Kalian pasti tahu film Battleship Island, kan? Yupsie, film dari Korea Selatan yang diperankan oleh mas ganteng Soong Joong Ki ini menceritakan tentang sebuah pulau dan di dalamnya terdapat kota yang dipenuhi dengan orang Korea yang dipaksa untuk bekerja disana. Film ini sebenarnya diangkat dari kisah nyata, karena kota dan pulau dalam cerita itu benar-benar nyata. Setelah sekian lama, kota tersebut kemudian menjadi kota hantu yang tidak berpenghuni sehingga penampilannya terkesan kotor, dan tidak terawat.

Tapi sebenarnya banyak lho, kota-kota di dunia yang tidak berpenghuni meskipun memiliki fasilitas yang modern. Dilansir dari brightside, kita akan melihat berbagai macam kota yang tidak berpenghuni. Bedanya sama film Joong Ki adalah kota ini terlihat mewah, modern, dan terawat. Penasaran kan apa saja kotanya? Yuk, kita lihat:

1. Kangbashi, China

via: shutterstock

China memang terkenal dengan kemajuan infrastrukturnya yang pesat, dimana hampir setiap tahun kota-kota baru dibangun setiap tahunnya. Namun sayangnya banyak dari kota-kota tersebut sedikit penghuninya, bahkan tidak sedikit yang kosong. Kenapa bisa begitu? Ternyata harga real estate yang mahal menjadi penyebab sedikit orang yang mau tinggal di kota-kota baru tersebut. Salah satu kota “hantu” terbesar di China adalah Kangbashi, yang terletak di distrik Ordos. Di kota ini ada ribuan rumah serta infrastruktur untuk kemudahan aktivitas warganya, seperti bandara, taman, gedung bioskop dan teater, hingga museum. Sudah dibangun sejak tahun 2001, namun hingga kini hanya sekitar 2% yang tinggal di kota tersebut. Padahal kota tersebut menargetkan sekita 1 juta orang tinggal disana.

2. Cirueña, Spanyol

via: staticflickr.com

Pada awal tahun 2000an Cirueña merupakan sebuah desa kecil di wilayah utara Spanyol. Tapi beberapa tahun kemudian Cirueña diubah menjadi sebuah kota yang dapat menampung hingga 10.000 orang. Untuk dapat menunjang padatnya penduduk, dibangun juga 100 cottages serta apartemen yang terdapat restoran, toko mewah, kolam renang, hingga golf club. Namun karena adanya global krisis tahun 2008 mengakibatkan pendanaan untuk keberlangsungan Kota Cirueña menjadi sulit. Kini, Cirueña hanya berpenduduk lebih dari 100 orang, tetapi semua infrastruktur yang ada berfungsi sepenuhnya.

3. Tianducheng, China

via: dailymail.co.uk

Satu lagi kota hantu di China selain Kangbashi, yaitu Tianducheng. Berada di wilayah timur China, kota yang dijuluki replika dari Paris ini dibangun dengan model dan style yang sama seperti di Champs-Élysées, Notre-Dame de Paris, bahkan ada replika dari Menara Eiffel juga, lho! Dibangun sejak tahun 2007 dengan target 100.000 orang penghuni, kota ini bertujuan untuk mengubah pemikiran “terpencil” bagi kaum urban. Tapi sayangnya karena harga real estate yang mahal, membuat orang segan untuk tinggal di Tianducheng. Saat ini Tianducheng lebih populer untuk mereka yang ingin melakukan sesi pre wedding, karena kemiripannya dengan kota Paris asli.

4. Kilamba, Angola

via: brightside.me

Kota Kilamba dibangun dengan bantuan investasi dari perusahaan China, yang bertempat 30 km Luanda, ibukota Angola. Kilamba dibangun dengan sebagai bentuk “janji” dari Presiden Jose Eduardo do Santos, yang menjanjikan kontruksi gedung-gedung tersebut akan selesai secepat mungkin. Kilamba selesai dibangun pada tahun 2012, dan ada 750 apartemen yang dapat menampun 500.000 orang, serta lebih dari 100 tempat belanja, serta lusinan sekolah. Tapi sayangnya karena kehidupan penduduk di Angola berada dalam garis kemiskinan, mengakibatkan penduduknya tidak mampu untuk membeli apartemen yang ada di Kilamba. Secara total, populasi kota Kilamba saat ini hanya sekitar 1000 orang.

5. Thames Town, China

via: sometimes-interesting.com

Yupsie, lagi-lagi China. Kalau Tianducheng merupakan copy dari Paris, maka Thames Town merupakan copy dari London. Ditargetkan untuk 10.000 penduduk, Thames Town bahkan “memiliki” Sungai Thames sendiri, rumah bergaya Victorian, gereja model gothicbooth telephone merah, serta patung Harry Potter dan James Bond. Untuk dapat membangun Thames Town, dana yang dikeluarkan mencapai US$800 juta. Namun karena krisis ekonomi global, mengakibatkan banyak orang tidak mampu untuk membeli rumah di kota tersebut, bahkan orang kaya sekalipun. Sama seperti Tianducheng, Thames Town saat ini populer dikalangan pasangan yang hendak melakukan sesi pre wedding. 

6. Kota Masdar, Uni Emirat Arab

via: masdar.ae

Kota Masdar adalah sebuah eco city yang dibangun 17 km dari Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab. Dibangun dengan dana mencapai US$ 22 milyar, kota ini ditargetkan untuk 50.000 penghuni. Sebagai eco city, kota ini memiliki sistem untuk meminimalisir emisi karbon, dan ada sistem recycling sendiri untuk sisa sampah kota. Namun sayangnya, kota ini saat ini dihuni oleh 300 orang, dengan rata-rata penduduknya merupakan mahasiswa dari Masdar Institute of Science and Technology. Penduduknya tidak boleh untuk memiliki mobil, dan hanya satu toko yang buka. Apabila ingin membeli kebutuhan rumah tangga, penduduknya harus pergi ke kota sebelah.

7. Kijong-dong, Korea Utara

via: mainhistory.com

Desa di Korea Utara, Kijong-dong, berada dekat dengan zona demilitarisasi dan satu-satunya desa yang dapat terlihat dari Korea Selatan. Desa ini dulunya dibangun pada tahun 1950an dengan tujuan untuk mempromosikan standar kehidupan yang tinggi setelah melewati perbatasan negara. Official statement-nya sih bilangnya ada sekitar 200 keluarga yang tinggal di kota ini. Tapi kalau diperhatikan lebih seksama, rumah-rumah disana lebih terlihat sebagai “kotak kosong” tanpa ruangan. Lampunya selalu menyala, dan terkadang ada pria atau wanita yang membersihkan jendela disana, hampir sama seperti 15 tahun lalu. Uniknya lagi, desa ini juga menjadi pusat propaganda antara Korea Utara dan Korea Selatan, melalui speaker yang menyuarakan lagu militer, lagu rock, hingga berita militer.

Nah gimana Kawan Muda, ajaib juga kan kondisi dari 7 kota diatas? Apakah kalian tertarik untuk tinggal di kota ini? Kalau iya, share pendapat kalian di kolom komentar, ya!