Makan Bareng Siapa yang Bayar? Ternyata Begini, Lho, Tradisi ‘Siapa yang Harus Bayar’ di Berbagai Negara

1.548 views
via: oala.com

Kumpul-kumpul bareng teman atau kolega kantor, entah itu untuk makan bersama atau sekedar hangout di kafe, tentu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Namun, perkara siapa yang harus membayar tagihan atau bagaimana membayar tagihan makan nantinya bisa memicu persoalan, lho.

Yup, mulai dari repotnya menghitung jumlah tagihan masing-masing orang, membagi pajak dan service, belum lagi kalau ada makanan yang ‘dimakan bersama-sama’. Hemm, ini bayarnya patungan atau ada yang mau sukarela bayarin semua, nih?

Makin bingung lagi kalau kamu keluar bersama kolega kantor. ‘Kita yang menawarkan untuk membayar tagihannya (untuk menunjukkan profesionalitas) atau bayar sesuai tagihan masing-masing saja?’

Sebenarnya, menentukan siapa yang harus membayar itu enggak sesulit kelihatannya, kok. Yup, kalau dengan teman dekat, Kawan Muda tinggal membuat kesepakatan saja di awal mau makan sendiri-sendiri atau makan tengah. Lalu bicarakan juga bagaimana sistem pembayarannya nanti.

Kalau pergi dengan kolega kantor, jika pergi dengan atasan, kamu boleh menawarkan untuk membayar. Namun idealnya, mereka yang posisinya lebih tinggilah yang membayar. Kalau dengan kolega yang posisinya setingkat, kalian bisa mendiskusikan baik-baik bagaimana baiknya tagihan tersebut dibayar. Lebih baik sih bayar sendiri-sendiri sesuai tagihan ya, atau kalau makan tengah (makan bareng-bareng ) ya dibagi rata semua.

Nah, tradisi membayar seperti ini ternyata enggak berlaku sama, lho, di setiap Negara. Yup, setiap tempat memiliki kebiasaan sendiri. Bahkan, kebiasaan yang paling sopan di sebuah Negara mungkin saja merupakan kebiasaan yang dianggap enggak sopan di Negara lain!

Daripada makin penasaran, yuk kita lihat tradisi ‘siapa yang harus bayar’ di beberapa Negara di dunia, seperti yang dilansir dari Hipwee.

1. Kawan Muda pernah istilah Dutch Pay enggak? Istilah yang berasal dari Belanda ini memiliki arti bahwa masing-masing orang harus membayar sendiri. Meskipun diajak oleh orang lain, kalau enggak ada kesepakatan bahwa itu ‘traktiran’ (atau orang yang mengajak bilang bakal traktir), ya, mereka harus bayar sendiri-sendiri.

Kalau pergi makan di Belanda berlaku sistem bayar sendiri-sendiri, kecuali yang mengajak bilang mau bayarin | via: financhill.com

2. Orang lelaki paling tua diharuskan membayar semua tagihan, begitulah tradisi yang berlaku di Korea Selatan. Yup, enggak peduli berapa total tagihan, lelaki yang lebih tua idealnya menawarkan diri untuk melunasi tagihan makan.

Di Korea Selatan, orang yang lebih tua (utamanya laki-laki) idealnya menawarkan diri untuk membayar | via: femalenetwork.com

BACA JUGA:


3. Kalau di Negeri Paman Sam alias Amerika Serikat, masyarakatnya terbiasa untuk membagi tagihan sama rata atau biasa dikenal dengan sistem split the bill. Kata mereka sih kalau dibagi rata (meski ada yang pesan harganya lebih mahal atau lebih murah), enggak bakal ribet atau pusing menghitungnya :”)

Orang Amerika Serikat lebih suka membagi rata semua tagihannya agar tidak ribet | via: dawn.com

4. Berbeda dengan Thailand, siapa yang mengajak maka dialah yang membayar. Hehe, jadi jangan sekali-kali ya meminta membagi atau menghitung tagihan kalau kamu yang ‘mengundang’ orang lain untuk makan bareng.

Di Thailand, orang yang mengundang adalah yang membayar tagihan | via: theromantic.com

5. Kalau di Swedia, terdapat restoran yang menawarkan untuk membayar makanan di depan. Ya, mirip kalau kita makan di foodcourt gitu, bayar langsung. Jadi nantinya enggak akan bingung memikirkan siapa yang harus bayar karena setiap orang sudah membayar ketika memesannya.

Di Swedia, masing-masing orang membayar makanannya sendiri saat memesan sehingga tidak perlu menghitung bill | via: valpak.com

6. Negara Australia memiliki kebiasaan yang hamper sama nih dengan Amerika Serikat. Saat makan bersama, mereka akan membagi sama rata tagihan makanannya. Namun terkadang, orang yang punya penghasilan tertinggi akan membayar lebih banyak.

Membagi rata tagihan juga berlaku di Australia | via: howcast.com

7. Kalau pergi dengan teman seumuran, orang India biasanya membagi rata tagihan makan. Anggota lelaki yang paling tua akan menjadi pihak yang bertanggung jawab membayar tagihan saat acara makan bersama keluarga besar.

Anak muda di India akan membagi rata tagihan makan | via: cbronline.com

8. Bagi orang Filipina, membayar tagihan itu adalah sebuah kehormatan tersendiri. Meski ditolak mentah-mentah oleh tamunya, mereka keukeuh untuk membayar semua tagihannya.

Tuan rumah adalah pihak yang membayar, itulah yang berlaku di Filipina | via: goeastmandarin.com

9. Tak berbeda jauh dengan Filipina, orang-orang di Vietnam juga menganggap bahwa membayarkan tagihan tamu adalah sebuah kehormatan. Dan tamu akan dianggap enggak sopan jika menolaknya.

Vietnam juga menganut tradisi yang sama dengan Filipina. Membayar tagihan adalah sebuah kehormatan | via: dailymail.co.uk

10. Masyarakat Kanada lebih suka yang simpel nih kalau bayar tagihan. Mereka akan membayar sendiri apa yang dipesan dan dimakan. Jadi tagihannya terpisah biar enggak ribet ngitungnya.

Agar tidak ribet, orang Kanada lebih suka membayar sendiri makanan apa yang mereka pesan | via: businessinsider.com

11. Orang Italia juga menganut sistem split the bill kalau mereka pergi dengan teman dekat. Beda lagi kalau pergi makan dengan kolega kantor, yang paling tua dan memiliki jabatan tinggilah yang membayar makanannya.

Ketika pergi bersama teman, orang Italia membagi rata tagihannya. Saat bersama kolega kantor, yang paling tua dan memiliki jabatan tinggilah yang membayar | via: indiatimes.com

Whoa, ternyata beda Negara beda juga, ya, cara membagi tagihannya. Jangan sampai nih pas diundang sama teman yang asli Belanda ke pesta ulang tahunnya, kamu kepedean mengira ditraktir, hihi. Sebelum mereka bilang bakal ditraktir, pastikan kamu menyiapkan uang yang cukup biar enggak malu-maluin dan enggak salah paham.

Hemm, kalau di Indonesia sih enggak ada tradisi tertentu, ya. Namun, kita terbiasa bayar sendiri-sendiri atau membagi rata tagihan jika pesan menu yang sama harganya. Eh, atau Kawan Muda punya tradisi sendiri nih siapa yang harus bayar saat makan atau kumpul-kumpul bareng?