Alasan mengapa kamu tak perlu membandingkan hubungan asmaramu dengan pasangan lain

“Beb, lihat deh, masa temanku dikasih kalung berlian seharga 50 milyar di hari ulang tahunnya, oleh suaminya. So sweet deh!”

Wanita kalau sudah ngomong begitu, laki-laki bakal sakit kepala menanggapinya. Karena saat itu juga dia sadar bahwasanya itu kode keras. Kata lain dari ucapan: “Belikan aku yang kayak gitu juga dong Sayang!”

Tapi kalau pasangan kamu ngasih kode kayak gitu, balas aja ke dia begini:

“Buset, itu kalung, atau rantai, sayang, kok harganya bisa 50 milyar gitu?”

Gituin aja, dan enggak usah dibeliin. Nanti kan dia stres sendiri. Ya kali 50 milyar cuma buat kalung doang. Mending buat beli tanah. Dan pot. Dan bunganya. Eeaaa.

 

BACA JUGA: Kebanyakan cewek memang cerewet. Tapi jangan salah, karena 5 sikap ini adalah tanda kalau mereka sebetulnya sayang

 

Percakapan di atas ialah contoh dari tindakan gemar membanding-bandingkan. Kebiasaan ini akan senantiasa membuat pikiran dan jiwamu kerap dirundung rasa gelisah. Sebaiknya, kurang-kurangin, lah, karena…

1. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih baik.

via: Pexels.com

Ya, pasti. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih baik. Karena memang hidup ini wang-sinawang. Apa yang orang lain pikir tentangmu itu baik, belum tentu kamu yang menjalaninya merasa demikian. Bukankah begitu, Kawan Muda?

Nah, itu juga berlaku sebaliknya, loh. Jadi mengapa sibuk membuang energi untuk membanding-bandingkan sesuatu?

2. Karena setiap hubungan, sejatinya memiliki sepaket utuh kebaikan dan keburukan.

via: wellseek.co

Kalau dalam hubungan yang sedang dijalani engkau merasa ada kejenuhan, perselisihan, perbedaan pendapat, keluhan, bahagia, sedih, gembira, dan hal-hal lainnya, percayalah bahwa di hubungan orang lain juga ada hal-hal macam begitu. Kalau kamu bilang:

“Wah, hubungan mereka bahagia banget ya. Pasangan romantis!”

 

BACA JUGA: Psst… ini lho yang sering ditanyakan oleh teman-teman pacarmu tentang dirimu!

 

Percayalah, karena bagian itu saja yang sedang kamu lihat. Kamu belum melihat sisi yang kalau mereka lagi bertengkar dan berbeda pendapat, yang sejatinya, itu juga ada pada hubungan kamu, bukan? Jadi, syukuri saja hubunganmu saat ini.

3. Yang lebih baik, itu banyak-banyak melihat ke dalam, agar bisa introspeksi. Bukan malah ke luar.

via: Instagram @riyanwu

Terlalu sering melihat ke luar itu pangkal membanding-bandingkan. Percayalah! Karena melihat ke luar, membuat fokusmu ada pada hal-hal menyenangkan di tempat lain, yang tak kamu peroleh di tempatmu sendiri. Kita Muda sih menyarankan, sebaiknya kamu dan dia berbanyak-banyak untuk lihat ke dalam diri kalian masing-masing, dan hubungan kalian. Yang masih kurang, ditambal. Diatasi. Yang sudah baik, ditingkatkan. Begitu.

4. Mulai sekarang, syukuri dirimu sepenuhnya, terima ia seutuhnya, beserta hubungan yang kalian jalani.

via: northcoastcalvary.org

Membandingkan, mengeluhkan, itu merupakan pekerjaan yang enggak ada habisnya. Engkau akan melakukannya seumur hidup kalau punya kebiasaan menyedihkan semacam ini. Karena dalam hidup ini, selalu saja ada orang yang lebih baik daripada hidupmu, daripada hubungan cintamu.

 

BACA JUGA: 10 hal yang hanya dilakukan oleh pria sejati saat menjalin hubungan

 

Tapi jangan salah, karena pada saat yang sama, juga ada orang-orang yang nasibnya tak sebaik dirimu. Ada yang parasnya tak secakep dirimu dan pasanganmu. Ada yang keuangannya tak sesejahtera dirimu dan pasanganmu. Jadi ketimbang rajin membandingkan, bukankah lebih baik untuk mensyukuri dirimu sepenuhnya, terima ia seutuhnya, beserta hubungan yang kalian jalani?