Orang-orang yang pernah bikin video klip untuk Coldplay sampai hasilnya keren kayak gini!

1.984 views
via: LaguBaruKu.com

Bisa dibilang, video klip merupakan representasi dari musik dan lirik-lirik yang menyertainya. Video klip menjadi penting, karena video klip adalah perwakilan band atau musisi dalam bentuk audio visual. Bagaimana citra orang-orang akan grup musik atau musisi tersebut, salah satunya, bergantug dari bagaimana hasil dari video klip yang diproduksi. Kalau video klip itu berkualitas, maka image penikmat akan baik. Kalau buruk? Coba jawab sendiri. Yang terbaik dari itu semua adalah lagu yang bagus, dikemas dengan musik yang baik, dan dibungkus dengan video klip yang berkualitas. Lengkap sudah!

Selama Coldplay berkarir, pendengar kerap dibuat terperangah oleh lagu-lagu mereka yang easy listening, dan video klip mereka yang sangat menakjubkan. Dari sini Kita Muda melihat bahwa Coldplay tak main-main dalam bermusik. Mereka betul-betul menjaga itu sejak karyanya masih berbentuk benih, lalu lahir, sampai didandani dengan cantik oleh video klip. Sungguh pengawalan karya yang apik, yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh manusia-manusia perfeksionis. Dan, inilah mereka, beserta karya yang telah diciptakan untuk Coldplay.

Mat Whitecross – Every Teardrop Is A Waterfall, Paradise, Charlie Brown, A Sky Full of Stars, Christmas Lights, Adventure Of A Lifetime.

via: Zimbio.com
via: Zimbio.com

Mat Whitecross adalah seorang sutradara kelahiran Oxford. Ia adalah sutradara yang paling banyak bekerjasama dengan Coldplay untuk mengerjakan video klip. Sejauh ini, sudah 6 video klip yang telah digarap Mat Whitecross. Dan, inilah hasilnya:

Every Teardrop Is A Waterfall dari album Mylo Xyloto.

Paradise dari album Mylo Xyloto.

Charlie Brown dari album Mylo Xyloto.

A Sky Full of Stars dari album Ghost Stories.

Single Natal, Christmas Lights.

Adventure Of A Lifetime dari album A Head Full of Dreams.

Jamie Thraves – The Scientist dan God Put a Smile Upon Your Face

via: michellendukurca2.blogspot.com
via: michellendukurca2.blogspot.com

Jamie Thraves adalah sutradara kelahiran Essex, Inggris tahun 1969. Dia memulai karier dalam bidang visual dengan bikin film eksperimental di tahun 1989 ketika ia belajar di University of Hull. Lalu pada tahun 1991 ia membuat film pendek berjudul Stratch dan The Take-Out. Kerennya, kedua film pendek itu menang beberapa penghargaan. Tak cukup sampai di situ! Tahun 1993 Jamie Thraves masuk ke Royal College of Art. Di sana, pada tahun 1995 ia bikin film berjudul The Hackney Downs dan menang award lagi.

Setelah keluar dari Royal College of Art, Jamie Thraves membuat sebuah video dari lagu “Just” milik Radiohead. Setelah hasil video klip itu mencuat ke publik, banyak band-band yang mempercayakan kepadanya untuk dibuatkan video klip. Hingga kemudian Coldplay tertarik untuk mengajaknya bekerjasama memproduksi video klip untuk lagunya, The Scientist. Lewat video klip ini, baik Coldplay maupun Jamie menyabet 3 piala Moon Men di ajang MTV Video Music Award 2003. Lalu berlanjut ke kerjasama memproduksi video klip untuk lagu berjudul God Put A Smile Upon Your Face, yang menceritakan tentang seorang businessman dan petualangan misteriusnya.

Sophie Muller – In My Place dan Fix You

via: d2p1nnn035jt22.cloudfront.net
via: d2p1nnn035jt22.cloudfront.net

Sophie Muller adalah sutradara kelahiran London tahun 1962. Dia berpengalaman menggarap video klip artis-artis papan atas seperti Gwen Stefani, Blur, The Stone Roses, No Doubt, Garbage, The Killers, Beyonce, dan band yang sedang Kita Muda bahas: Coldplay.

Dalam video klip In My Place, Sophie Muller mengambil video personil Coldplay ketika berada di sebuah ruangan kosong yang cuma ada personil Coldplay dan dua kru yang duduk di belakang. Inilah hasilnya.

Sedangkan video klip Fix You merupakan hasil editan dari footage 2 konser Coldplay di tanggal 4 dan 5 Juli 2005 di Reebok Stadium di Bolton, Inggris. Lalu digabung dengan pengambilan gambar Chris Martin saat menyusuri lorong dan perkotaan hingga berlari ke atas panggung.

Tim Hope – Don’t Panic dan Trouble

via: alchetron.com
via: alchetron.com

Tim Hope adalah sutradara asal Inggris yang antara kuliah dengan pekerjaannya sekarang sangat bertolak belakang. Bagaimana tidak, Tim Hope adalah seorang lulusan filsafat dan teologi alias ilmu agama. Dia pernah jadi stand up comedian. Tapi ternyata, rupanya ia memiliki bakat terpendam dalam bidang animasi. Bakat tersebutlah yang kemudian menjadikan karirnya cemerlang, yakni dengan menjadi sutradara beberapa video musik dari band seperti R.E.M, Jimmy Eat World, dan band yang sedang kita bahas: Coldplay. Bersama Coldplay, ia memproduksi 2 video klip: Don’t Panic dan Trouble. Dua-duanya dari debut album Coldplay, Parachutes. Kalau Kawan Muda melihat dengan saksama dua video klip Coldplay itu, kentara sekali ciri khas Tim Hope di sini, yakni ciri yang memadukan antara shooting live dan animasi. Lewat video klip berjudul ‘Trouble’, pada tahun 2002 Tim Hope berhasil menyabet penghargaan pada MTV Video Music Award untuk Best Art Direction.

Don’t Panic

Trouble

James Frost – Yellow

via: s3-eu-central-1.amazonaws.com
via: s3-eu-central-1.amazonaws.com

James Frost dikenal sebagai sutradara dengan karya video klipnya untuk band dan artis papan atas seperti Pearl Jam, Interpol, Kylie Minogue, the White Stripes, lalu lagu ‘Come Away With Me’ dari Norah Jones, ‘House of Cards’ dari Radiohead, dan ‘OK Go’s “This Too Shall Pass’ dari OK GO. Itulah yang membuat James Frost kemudian didapuk untuk memproduksi video klip single ‘Yellow’ dari Coldplay, yang diambil dari debut album Parachutes.

James Frost menggarap video klip tersebut bersama dengan Alex dari The Artist Company. Shooting videonya di pelabuhan di daerah Dorset, Inggris. Saking simpelnya, video ini cuma menampilkan Chris Martin yang menyanyi sendirian menggunakan jaket anti air. Video klip ini dibuat secara one take, Kawan Muda. Dan shootingnya dibuat dengan teknik slow motion. Saat mengerjakannya, James dan Alex harus mengambil 50 frame per detik, jauh lebih cepat dari speed biasa. Lalu setelah shooting, Chris harus menyanyi lagu dengan double speed, agar antara audio dan visualnya bisa cocok. Kerja keras dari 2 sutradara handal itulah yang kemudian melambungkan nama Coldplay ke sirkuit musik Inggris di awal milenium.

Hype Williams – Viva La Vida

via: Zimbio.com
via: Zimbio.com

Kalau biasanya Coldplay sering mempercayakan video klipnya kepada sutradara-sutradara asal Inggris, maka kali ini, untuk video klip dari lagu Viva La Vida diserahkan kepada Hype Williams, seorang sutradara kelahiran Queens, New York. Dia adalah sutradara African American yang banyak menangani video klip dari berbagai artis seperti Wu Tang Clan, Usher, OutKast, No Doubt, Hoobastank, baru kemudian kepercayaan dari Coldplay diberikan kepadanya pada tahun 2008.

Meskipun Hype Williams awalnya bercita-cita ingin menjadi seniman seperti Basquiat dan Keith Harring, kemudian mengawali karirnya dengan menjadi artis graffiti, namun bukan berarti ia tak piawai dalam meracik video klip. Dalam produksi video klip lagu Viva La Vida, ia terinspirasi dari lukisan Eugène Delacroix’s, La Liberté guidant le peuple yang jadi cover albumnya Coldplay. Makanya Kawan Muda tak perlu heran kalau dalam video itu Hype Williams memasukan Coldplay ke dalam nuansa lukisan.

Vania Heymann dan Gal Muggia – Up and Up

via: www.haaretz.com
via: www.haaretz.com

Terakhir, ada video klip lagu ‘up and up’ yang disutradarai oleh Vania Heymann dan Gal Muggia. Vania Heymann adalah Sutradara asal muda Israel yang berumur 30-an. Ia pernah belajar di Bezalel Academy of Art and Design tahun 2010 jurusan Komunikasi Visual. Sedangkan Gal Muggia adalah seorang sutradara, screenwriter dan editor. Gal Muggia dikenal dengan visual uniknya dan gaya sinematiknya yang mengagumkan.

Dalam video “Up and Up”, Vania Heymann membawa teknik montase jadi lebih surealis dengan menyinggung isu-isu kontemporer seperti menunjukkan pacuan kuda di atas air, kura-kura mengambang di subway dan gunung berapi nyeburin popcorn dalam video klip. Menurut Kita Muda, itu sangat brilian! Tak cuma teknik montase aja, Vania Heymann bahkan juga membawa Coldplay ke berbagai lokasi shooting, salah satunya ke pegunungan Biokovo di Kroasia.

Tak cukup sampai di situ! Vania Heymann bahkan sampai menggandeng menggandeng GloriaFX demi mendapatkan efek visual yang keren. For your information, GloriaFX adalah sebuah perusahan visual effect asal Ukraina yang dibentuk oleh Anatolii Kuzmytskyi dan Max Colt. Visual effect dari artis-artis papan atas sudah pernah ia kerjakan, seperti Lil Wayne, Snoop Dogg, Wiz Khalifa, Chris Brown, Daft Punk, Foals sampai Justin Bieber, Nicki Minaj, dan Ciara. Jadi kalau hasilnya sampai sekeren itu, dan yang nonton di youtube udah 99 juta lebih orang, Kita Muda sama sekali enggak heran, sih.

Kalau menurut Kawan Muda, video klip Coldplay yang paling keren yang mana?