Bukan hanya aku, tapi sekarang ada ‘kita’ yang sama-sama harus berjuang

pasangan
Source : www.keyword-suggestions.com

Seseorang yang hidup sendiri, apalagi lama menyendiri, pasti berbeda dengan hidupnya orang-orang yang memiliki pasangan. Orang yang hidup sendiri tanpa pasangan, urusan-urusannya hanya sejauh untuk memenuhi kebutuhannya. Kalau pun memikirkan orang lain, maka mereka adalah orangtua, saudara, sahabat dan banyak lainnya.

BACA JUGA : Jangan cintai aku apa adanya, namun tuntutlah aku sesuatu agar hubungan kita menjadi lebih baik

Tetapi, hubungan antar sesama manusia sebagaimana hubungan dengan saudara atau kolega, tentu berbeda jalinannya dengan hubungan asmara bersama pasangan. Kepada teman, kamu tak perlu mengingatkan makan setiap hari. Tak perlu menemaninya berkencan. Sementara pasangan, butuh itu semua. Ia butuh dibahagiakan luar dalam. Begitu pula perlakuannya kepadamu. Itu mengapa, cinta itu perjuangan.

Mula-mula, sebelum menjadi ‘kita’, masing-masing berjuang sendiri: aku ingin memilikimu, kau ingin memilikiku.

sendiri
Foto : www.goodhousekeeping.com

Ditikam sepi memang memuakkan. Menjalani hari-hari dengan menyibukkan diri dengan beragam aktivitas yang membangun pribadi memang mengasyikkan. Tetapi apalah arti itu semua kalau tiada orang yang tak bisa dibahagiakan dan membahagiakan? Bukankah berlelah-lelah bekerja sendirian itu agar hasilnya bisa dinikmati bersama?

Sehingga tidak munafik kalau kemudian pikiran bergejolak, hati bergemuruh, ingin sekali rasanya memiliki pendamping. Langkah pertama, tentu mendeteksi, siapa orang yang kau sukai, yang siapa tahu juga menyukaimu. Namun, sama-sama suka saja tidak cukup. Karena keduanya harus berjuang sendiri-sendiri agar bisa saling menyatukan.

Namun setelah perjuangan pertama selesai, dan Tuhan menjawab doa, sekarang kita ditakdirkan bersama. Dan, aku bahagia. Semoga kamu demikian.

couple
Foto : www.883zy.com

Manusia paling bahagia di dunia ini adalah dua orang yang saling tertarik, kemudian Tuhan pertemukan dalam ikatan cinta. Itu adalah gabungan dari apa yang Tuhan tuliskan sejak dahulu, upaya dari kedua manusia yang tanpa henti, dan doa mereka yang tanpa putus.

Bahagia karena telah disatukan, seharusnya menjadi kebahagiaan kedua pihak. Dan, berkomitmen merupakan salah satu imbas dari bentuk kebahagiaan.

Kau adalah partner. Sebagaimana partner, perjuangan harus dilakukan bersama. Agar asmara kita terus menyala.

pasangan bicara
Foto : www.huffingtonpost.ca

Bila seseorang mengangkat sebuah barang yang berat, dan barang itu hanya bisa diangkat jika ia menggunakan kedua tangannya, maka peran kedua tangan itu sebagaimana peran pria dan wanita dalam sebuah hubungan. Mereka berdua adalah partner. Semuanya memiliki peran masing-masing dan saling mengisi.

Akan tiba suatu masa di mana salah satu dari pasangan merasa lemah, dan tiada kuasa melanjutkan cinta. Saat seperti inilah peran salah satu pasangannya untuk menguatkan. Hal-hal semacam ini sering terjadi, dan posisinya bergantian. Karena keduanya partner, maka masing-masing harus saling menguatkan.

Adakalanya cinta membara, namun ia juga bisa redup. Meski demikian, apa pun keadaannya, aku hanya ingin bersamamu.

pacar
Foto : www.newhdwallpapers.in

Merasa hubungan sudah mendekati kandas, lalu memilih untuk mengakhiri semuanya, adalah jalan yang paling banyak diambil oleh orang-orang. Tentu, mereka semua adalah pribadi-pribadi lemah, yang juga memiliki pasangan lemah.

Pasangan yang kuat ditandai dengan: apa pun masalah yang terjadi, perpisahan tak akan pernah terjadi. Hanya maut saja yang dapat memisahkan.

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.