingga mereka merasa cocok.

Sumber : Keepo.me