Terenyuh melihat satwa liar mati kehausan, lelaki ini rela melakukan perjalanan berjam-jam demi memberi minum satwa liar!

14.511 views
via: shareably.net

Patrick Kilonzo Mwalua adalah pahlawan bagi satwa liar di Taman Nasional Tsavo Barat, Kenya, Afrika. Tak melebih-lebihkan, lelaki berusia 41 tahun ini rela menempuh perjalanan berjam-jam untuk memberi minuman pada satwa liar.

Perubahan iklim global yang membuat Kenya dilanda kekeringan beberapa bulan terakhir, tak hanya mempengaruhi kehidupan warga, tetapi juga kehidupan satwa liar. Lubang-lubang air dan vegetasi pun mengering di hampir semua taman nasional dan cagar alam.


BACA JUGA : Keren banget! Perempuan asal Jepang ini luncurkan game buatannya di usia 81 tahun!


Melihat kondisi tersebut, Mwalua tak mau tinggal diam. Dia tidak mau melihat satwa liar kehausan atau bahkan mati jika tidak diambil tindakan segera. Bagaimana perjuangan Mwalua dari mengumpulkan air hingga memberi minum satwa-satwa liar tersebut? Mari kita simak kisah selengkapnya 🙂

Patrick Kilonzo Mwalua, yang berprofesi sebagai petani kacang, tergugah hatinya setelah melihat satwa liar di Taman Nasional Tsavo terancam mati karena kekurangan air.

via: boredpanda.com

Efek pemanasan global membuat Kenya dilanda kekeringan. Bahkan, Presiden Uhuru Kenyatta memberlakukan keadaan darurat nasional.

via: boredpanda.com

“Hujan jarang turun dan wilayah ini benar-benar kekurangan air. Tak ada yang memberi minum satwa-satwa liar. Jadi, aku memutuskan untuk memberi mereka minum,” ujar Mwalua.

via: boredpanda.com

Mwalua pun menyewa truk tangki air dan rela menempuh perjalanan berjam-jam untuk mengisi lubang-lubang air di beberapa lokasi di Taman Nasional Tsavo.

via: boredpanda.com

“Kalau aku tidak mengambil tindakan segera, mereka akan mati kehausan.”

via: boredpanda.com

Terbiasa memberi minum satwa-satwa liar di Taman Nasional Tsavo, Mwalua sudah sangat akrab dengan mereka. Setiap Patrick datang membawa air, satwa-satwa tersebut langsung mengerubungi dan menyapanya.

via: boredpanda.com

“Karena tak ada air, hewan-hewan sangat bergantung pada manusia…”

via: boredpanda.com

Ada kejadian yang membuat Mwalua bahagia sekaligus terenyuh. Suatu malam, Mwalua menemukan 500 kerbau sedang menunggu di lubang air. Ketika dia datang, kerbau-kerbau itu bisa mencium bau air dan mereka pun berjalan mendekati Mwalua.

via: boredpanda.com

“Mereka begitu bersemangat meneguk air yang kubawa…”

via: boredpanda.com

Pengorbanan dan perjuangan Mwalua untuk menyelamatkan kehidupan satwa liar, membuat banyak orang kagum. Pemerhati lingkungan hidup asal AS, Cher Callaway, Tami Calliope, dan Angie Brown, membantu Patrick dengan melakukan penggalangan dana di GoFundMe.

via: boredpanda.com

Wah, menginspirasi sekali ya kebaikan Patrick. Bagaimana menurutmu, Kawan Muda?

via: boredpanda.com

Air memang menjadi komponen penting dalam menyokong kehidupan di bumi. Pemanasan global dan membludaknya jumlah populasi, telah membuat kualitas dan kuantitas air berkurang.


BACA JUGA : Gadis kecil berusia 5 tahun ini menjadi pengasuh satu-satunya bagi neneknya setelah ditinggal ibunya. Mengharukan dan hebat!


Satwa-satwa liar mulai berjatuhan karena kekurangan air. Hmm… Apa kabar manusia nantinya jika sumber air bersih di bumi berkurang?!

Yuk, mulai sekarang kita tingkatkan penghargaan terhadap air dengan tidak mencemari sumber air dengan sampah dan lebih bijak dalam menggunakan air 🙂