Kenapa Sih Colokan Listrik di Tiap-Tiap Negara Berbeda-beda? Ternyata Begini Alasannya…

Kawan Muda yang pernah bepergian ke luar negeri, pasti sudah akrab dengan colokan universal. Benda kecil satu ini kalau sampai kelupaan bisa bikin repot. Belum lagi yang bepergian ke Amerika lalu ke Jepang harus nyiapin colokan yang berbeda lagi. Kenapa yah?

Ternyata, pada tahun 1986 keputusan Intenational Electrotechnical Commission (IEC) sudah menetapkan colokan Tipe N yang menjadi standar nasional. Namun, keputusan IEC ini tidak begitu diapresiasi loh Kawan Muda.

Begini asal mula kenapa colokan jadi beraneka modelnya.

Sejarah Awal

via: worldstandards.eu

Pada saat perangkat elektronik pertama ditemukan, para produsen memikirkan cara untuk memproduksi colokan yang murah. Jadilah colokan yang seperti sekrup ulir lampu. Lalu pada tahun 1920, colokan bercabang dua mulai dikembangkan.

Karena dinilai kurang aman, colokan bercabang dua ini kemudian digantikan dengan colokan bercabang tiga. Colokan bercabang tiga ini menjadi asal mula colokan Tipe N.


BACA JUGA:


Perbedaan Pendapat

via: iec.ch

Amerika yang bahkan telah menetapkan dan mengembangkan standar elektriknya sendiri, masih tidak bisa di beberapa negara. Alasannya karena standar keaman yang dinilai kurang bagi negara lain. Sementara Jerman membawa dampak colokan standar mereka pada perang dunia. Lokasi jajahan jerman kemudian menggunakan colokan standar mereka.

Sampailah pada tahun 2007 dimana Brazil mendukung keputusan IEC dengan menetapkan colokan tipe N sebagai colokan standarnya. Ini pun diikuti beberapa negara di Asia, Amerika Latin, dan Afrika.

Jadi seperti itu lho alasan kenapa colokan di tiap negara berbeda. Biar enggak kebingungan kalau bepergian ke luar negeri, kamu harus tetap nyediain colokan universalmu yah 😉

Sumber: Worldstandards

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *