Di zaman yang semakin berkembang ini, tak hanya teknologi yang semakin maju perkembangnya. Angka para pengguna internet pun akan terus bertambah seiring majunya perkembangan teknologi tersebut. Semakin banyak orang yang berseluncur di dunia maya, maka semakin banyak pula orang – orang yang menyediakan konten yang yang mampu dinikmati tiap orang.

Berbicara mengenai konten, konten dapat dikatakan sebagai sebuah media yang mampu menyampaikan pesan, segala hal yang memuat informasi dan hiburan, serta muatan kisah. Apa pun bentuk konten tersebut, selama disajikan secara unik, menarik, dan bermanfaat, maka konten tersebut akan selalu menjadi daya tarik bagi para penikmatnya.

Mengutip dari sebuah essay yang sempat ditulis Bill Gates pada tahun 1996 silam, ia menuturkan bahwa Content is King. Menurutnya, dari sebuah konten yang berkualitas, seseorang bisa mendapatkan banyak keuntungan dari konten tersebut. Itulah sebabnya, suka atau pun tidak, konten selamanya akan menjadi raja.

Foto: Kita Muda/My Bite

Melihat betapa krusialnya kedudukan konten di zaman sekarang, Kita Muda kembali mengajak para pembaca membedah proses pembuatan konten kreatif dalam sebuah acara yang bertajuk Ki-Talk #3″#JeniusKonten: Di BalikLayar Kreatif”. Acara yang diselenggarakan di DW Coffee Shop Malang pada 27 Januari 2018 kemarin merupakan acara lanjutan dari Ki-Talk sebelumnya.

Di acara tersebut, Kita Muda tak hanya mengundang para pembicara yang memang menggeluti dunia konten kreatif, tapi juga mengundang para pembacanya agar terlibat langsung dengan para pemateri dengan sesi tanya jawab yang sangat diapresiasi oleh para peserta.

Sesaat setelah acara dibuka oleh MC dan moderator, Linda Kurtanti selaku program director Radio Elfara Malang, langsung menceritakan pengalaman dan suka dukanya sebagai content creator dalam menyediakan konten yang kreatif dan berbeda.

Foto: Kita Muda/My Bite

Sebagai pembicara pertama, Linda mengaku bahwa untuk menjadi seorang program director, ia dituntut untuk terus mengembangkan ide – ide yang ada tanpa lupa untuk memperhatikan apa yang disukai oleh para pendengar. Dilanjutkan dengan pernyataan selanjutnya, Linda juga mengatakan bahwa seorang content creator itu harus memiliki kepekaan sosial.

“Kalau mereka (content creator) hanya mengandalkan idealisme aja tapi enggak punya kepekaan sosial, jadinya konten yang sudah susah susah dibuat tadi enggak jalan dong, ” lanjutnya menanggapi pertanyaan tentang bagaimana cara membuat konten yang disukai banyak orang.

Foto: Kita Muda/My Bite

Linda yang menyatakan bahwa posisi seorang program director adalah ‘otak’ dari konten yang dibuat, ternyata memiliki pemikiran yang sama dengan Hidan dari Hisstory Film. Pria yang bernama lengkap Syahidan Zainullah itu menganggap bahwa profesinya sebagai produser bagaikan orangtua yang membesarkan anaknya.

“Produser itu kayak membesarkan anak, dibawa dari kecil sampai gede, kalau udah gede dan membanggakan, kita juga merasa bangga gitu,” ucapnya. Untuk pengembangan ide sebuah film, Hidan mengaku membutuhkan waktu lebih lama pada tahap pra produksi dibandingkan dengan waktu eksekusinya.

Foto: Kita Muda/My Bite

Sementara itu, Yudistira Maulana atau yang akrab disapa Yudis, menutup sesi diskusi dengan sepatah kata yang sangat membangun. Saat ditanyai tentang bagaimana mengevaluasi sebuah konten, video creator yang aktif menuangkan video-video uniknya di Instagram tersebut berkata ,”Jika kita ingin berkembang, konten yang sudah dibuat tadi jangan dievaluasi sendiri, harus tetap liat karya orang lain juga, biar ide kita enggak stuck disitu – situ aja “.

Setelah masing-masing pembicara menyampaikan pengalaman mereka dalam meramu konten, moderator kemudian membuka sesi pertanyaan bagi para peserta diskusi. Acara Ki-Talk #3 ditutup dengan penyerahan bingkisan menarik dari Aremafood.com dan Bites Cake untuk para pembicara dan para peserta diskusi yang bertanya, serta goodie bag dari Jawa Timur Park untuk para pemenang kuis.

Foto: Kita Muda/My Bite

Ki-Talk tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan dari Dw Coffee Shop, Radio Elfara FM, Hisstory Films, Iki Malang, Mahasiswa Malang, Lett Magazine, Bites Cake, AyasMalangSaja, Event Malang, Malang Channel, Kabar Malang, Aremafood.com, dan My Bite.