Mengapa buru-buru menikah? Bukankah yang paling penting adalah bertemu dengan orang yang tepat, dan menikahinya di waktu yang tepat?

couple
Foto : cbc.ca

Sejak virus nikah muda banyak mencuat belakangan ini, membuat banyak orang berbondong-bondong ingin menikah muda. Beberapa, ada yang terlihat bahagia lantaran berhasil membina rumah tangga. Namun yang jarang atau mungkin tak pernah diekspose ialah kondisi-kondisi mereka yang menikah muda, lalu gagal dalam membangun biduk rumah tangga.

Tua atau muda, sebetulnya bukanlah patokan utama. Karena yang jauh lebih penting ialah kematangan cara berpikir, dan hal-hal yang menyertainya. Begini, matang pikirannya saja tak cukup. Ia juga harus matang secara finansial. Mau dikasih makan apa pasangannya nanti kalau pasca menikah jadi pengangguran? Namun kalau menjadi sebaliknya – matang finansial namun tak matang berpikir – hal itu akan menjadi batu sandungan tersendiri bagi si wanita. Karena bisa jadi ia akan menjalani hari-hari penuh harta, namun diiringin hati yang tersiksa. Jadi, itulah mengapa menikah di waktu yang tepat itu penting, karena…

1. Banyak kebebasan yang ingin dinikmati, mumpung masih sendiri.

via: WFPF.com
via: WFPF.com

Kebebasan di sini berarti banyak. Seperti mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi, mengasah bakat, atau mengejar kualitas-kualitas tertentu dalam hidup. Alasan itu realistis. Karena setelah menikah, tidak mudah melakukan hal-hal itu. Karena memang ada hal yang kelak kalau setelah menikah, kamu ingin sekali melakukannya, namun pasanganmu tak mengizinkan.

2. Menghindari kemungkinan buruk dalam rumah tangga.

via: StyleCaster.com
via: StyleCaster.com

Kalau tidak menikah, seseorang justru menjadi lebih berbahaya, maka sebaiknya ia menikah. Seperti misalnya, kalau tak menikah, seseorang lebih rajin melakukan seks bebas. Atau hal-hal lain yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ini juga berlaku sebaliknya. Jika menikah itu membuat perangaimu malah justru lebih buruk, maka menunda menikah ialah lebih baik. Seperti, bertindak kasar terhadap pasangan,misalnya. Kadang, alasan mengapa orang-orang masih ingin sendiri, ialah alasan-alasan yang demikian.

3. Mencari pasangan yang bersedia menerima satu paket utuh: kelebihan dan kekurangan.

via: DailySMSCollection.in
via: DailySMSCollection.in

Tak semua orang bersedia menerima pasangannya dalam satu-kesatuan yang utuh, yakni kesatuan yang meliputi kelebihan dan kekurangan. Itu mengapa terkadang seseorang memilih untuk menunda pernikahan terlebih dahulu, lantaran belum bisa menemukan seseorang yang bersedia menerimanya secara utuh.

4. Ingin menikah dengan menggunakan biaya sendiri, agar tak membebani orangtua.

via: theodysseyonline.com
via: theodysseyonline.com

Adakalanya memang orang belum ingin menikah karena ia tak ingin menjadi beban bagi orangtuanya. Ia ingin mengumpulkan pundi-pundi rupiah terlebih dahulu, baru setelah terkumpul, ia pakai modalnya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan. Well, alasan yang demikian memang butuh adanya pengertian, sih.

Kalau Kawan Muda, bagaimanakah definisi “menikah di waktu yang tepat” bagimu? Share di kolom komentar, ya!

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.