7 cara gampang untuk merebut hati keluarga gebetan

Menjalin hubungan dengan seseorang, berarti menjalin hubungan dengan keluarganya. Kalau orang yang kamu sukai begitu mencintaimu, tetapi keluarganya tak menerimamu, maka jangan harap mereka akan memberi restu kepada anaknya (yang otomatis kepadamu juga) untuk melanjutkan menjalin hubungan. Itu kenapa, mendekati keluarga gebetan itu penting banget.

Kalau sejak awal kamu tak berminat untuk mendekati keluarganya, kira-kira bisa disimpulkan, lah, sejauh mana keseriusanmu dengannya dalam menjalin hubungan. Sudah pasti niatnya bukan untuk mencari pasangan sejati. Melainkan untuk seneng-seneng belaka. Karena kami begitu menyayangimu, maka Kita Muda mempersembahkan artikel ini, agar kamu dimudahkan dalam mendekati gebetan beserta keluarganya.

1. Sejak awal, tetap memutuskan untuk menjadi diri sendiri.

via: theodysseyonline.com
via: theodysseyonline.com

Apa-apa yang tak datang dari hati, hanya tinggal menunggu hal itu terbuka dengan sendirinya, dan kemudian pudar. Karena bentukan-bentukan, tak akan pernah awet. Menjadi diri sendirilah, yang masih dan akan selalu langgeng sampai kapanpun.

Tetaplah menjadi diri sendiri saat mendekati gebetan, beserta keluarganya. Karena menjadi orang lain – apalagi kalau tujuannya hanya agar diterima oleh dia dan keluarganya – pada akhirnya kau akan mengalami titik kelelahan, lalu akhirnya kamu merasa bahwa: paling nyaman, tetaplah menjadi diri sendiri. Maka, jadi diri sendirilah sejak awal.

2. Mencari tahu hal-hal yang keluarganya suka.

via: MTLBlog.com
via: MTLBlog.com

Untuk merekatkan materi obrolan antara kamu dengan keluarganya, langkah setelah menjadi diri sendiri ialah dengan mencari tahu hal-hal yang keluarganya suka. Dengan begitu, kamu bisa tahu, bahan obrolan apa yang semestinya dibutuhkan. Kalau apa yang keluarganya suka, sama dengan apa yang kamu suka, maka pasti obrolan akan lebih nikmat dan terasa mengalir. Namun andaikata apa yang kamu suka ternyata berbeda dengan apa yang keluarganya suka, maka tak perlu khawatir, karena google akan membantumu untuk menemukan artikel-artikel atau video yang sekiranya cocok dengan apa yang keluarganya suka. Dari situ, kamu bisa rise tapa-apa saja yang perlu diobrolkan.

3. Kalau kamu memang peduli dengan keluarganya, jangan hanya dikatakan. Tapi juga ditunjukkan.

via: Forbes.com
via: Forbes.com

Kalimat “aku cinta kamu” itu tak hanya dikatakan, namun juga ditunjukkan. Begitu pula dengan kalimat “aku peduli dengan kamu dan keluargamu”. Tunjukkanlah!

Sebagai contoh, ketika keluarganya sakit, tanpa bertanya ini dan itu, langsung saja pergi ke rumah sakit. Kalau memang anggota keluarganya dirawat di rumah sakit. Tetapi kalau hanya di rumah, dan kamu tahu keluarganya sakit apa, kau cukup pergi ke apotik saja. Carikan obat. Lalu datanglah ke rumahnya, menjenguknya, membawakan obat beserta roti dan buah-buahan atau lainnya.

4. Kalau datang ke rumahnya, jangan sampai tak membawa apa pun!

via: LilaMae.com
via: LilaMae.com

Ya, jangan sampai. Toh, kamu tak setiap hari datang ke rumahnya, bukan? Yang dibawakan juga enggak perlu yang muluk-muluk atau mahal. Misal kamu lagi nganter gebetan pulang di malam hari gitu, mampirlah beli martabak atau roti bakar. Nah, yang gitu-gitu, loh. Kondisional aja. Jangan martabak terus. Bosen nanti.

5. Pada momen-momen tertentu, berikanlah hadiah saat main ke sana.

via: HuffingtonPost.com
via: HuffingtonPost.com

Ini misalnya kalau bapaknya atau ibunya ulang tahun. Atau mungkin mereka berdua lagi ulang tahun pernikahan. Atau adiknya sunatan. Atau apa, lah. Pokoknya pas momen-momen penting gitu, jangan sampai lupa bawain sesuatu. Ingatlah, hadiah yang kamu berikan itu mungkin harganya tak seberapa. Tapi kesan yang mereka terima, akan mendalam. Sepanjang hidupnya!

6. Kalau keluarganya mengundangmu dalam acara kumpul keluarga, manfaatkan!

via: Heavy.com
via: Heavy.com

Nah, ini dia yang namanya kesempatan. Makanya jangan sampai kamu lewatkan. Karena yang namanya acara keluarga itu adanya jarang-jarang. Jadi kalau sekalinya ada, jangan pernah disia-siakan. Gunakan! Bisa, lah, kamu bantu-bantu.

7. Kenalkan keluargamu dengan keluarganya.

via: DailyMail.co.uk
via: DailyMail.co.uk

Kalau kamu dan dia sudah saling mantap, untuk apa berlama-lama? Seriusin aja! Wujud serius itu ada banyak bentuknya. Salah satunya bisa dengan mengadakan pertemuan antara keluargamu dengan keluarganya. Toh, yang namanya pertemuan pertama, bahasannya juga enggak perlu berat-berat amat. Bisa, lah, ngobrol biasa dulu. Tapi kan pasti kedua belah pihak keluarga pasti udah nyadar, kalau pertemuan itu merupakan sebuah sinyal serius.

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.