Cara membedakan hubungan yang sudah dewasa dengan yang masih kekanak-kanakan. Kamu yang mana?

pasangan
Foto : www.fmbuzz.com

Segala sesuatu, pada semua hal, itu seharusnya mendewasa dan berjalan ke arah yang lebih baik. Termasuk, dalam urusan asmara. Pasangan mana sih yang enggak mau hubungannya semakin dewasa. Dewasa di sini, adalah dewasa dalam hal pola pikir dan perilaku. Bukan adegan. Jadi, tolong bedakan!

Adalah wajar, kalau masih masa-masa awal dan hubungannya masih kekanak-kanakan. Seperti punya panggilan-panggilan semacam ‘Ayah-Bunda’ misalnya. Mendewasanya hubungan seperti ini bukan pada panggilannya yang kemudian berubah menjadi ‘Kakek-Nenek’. Bukan! Tetapi lebih kepada bagaimana respons satu sama lain ketika menghadapi masalah. Bagaimana satu sama lain memperlakukan pasangan mereka. Dan banyak lagi.

Di bawah ini, Kita Muda membahas perbedaan antara keduanya. Mari kita pecahkan!

#1 Hubungan yang dewasa, tahu: kapan harus membagi waktu untuk kekasihnya dan kapan membiarkannya memberi waktu kepada diri sendiri.

Coba kalau kamu lihat pasangan-pasangan suami-istri yang hidupnya damai berdampingan penuh kasih sayang itu. Pasti kamu akan mendapati bagaimana mereka meluangkan waktu untuk bersama-sama, bercengkrama, berbagi cerita dengan penuh gelak tawa, dan lain-lain.

BACA JUGA : 5 Hal bodoh yang tidak boleh kamu lakukan jika demi cinta

Mereka juga paham kapan dirinya harus punya ‘me time’ yang pasangannya pun juga demikian. Maka yang timbul di antara keduanya adalah perasaan saling menghormati satu sama lain. Nah, hal-hal begini hanya terjadi pada hubungan yang sudah dewasa.

#2 Hubungan yang kekanak-kanakan, mengharuskan pasangannya selalu ada. Sampai-sampai, masing-masing seperti tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri.

pasangan marahan
Foto : huffingtonpost.com

Apa-apa yang terlalu selalu berujung ketidakbaikan. Termasuk dalam menjalin hubungan. Terlalu mengharuskan pasangannya agar ia selalu ada buat kamu adalah sebuah dosa besar. Saat pergi ke sekolah atau bekerja, kamu harus banget nganterin. Tidak boleh tidak. Setiap makan, kamu harus nemenin. Tidak boleh tidak. Setiap ia buang air besar, kamu juga harus menemaninya di dalam. Tidak boleh tidak. Sungguh, itu adalah posesif tingkat dewa yang lebih cocok untuk disebut kekanak-kanakan. Saat ‘me time’ sebentar aja, langsung dikatain:

Gitu ya, kamu sukanya ilang-ilangan. Have fun ya!

Kalau pasangan kamu seperti itu, sebaiknya segera tinggalkan. Sebelum akhirnya rambutmu beruban karena terlalu memikirkan banyak masalah. Karena itu, jelas sekali ciri pasangan yang masih kekanak-kanakan.

#3 Hubungan yang dewasa menjaga komunikasi dengan kadar yang tepat. Tidak berlebih-lebihan, dan tidak berkekurangan sampai ilang-ilangan.

Cowok, nih, yang biasanya ilang-ilangan. Antara memang ia sedang sibuk dengan pekerjaannya, atau tengah sibuk menebar pesona kepada yang lainnya. Tapi untuk hal begituan, biasanya cowok yang seringkali bego nutupin. Sementara cewek, kelihatannya baik-baik aja, padahal dia juga tengah sibuk membalas pesona pria lain. Cuma, lebih rapi aja dalam menyimpannya. Hahaha.

Oke, biar enggak melebar jauh-jauh, kita balik ke topik.

BACA JUGA : Kamu di-PHP? Biar nggak sakit hati, lakukan hal berikut ini!

Pasangan yang dewasa, berkomunikasi secara pas. Tidak lebih, tidak kurang. Kalau misalnya ia sibuk kerja, maka ia selalu meluangkan waktu disela-sela break kerja, untuk menghubunginya, meski sekedar:

Aku lagi makan siang loh. Makan siangnya di warteg.

Agar lebih informatif, bisa juga ditambah dengan:

Aku lagi makan siang loh. Makan siangnya di warteg. Menurut ibuk pemiliknya, warteg ini dibangun pada tahun 1945 loh. Bersamaan dengan Indonesia merdeka. Warteg ini dibangun di atas tanah seluas 1 hektar loh.

Dan lain sebagainya. Intinya, kalau ada apa-apa, dan dirasa itu penting, segeralah berkabar.

#4 Hubungan yang kekanak-kanakan, tak memiliki arah. Seperti kata Armada pada lagunya: ‘Mau dibawa ke mana?’

pasangan belum dewasa
Foto : hdwallpapersrocks.com

Hubungan yang sudah dewasa, tahu alasan kenapa mereka menjalin hubungan. Tahu ke mana hubungan mereka akan diarahkan. Tahu, apa-apa saja yang perlu masing-masing lakukan sebelum mencapai tujuan utama bersama: pernikahan. Seperti, bekerja dengan baik, menabung untuk biaya pernikahan, membaikkan pribadi masing-masing, dan banyak lagi.

Sementara pasangan yang kekanak-kanakan, hampir bisa dibilang tak memiliki rencana-rencana seperti di atas. Agenda-agenda dalam pertemuannya hanya sering diisi dengan menyalurkan nafsu satu sama lain. Masing-masing tidak tahu, akan dibawa ke mana hubungan tersebut. Bahkan, beberapa ada yang terang-terangan bilang: ‘buat seneng-seneng aja’.

#5 Ciri pasangan yang dewasa, saling menghormati pola pikir dan perilaku satu sama lain. Mengingatkan dengan lembut jika salah, dan menerimanya dengan bijak.

Dalam menjalin hubungan, mungkin ada banyak hal yang memang satu suara. Tetapi pada hal lainnya, ada yang memang satu sama lain saling berbeda. Pasangan dewasa, menyikapi hal-hal tersebut secara bijak. Ia bersedia mengingatkan, jika pasangannya salah. Pasangannya pun, bersedia menerima nasihat dengan hati lapang. Begitu pula sebaliknya. Dan jika ada perbedaan pandangan pada hal-hal tertentu, keduanya bisa saling menghormati.

BACA JUGA : Tanda-tanda dia tidak serius dalam menjalin hubungan

#6 Ikut-ikutan apa yang pasangannya lakukan, adalah salah satu ciri hubungan yang kekanak-kanakan.

ikut-ikutan pasangan
Foto : pausecafein.fr

Ikut-ikutan, kalau toh itu ternyata berdampak baik bagimu, enggak apa-apa. Yang dimaksud di sini, yang sampai masuk ke level kekanak-kanakan, adalah kalau yang buruk sekalipun diikuti juga.

Misal kekasihmu rajin ibadah, itu diikuti enggak apa-apa. Kalau dia orang yang berbakti kepada kedua orangtua, itu diikutin enggak apa-apa. Yang payah itu kalau kekasihnya adalah pencuri, lalu kamu ikut-ikutan nyolong demi membahagiakannya. Jangan. Itu adalah ciri pasangan kekanakan. Mencuri, cukup dilakukan sekali saja. Tepatnya, mencuri hatimu hingga membuat kau terpikat padanya.

#7 Hubungan yang dewasa selalu mendorong satu sama lain agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Hubungan yang dewasa itu bukan menerima seseorang karena sekarang ia sudah menjadi apa. Tetapi, hubungan yang dewasa terjadi karena masing-masing belum matang pada beberapa atau banyak hal, lalu saling sepakat satu sama lain untuk membaik bersama. Maju bersama. Pada hal ini, intinya adalah, masing-masing memiliki keinginan untuk membaikkan diri.

#8 Sementara pada hubungan yang kekanak-kanakan, cenderung memaksamu untuk menjadi sepertinya. Dan fatalnya, kamu menurutinya.

baju couple
Foto : www.aliexpress.com

Lihat, betapa stresnya kamu, saat pasangannya terus-menerus memaksa, untuk menjadi orang yang ia inginkan. Menjadi orang yang bukan dirimu. Misalnya saja, kamu cowok. Pasanganmu, suka sekali Hello Kitty. Lalu dia memaksamu agar sprei di kamar kamu yang semula lambang tim sepak bola atau superhero, diganti menjadi gambar Hello Kitty yang penuh dengan nuansa pink-pink gitu.

BACA JUGA : 6 Hal ini lebih kejam dari kata “Putus”

Atau pada hal lain. Contoh: pasangan yang dewasa, pasti akan memaklumi jika pasangannya menghubungi semua orang yang dikenalnya untuk meminta maaf saat lebaran. Termasuk, jika yang dihubungi adalah mantannya sekalipun. Bagi pasangan yang dewasa, yang penting paham bahwa konteksnya jelas. Dan masing-masing sudah memiliki rasa percaya satu sama lain.

Berbeda dengan pasangan yang kekanak-kanakan, yang cenderung akan melarang pasangannya untuk meminta maaf pada seluruh orang yang lawan jenis dengannya. Pokoknya tidak boleh minta maaf, apapun alasannya. Kalau begini, kasihan dong, ia enggak boleh minta maaf kepada orangtuanya yang berbeda jenis kelamin dengannya. Sadarlah wahai pasangan labil! Sadarlah!

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.