Bullying atau penindasan tidak hanya tentang seorang anak yang memiliki tubuh besar atau tinggi dan kuat menindas (memukul) mereka yang lemah. Bullying mencakup aspek yang lebih luas dari itu.

via: indiatimes.in

Selain bullying fisik yang memang kasat mata efeknya, ada tipe bullying lain yang tak terlihat tapi efeknya begitu mendalam dan bisa berlangsung lama; yakni cyber bullying dan verbal bullying.

Tak tampak secara psikis, verbal dan cyber bullying punya dampak paling buruk.

Menurut psikolog Liza Marielly Djaprie, seperti yang dikutip dari Tempo.co, cyber bullying dan verbal bullying adalah dua tipe bullying yang tidak terlihat tapi efeknya mematikan. Liza pun menambahkan, meskipun tidak ada bekas luka layaknya bullying fisik, bullying melalui kata-kata bisa memicu seseorang bunuh diri.

via: cinemorgue.wikia.com

Itu adalah kondisi ekstremnya. Efek psikologis lain yang akan dirasakan korban seperti kehilangan rasa percaya diri hingga depresi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Korban bullying secara verbal tak hanya tersiksa secara psikologis, mereka juga mengalami keluhan fisik tertentu seperti sakit kepala, migrain, dan keluhan fisik lainnya.

via: sdamustang.com

Mulutmu harimaumu dan di era digital seperti ini, jarimu harimaumu. Karena bullying melalui kata-kata sekarang marak dilakukan melalui media sosial. Lalu, bagaimana seseorang bisa dikatakan telah melakukan verbal bullying?

Definisi verbal bullying tak hanya mengolok atau mengejek saja, berhati-hatilah!

Ternyata verbal bullying itu banyak jenisnya, Kawan Muda, antara lain pemberian nama atau julukan tertentu, menghina, mengejek, mengintimidasi, komentar bernada rasis, dan sebagainya.

via: latimes.com

Menurut Liza, karena penerimaan seseorang berbeda-beda, berhati-hatilah saat memberi nama sebutan pada teman. Mungkin Kawan Muda menganggapnya gurauan, tapi jauh di dalam lubuk hati teman kamu, bisa jadi dia menganggapnya sebagai olokan.

Mengingat sifatnya lebih emosional dan psikis serta sulit dibuktikan, ada baiknya kita berhati-hati pada jenis bullying ini. Jika tidak ingin menjadi pem-bully dan membuat hidup orang lain sengsara, jagalah perkataan.

via: verilymag.com

Jika tidak ingin orang terdekat menjadi korban, jangan sepelekan jika mereka mendapatkan ejekan, hinaan, atau sindiran dari orang lain. Ajaklah mereka bicara dari hati ke hati agar bisa mencegah kemungkinan terburuk seperti depresi bahkan bunuh diri.