7 Alasan kenapa cewek sering merasa takut kalau mau nembak cowok duluan

cinta
Foto : www.browngirlmagazine.com

Kalau ada orang bilang bahwa seseorang bisa gila hanya gara-gara cinta, itu banyak benernya. Cuma, gila lebih ke positif atau gila lebih ke negatif, setiap orang memang beda-beda. Kalau gila ke negatif, seseorang bisa saja bunuh diri hanya karena cintanya tak berbalas. Atau kalau kata Dewa 19 dalam lagunya: ‘Bertepuk sebelah tangan’. Dan banyak contoh lain. Lalu kalau mengarah ke positif, cinta bisa membuatmu menjadi orang yang gila kerja, yang tujuannya demi percepatan pelunasan KPR, mungkin. Dan banyak lagi contohnya. Cari sendiri ya, jangan males. Cinta itu, pada intinya, menggerakkan. Bergeraknya ke mana? Dua arah gerakan sudah dijelaskan di atas tadi. Cinta bahkan bisa bikin wanita yang kalau sukanya ke laki-laki sudah sampai ke ubun-ubun, bisa membuatnya nekat mengungkapkan cinta, saking enggak tahannya. “Habis, si cowok dikode-kodein enggak peka-peka. Yaudah, aku aja yang maju duluan,” begitu para cewek semacam ini berpikir.

Lalu kalau cewek nembak duluan, ini arah gilanya lebih ke negatif atau positif? Kalau mau dibilang negatif, rasa-rasanya kok kurang tepat. Kan, setiap orang memiliki hak untuk menyukai orang lain selain dirinya. Tapi kalau mau dibilang positif, kayaknya juga kurang pas. Lha wong belum diapa-apain kok langsung positif-positif aja. Aduh, bahas apa to kita ini sebenarnya? Ya sudahlah, daripada bahas positif atau enggak akan sesuatu, mending Kita Muda bahas apa-apa saja yang cewek takutkan kalau mereka berniat menembak cowok lebih dahulu.

1. Bagi cewek, tipe cowok yang menggantung hubungan disebut PHP. Sementara bagi cowok tak berpengalaman, ia menyebutnya, bingung.

cewek tangguh
Foto : fullhdpictures.com

Iya, ini beneran. Bingung. Nah, kebingungan pria ini adalah satu hal yang cewek takutkan tatkala ia telah memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan. Bagi cowok-cowok yang jam terbangnya kurang banyak dalam dunia percintaan, ditembak cewek adalah hal paling mendebarkan dalam hidupnya. Apalagi kalau yang nembak ialah cewek yang bukan dia suka. Wah, berabe. Kalau cewek yang disuka yang nembak, ia tinggal pura-pura jual mahal sebentar, lalu setelah itu membalas: “Setelah aku pikir-pikir, setelah aku pertimbangkan, dan setelah bermediasi dengan para pemuka berbagai agama serta para pejabat daerah (yang meliputi: RT, RW, Kadus, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur), aku menjawab ‘YA’ untuk cinta yang tempo hari engkau ungkapkan!” Tapi kalau yang nembak itu bukan cewek yang disuka, namun secara fisik, sikap dan pemikiran dia boleh juga untuk dimasukkan ke bangku cadangan, maka alasan seperti inilah yang bikin cowok jadi bimbang, Sayang. Mau diterima, tapi kok pdkt ke cewek yang disuka masih 30 persen. Mau ditolak, tapi kalau ternyata pdkt 30 persen itu endingnya enggak jadi, kok malah akhirnya enggak dapet dua-duanya. Nah, itulah letak dilemanya pria ketika ditembak duluan.

2. Di dunia sesama cewek, ada semacam kesepakatan tak tertulis bahwa ‘CEWEK NEMBAK DULUAN ITU, MURAHAN!’. Sakit kan?

berpikir
Foto : www.lifedaily.com

Gimana ya. Kalau enggak ditembak, keburu diambil orang. Kalau enggak ditembak, si cowok kok enggak ngerti-ngerti juga. Tapi kalau ditembak, kok risikonya jadi bahan pergunjingan empuk di antara teman-temannya sesama cewek. Ada yang bilang agresif, lah. Ada yang bilang murahan, lah. Ada yang bilang gratisan, lah. Dikira wifi?

3. Karena cewek yang nembak, ia jadi khawatir kalau cowok yang ditembaknya jadi semena-mena.

Foto : www.whitsundayprofessionalcounselling.com
Foto : www.whitsundayprofessionalcounselling.com

Analoginya bisa kita pakai dari perusahaan. Contoh: lazimnya, karyawan itu yang datang ke perusahaan untuk mendaftar. Lalu karena karyawan yang butuh, bos di perusahaan juga kayaknya ada perasaan berhak bertindak sewenang-wenang. Memberi pekerjaan sesuka-suka, menggaji semau-mau. Jargon andalannya: “Jangan protes dengan sistem. Kalau mau ya begini, kalau enggak ya cari perusahaan lain.” Bos-bos semacam ini perlu difoto mukanya, direkam suaranya, atau kalau ada video, di upload ke youtube dan facebook. Jadi biar seluruh dunia tahu kelakuannya, dan semua bersedia untuk tidak mendaftar ke perusahaannya. Kalau sudah begitu kan dia bakal kapok, bakal ngerti kalau antara bos dan karyawan itu semuanya saling membutuhkan. Sama seperti pria dan wanita, keduanya bersatu untuk saling mengisi. Pria yang mengisi, wanita yang diisi. BACA JUGA : Beda antara calon pengusaha dan yang akan jadi karyawan selamanya. Kamu ada diposisi mana? Karena keduanya saling melengkapi itulah, makanya, siapapun yang menembak, pihak yang ditembak tidak boleh merasa paling unggul dan berhak melukai pihak yang menembak sewaktu-waktu. Kan, keduanya saling bersinergi. Tapi ya namanya wanita, meski udah tahu hal-hal begini, masih aja kuatir soal-soal yang beginian misal dia beneran jadi nembak.

4. Kalau sesama cewek menganggapnya murahan, terkadang cowok mikirnya malah: ia bisa dimanfaatkan.

kurang ajar
Foto : www.powerfulblackmagic.com

Senada dengan poin kedua pada artikel ini yang menjelaskan kalau sesama cewek menganggapnya murahan, namun terkadang cowok mikirnya malah: ia bisa dimanfaatkan. Argumen yang sama-sama negatif. Berangkat dari kecemasan itulah yang pada akhirnya membuat cewek takut nembak duluan. BACA JUGA : Ladies, jangan pernah pilih cowok yang seperti ini ya. Pokoknya jangan!

5. “Bila mengatakan cinta adalah maskulin, berarti menanggapi pernyataan cinta adalah feminim,” begitu para cewek berpikir bila ia nembak duluan.

couple talk
Foto : www.treatprematureejaculation.com.au

Jaman di mana emansipasi wanita dikoar-koarkan seperti sekarang ini, tetap masih saja ada anggapan dalam pikiran cewek kalau menembak itu maskulin, dan ditembak itu feminim. Lantas kalau ada cowok kecewek-cewekan suka sama cewek tomboy, lalu siapa yang disebut maskulin dan siapa yang disebut feminim? Oke, lupakan saja pertanyaan itu. Sekarang, yang penting dan yang jelas, pemahaman semacam itu masih mengakar dalam pikiran para cewek, sehingga membuat mereka harus mikir-mikir kalau mau nembak duluan.

6. Kalau cewek nembak duluan, ia takut kalau di kemudian hari si cowok malah tak serius dalam menjalin hubungan.

Angry Couple
Foto : www.thestar.com

Pakai analogi lagi ya. Enggak apa-apa, kan, pakai analogi terus-terusan? Selama masih ada kata ‘ogi’ yang menyertai, ini semua tidak akan jadi masalah kok. Percayalah! Pernah lihat kelakukan anak konglomerat yang tak perlu susah payah kerja tapi bisa mencicipi beragam kenikmatan, kan? Ya, begitu, ia akan semena-mena pada semua hal. Ketidakseriusan itu juga bentuk semena-mena loh, jangan salah. Jika seseorang sekolah dan dibiayai mahal-mahal tapi sekolahnya enggak serius, itu juga disebut semena-mena terhadap amanah. Ini juga berlaku pada hati. Karena cowok merasa tak perlu berjuang banyak untuk mendapatkan cinta, ia jadi orang yang semena-mena dan tak serius dalam berasmara. Kalau ia yang salah, malah menyalahkan ceweknya. Kalau ceweknya yang salah, tetep ceweknya juga yang disalahin. Ya, iyalah. Padahal kan, seharusnya, kalau cowok yang salah, maka cowoklah yang merasa salah. Lalu kalau cewek yang salah, si cowok tetap harus merasa salah. Ini namanya menjunjung tinggi prinsip: ‘cewek selalu benar, dan cowok selalu salah’.

Berangkat dari rasa kuatir itulah yang bikin cewek pada akhirnya males buat nembak cowok duluan. Takutnya, kalau ditembak duluan, si cowok berubah jadi manusia yang sok laku. Lalu pada akhirnya bertingkah semau-mau. Padahal, aslinya cuma cewek itu doang yang mau.

7. Cewek, takut menembak cowok lebih dahulu, karena kuatir kalau setelah pelatuk ditekan, ternyata senapannya tak berpeluru. Niatnya mau ngecek bedil, tapi takut kalau keburu ditembak balik.

korban php
Foto : ilovehdwallpapers.com

Untuk poin yang ini, nembaknya adalah nembak dalam arti sesungguhnya. Bisa jadi keduanya ialah koboi yang siap duel. Tapi tampaknya poin ini tak perlu dilanjutkan. Nanti malah jadinya ngalor-ngidul enggak jelas. Sekarang itu mikir yang jelas-jelas saja. Jelasnya begini: kalau kamu suka dia, baik kamu cowok maupun cewek – tapi karena bahasan ini cewek, maka cewek saja – maka katakanlah segera. Saat mengungkapkan, minta ia menjawab segera, biar kamu enggak ngerasa digantung juga. “Oke, aku beri waktu kamu untuk berpikir selama tiga kali dua puluh empat jam! Bila suka, bilang! Bila tidak suka, bilang! Bila suka, aku berharap kamu jangan sok laku. Karena dalam hubungan ini, aku menganggapmu sebagai partner. Maka selayaknya partner, harus ada simbiosis mutualisme, alias saling menguntungkan. Kalau kamu banyak gaya, aku juga tak segan-segan mendepakmu, catat itu! Ingat ya, kita partner. Namun apabila ternyata engkau tak suka padaku, ya sudah, aku bisa menerimanya. Semoga kau bahagia dengan pilihanmu, dan doakan aku juga semoga bisa bersatu dengan pria yang kehilangan tulang rusuknya.” Nah, perjanjian di atas bisa dicoba. Kamu cewek loh, ngomong gitu tuh enggak apa-apa banget. Tapi kalau cowok yang ngomong, baru salah. Masa ia mau mendepakmu. Emang, kamu cewek apaan?

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.