Media memiliki peran yang penting dalam membentuk opini publik. Ya, pandangan masyarakat terhadap suatu permasalahan sangat tergantung pada media yang mereka baca atau akses. Dewasa ini, media tampaknya semakin marak menggiring opini publik pada tokoh dan pihak-pihak tertentu atau pada suatu kasus. Itulah sebabnya, perang pendapat di media sosial atau pecah kongsi antar kelompok tak dapat dielakkan.

Melihat kenyataan ini, kita sebagai pembaca enggak boleh mentah-mentah menelan berita yang ada. Yup, ada baiknya kita melakukan cross check dan enggak mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan satu sudut pandang saja. Kenapa?

Seorang intelektual asal AS, Noam Chomsky, pernah mengatakan bahwa media itu cenderung tidak netral dalam memberitakan sesuatu. Media memiliki taktik tertentu untuk memanipulasi masyarakat. Lantas, cara-cara apa saja sih yang digunakan media untuk menggiring opini kita? Simak yuk ulasannya berikut ini.

 1. Mengalihkan perhatian masyarakat dari isu-isu penting (utamanya jika berkaitan dengan pemerintah atau kesejahteraan masyarakat) dan menggiring kita untuk membaca hal-hal yang sebenarnya enggak penting seperti foto-foto atau kisah lucu.

via: brightside.me

2. Membesar-besarkan suatu masalah yang sebenarnya belum terbukti kebenarannya atau masih dalam proses penyelidikan. Sebagai contoh kasus artikel NASA tentang pergeseran zodiak. Hal tersebut sebenarnya hanya sebuah pengandaian, tapi disampaikan oleh media lain dengan nada “jumlah zodiak akan berubah dan kita akan mengalami pergeseran zodiak”.

via: brightside.me

BACA JUGA:


3. Dalam membentuk suatu opini, media menggunakan strategi bertahap. Maksudnya, jika ada suatu topik yang menimbulkan masalah, beritanya disebar secara bertahap dari waktu ke waktu. Bukan sekaligus dibahas dalam satu waktu.

via: brightside.me

4. Selanjutnya adalah strategi “menunda”. Ketika ingin menggiring rakyat untuk memutuskan sesuatu yang sulit diputuskan, media akan mengajak kita untuk berpikir bahwa akan ada keputusan terbaik di kemudian hari—bukan sekarang. Dengan begitu, kita akan lupa dengan masalah pelik yang belum berhasil ditemukan solusinya.

via: brightside.me

5. Media menipu penonton dengan nada kekanak-kanakan. Ya, kita dibuai dengan bahasa atau bahasan yang cenderung membuat kita tidak kritis dalam melihat suatu permasalahan. Intinya, media tertentu berusaha menyuapi kita dengan berita yang menurut “mereka” layak untuk kita konsumsi.

via: brightside.me

6. Memainkan emosi penonton atau pembaca, itulah salah satu keahlian media. Dan hal ini membuatmu tak bisa berpikir secara rasional atau objektif ketika menanggapi suatu permasalahan.

via: brightside.me

7. Media membiarkan masyarakat dalam ketidaktahuan. Ya, saat mengakses berita tertentu, masyarakat hanya diberi sedikit garis besar tentang kasus tersebut agar mereka tidak berusaha mencari tahu lebih dalam (pengecualian jika orang-orang yang mengaksesnya memang kritis dan berusaha mencari tahu sendiri).

via: brightside.me

8. Untuk membuat masyarakat berada dalam ketidaktahuan, media menggiring kita untuk menikmati tontonan yang bersifat hiburan seperti gosip, komedi, sinetron, dan sebagainya.

via: brightside.me

9. Media juga membuat masyarakat menyalahkan diri sendiri atas permasalahan yang ada di sekitar. Intinya, sesuatu yang disampaikan media cenderung mencegah masyarakat untuk melakukan protes dan membuat masyarakat merasa bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

via: brightside.me

Nah, sekarang Kawan Muda sudah tahu kan bagaimana media berusaha untuk memanipulasi pendapat kita? Mulai sekarang, yuk jadi pembaca dan penonton yang bijak dan jangan asal comot berita begitu saja.

Kamu pasti bosan kan kalau harus terus-menerus bersilat lidah dengan orang lain atau bahkan teman sendiri gara-gara memperdebatkan suatu kasus? Semoga informasi di atas bermanfaat, ya 😉

Sumber: Brightside