Kepada kamu, aku tak menjanjikan, tapi hanya bisa memastikan

Source : bjstlh.com

Melihat hamparan laut membuatku termenung dan kembali merasakan rindu. Ah..rindu memang jahat. Ia selalu datang dan bahkan tak pernah bosan menyapa kala aku sendiri. Rindu itu juga tak adil. Bahkan sekarang pun saat aku tak tahu harus melepas rinduku pada siapa, Ia juga tetap datang. Tak peduli apapun juga. Ia menerobos semua celah yang bahkan sudah ku tutup sejak kepergian orang yang selama ini menjadi muara rinduku.

Kali ini rindu datang padaku dengan ketidaktahuan. Dan dengan pongahnya dia menawarkanku untuk merindu seseorang. Apalagi yang bisa aku lakukan jika segenggam rindu merasuk hatiku selain berusaha menikmatinya seperti malam ini. Kerinduan yang tak pernah aku tahu akan menjadi milik siapa. Kerinduan yang tak tahu harus aku ungkapkan pada siapa. Kerinduan yang jelas-jelas tak akan aku berikan pada masa laluku.

Kamu. Sosok yang akan menggenapkan diriku pada saatnya. Sosok yang pastinya akan menjadikanku satu-satunya. Sosok yang akan selalu membuatku tak merasa sendiri lagi. Sosok yang tak akan menggadaikan setianya. Sosok yang akan lebih merasa sakit dari kesakitan yang aku alami. Sosok yang akan tersenyum tiga centimeter lebih lebar dari setiap senyumku. Sosok yang tak hanya menawarkan cinta tapi juga bersedia menjalaninya.

Lelakiku, ketika kau bertemu denganku, ketika nantinya matamu menatap mata lebarku, ketika nanti telingamu mendengar suara tak merduku, ketika senyum tiga jariku menyambutmu dan ketika tangan kita saling terkait, maka kau akan melihat sosok gadis yang jauh sekali dari bayanganmu. Mungkin kau berharap akan melihat sesosok gadis dengan wajah dipoles make up dengan barang branded dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sebelum kita bertemu, aku akan menyampaikan bahwa nantinya, kau akan melihat sesosok gadis yang bahkan tak tahu apa bedanya lisptik 50k dan 500k. Kau hanya akan melihat sesosok gadis yang tahu persis dipasar mana harga ikan lebih murah dengan kuku yang berwarna kuning karena bekas kunyit yang belum juga bisa hilang.

Aku akui, aku berbeda dengan gadis kebanyakan. Aku yang sekarang adalah aku yang telah melewati sekian banyak tempaan hidup. Hidup yang mungkin tak akan pernah terlintas dalam benak setiap orang, bahkan termasuk kamu. Aku bisa berdiri di depanmu dengan mata berbinar, tawa renyah dan lelucon yang mungkin saja tak lucu bagimu adalah aku yang pernah hancur karena melihat kegagalan kebersamaan dua orang panutanku, aku yang pernah melepaskan lelaki idamanku demi melihatnya berdiri di altar bersama pilihannya karena aku tak bisa melakukan itu untuknya dan aku yang pernah menerima penawaran menjalani masa depan dari orang yang telah meminangku di depan keluarga besarku lalu tak lama menjelang hari pengucapan ikrar suci, dia pergi dan lebih memilih orang yang baru dikenalnya dua minggu.

Apa yang telah diajarkan hidup padaku memang sangat melekat dalam benakku. Aku tak bisa menjanjikan hal indah jika kau memilih menyerahkan sisa hidupmu untuk dijalani denganku. Aku hanya bisa memastikan, aku tak akan meninggalkanmu saat sedang cinta-cintanya. Aku juga tak akan menggadaikan setiaku hanya karena kebosanan yang sebenarnya bisa kita siasati. Dan aku hanya bisa memastikan, aku tak akan sedih melihatmu senang ataupun senang melihatmu sedih.

Lelakiku, aku mungkin akan menjadi wanita yang paling cerewet jika kau menghamburkan uangmu untuk hal yang tak penting dikala bangunan persegi beratap nyaman belum menjadi milik kita. Mungkin kau juga akan melihatku menjadi wanita yang kikir demi memiliki sebuah kulkas dengan freezer yang lebih besar agar kelak aku bisa menyimpan ASIku untuk malaikat kecil kita yang tidak bisa aku temani tiap jam jika waktu cutiku telah habis. Dan bisa jadi kau akan hidup dengan wanita yang mengumpulkan recehan sisa uang belanja lalu membeli sebuah home theater demi melihat buah hatinya bisa menonton kartun kesukaannya dengan suara jernih tak menggema seperti televisi jaman perjuangan kita.

Aku juga hanya bisa memastikan akan membangunkanmu setiap pagi dengan perpaduan aroma bumbu dapur dari dapur rumah kita. Aku juga tak akan lagi membiarkanmu bergerilya dari satu tempat ke tempat lain untuk memanjakan lidahmu. Aku bisa memastikan kalau kau tinggal duduk di ruang tengah rumah kita sambil menemani malaikat kecil kita yang sedang bermain dan beberapa menit kemudian aku akan memintamu berkomentar tentang menu hari itu. Aku juga tak akan membiarkanmu terbatuk-batuk sendirian. Aku akan datang tergopoh-gopoh membawa segelas jahe hangat dan sebutir obat untuk meredakan sakitmu.

Aku tak menjanjikan, tapi aku hanya bisa memastikan, akan selalu ada langkah kecilku dan buah hati kita yang berada di samping kakimu pada setiap tanah yang kau pijak. Aku tak akan melukaimu seperti mereka yang pernah melukaiku. Aku akan selalu membuatmu ingin pulang disetiap pergimu. Aku yang selalu bersedia kau dekap bahkan ketika kau sudah tak bisa lagi beranjak dari tempat tidurmu dengan rambutmu yang semakin memutih. Aku juga tak akan pernah bisa terlelap sebelum mengusap lembut wajahmu. Aku akan selalu mengusap punggungmu sebelum kau terlelap. Dan aku yang akan setiap hari mengecup namamu yang terukir di batu nisan jika kau pergi menghadap-Nya terlebih dahulu.

Akan selalu ada aku untukmu dan memastikan bahwa hidupmu tak akan abu-abu ataupun gelap dengan kehadiranku.

 

 

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!