Roadshow #10 Pahlawan Digital, Ketika Pengusaha Kecil dan Generasi Millenial Bertemu untuk Majukan Ekonomi Indonesia

899 views
pahlawan digital
Foto: Kita Muda

­­Setelah 4 bulan terhitung sejak bulan Mei lalu, kemarin (4/9) roadshow #PahlawanDigital telah memasuki kali kesepuluh.

Roadshow #10 Pahlawan Digital yang bertajuk Fasilitiasi dan Edukasi UMKM Go Online: UMKM Go Online Road to One Million tersebut merupakan puncak dari rangkaian roadshow sebelumnya dari program #PahlawanDigital yang diinisiasi Jagoan Hosting Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang, dan BLANJA.com.

Di roadshow puncak ini, anak muda di Kota Malang yang berasal dari beberapa universitas dan yang tergabung dalam komunitas akhirnya bertemu dengan sekitar 700 pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di Malang Raya. Kedua belah pihak nantinya diharapkan bisa saling berkolaborasi agar produk UMKM lokal bisa bersaing dengan produk asing atau bahkan Go Internasional.

pahlawan digital
Foto: Kita Muda

Berlangsung di Aula UIN Maulana Malik Ibrahim, Roadshow 10 #PahlawanDigital menghadirkan 3 pakar dibidangnya yang menjelaskan seluk beluk berwirausaha di era digitalisasi. Mereka diantaranya Dias Satria yang merupakan founder UMKM Jagoan, founder UKM Malang Adi Saraceno (marketing melalui media digital), dan Arief Shinchan yang merupakan owner RIF Photography.

Mengawali rangkaian diskusi yang seru, Dias Satria berbagi tips tentang bagaimana cara branding yang baik dan tepat di era digital  seperti sekarang ini. Dias menekankan peserta untuk be genuine, karena produk yang terpercaya dan berkualitaslah yang nantinya mampu bertahan.

pahlawan digital
via: Instagram @dias.satria

“Ketika menjual produk juga jangan asal jualan produk. Kita harus bisa menghasilkan produk yang mampu “bercerita” dengan baik. Dan yang paling penting nih, jangan lakukan branding tanpa tahu siapa target customer-nya,” kata Dias menambahkan.

Sama halnya dengan Dias Satria, Adi Saraceno yang berbagi ilmu tentang digital marketing juga mengimbau pemilik UMKM untuk mengetahui target pasar atau siapa pelanggan mereka terlebih dahulu agar bisa melakukan pemasaran.

pahlawan digital
via: Instagram @adisaraceno

“Kebanyakan UMKM menjual produk yang mereka buat tanpa mengetahui akan dipasarkan ke mana. Di era digital, target customer itu penting. Pahami masalah pasar, tentukan target customer yang spesifik, baru kemas dan pasarkan produk dengan menarik agar menimbulkan ketertarikan sehingga mendapatkan order,” ucapnya mantap.

Adi Saraceno juga menyinggung hal penting lain yang harus dipahami pemilik UMKM  ketika memasarkan produk lewat media digital yaitu fotografi produk. Di zaman sekarang ini, kalau gambar produknya kurang menarik, jangan anggap ada orang yang mau membeli.

Ini yang sering diabaikan oleh pemilik UMKM karena mereka menganggap untuk menghasilkan foto produk yang berkualitas dibutuhkan peralatan lengkap dan harganya mahal. Mereka akhirnya memotret produk seadanya, padahal fotografi produk memegang peranan penting dalam meningkatkan jumlah penjualan produk.

Arief Shinchan kemudian berbagi tips menarik tentang bagaimana mengambil foto produk berkualitas dengan smartphone. Menurut Arief, kriteria foto produk yang bagus itu sebenarnya tergantung barang apa yang ingin difoto.

pahlawan digital
Foto: Kita Muda

“Misalnya untuk makanan, foto yang baik ya makanan itu harus terlihat detail, angle dan komposisi atau penataannya harus pas, serta warna makanannya juga harus diperhatikan.”

Arief Sinchan kemudian mempraktikkan langkah-langkah memotret produk makanan dengan menggunakan smartphone dan memanfaatkan kertas karton putih untuk alas (background foto). Peserta pun makin antusias dan bahkan beberapa diantaranya mendekat ke depan agar bisa melihat dengan jelas.

pahlawan digital
Foto: Kita Muda

Edukasi tentang seluk beluk berwirausaha di era digital yang berlangsung seru dan penuh antusiasme tersebut berlangsung selama satu setengah jam yang diakhiri dengan sesi tanya jawab. Setelah Ishoma, acara dilanjutkan dengan memulai tahapan selanjutnya dari program #PahlawanDigital yaitu breakout.

Pada tahapan ini, anak muda yang punya skill digital marketing (buzzer) atau graphic design jempolan (crafter), akan dipertemukan dengan UMKM yang belum Go Online. Anak muda inilah yang akan menjadi #PahlawanDigital alias motor penggerak agar produk UMKM lokal nantinya dapat bersaing di pasar Internasional dan daya tarik masyarakat terhadap produk lokal meningkat.