Meski UMR-nya bikin nangis darah, hal-hal ini lho yang bikin orang-orang betah kerja di Jogja…

Jogja itu benar-benar istimewa, sepertinya semua orang sepakat dengan ungkapan ini. Enggak hanya mereka yang memang asli Jogja, sanjungan ini juga datang dari kaum pendatang. Mereka yang awalnya hanya mampir untuk liburan atau menuntut ilmu, mendadak jatuh cinta dan ingin menambatkan hatinya pada kota yang memiliki julukan Kota Gudeg dan Kota Pelajar ini.

Tak sedikit juga dari mereka yang ingin lebih lama menjadi bagian dari Kota Jogja dengan memutuskan untuk tinggal dan bekerja di kota ini. Padahal nih, UMR di Kota Jogja itu enggak besar-besar amat, lho! Hanya sekitar Rp 1.500.000 saja! Nah lho!


BACA JUGA :


Lantas, apa sih yang bikin orang-orang ini bersikukuh untuk tinggal atau pindah ke Jogja padahal dari segi gaji bisa bikin sesak nafas begitu?! Dilansir dari Inovasee.com, berikut adalah alasan yang dilontarkan mereka yang mengaku betah bekerja di kota yang katanya ngangenin itu.

1. UMR boleh rendah, tapi biaya hidupnya murah meriah.

via: yogyakarta.panduanwisata.id

Mungkin karena julukannya Kota Pelajar, Jogja dipadati banyak pendatang yang rata-rata masih sekolah/kuliah. Tentunya harga-harga pun menyesuaikan kantong para mahasiswa. Karena itulah, bagi mereka yang sudah bekerja, biaya hidup di sana bisa dibilang murah. Mulai dari makanan, kebutuhan pokok, hingga kos-kosan enggak mencekik banget lah harganya kalau ukuran kota besar.

2. Kalau kemana-mana dekat dan enggak semacet kota-kota besar lain.

via: kusnantokarasan.com

Kota besar itu identik dengan macetnya, pokoknya bikin stress deh! Tapi Jogja itu beda. Kalau dibilang enggak macet sih enggak, tapi terbilang masih lenggang lah saat jam padat. Ya, kecuali saat high season sih, hehe. Selain itu, tempat-tempat strategis di Jogja juga dekat dan waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain di dalam kota paling hanya 20—30 menit.

3. Keramahan masyarakatnya itu, lho, bikin makin betah tinggal di sana.

via: indonesiad.com

Tinggal di tengah-tengah lingkungan yang masyarakatnya sederhana dan guyub rukun itu benar-benar nyaman, ya. Enggak seperti kota besar lain yang identik dengan masyarakatnya yang individualis dan enggak kenal sama tetangga kanan kiri, hehe. Kalau begini sih pantes, meski jauh dari kampung halaman dan UMR segitu-gitu aja, masih saja ada yang betah kerja di Jogja dan menganggap Jogja  “rumah” sendiri.

4. Kalau stres kerja, banyak tempat wisata menarik yang siap menghibur

via: visit-jogja.com

Kalau stress kerja dari Senin—Jumat, di hari Sabtu dan Minggu kamu bisa “kabur” ke tempat-tempat wisata yang ada di Jogja. Mau wisata pegunungan, bukit-bukit, hutan, hingga pantai, semuanya ada. Ya, meski agak jauh dari pusat kota, tapi perjalanan ke tempat wisata tersebut enggak memakan waktu berhari-hari. Seru banget, kan?

5. Selain tempat wisata menarik, event seru yang digelar juga jadi daya tarik yang bikin betah.

via: modest.id

Salah satu gelar lain yang disematkan pada Jogja adalah gelar Kota Budaya. Secara otomatis, banyak banget suguhan event budaya dan kesenian di kota ini. Nah, kalau lagi penat kerja dan pengin hiburan yang dekat-dekat saja, datang ke event-event seru ini bisa jadi obat pelepas stress. Waduh, pantas saja mereka yang kerja di Jogja enggak stress-stress amat meski UMR-nya bikin ngelus dada!

Bagaimana Kawan Muda? Setuju enggak dengan alasan di atas? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *