Kehidupan rumah tangga itu penuh kejutan, apalagi jika pasangan suami istri telah dikaruniai buah hati. Kehadiran anak bisa membuat kehidupan suami istri berubah 180 derajat.

Tak hanya aktivitas sehari-hari mereka sebagai suami istri saja yang berubah, masing-masing individu (tanpa disadari) juga mengalami perubahan sikap dan sifat ketika akhirnya menjadi seorang ayah atau ibu.

Apakah ini berarti pertanda baik atau malah buruk? Semua tergantung pribadi masing-masing. Namun umumnya, keberadaan anak membuat pasangan suami istri menjadi lebih bijak dari sebelumnya karena mereka memiliki tanggung jawab baru.

Nah, kira-kira perubahan apa saja sih yang akan terjadi ketika sudah memiliki anak? Yuk, cari tahu melalui ilustrasi yang lucu dan jujur banget tentang kehidupan suami istri setelah memiliki anak berikut ini.

1. Sebelum punya anak, kamu mungkin bingung kalau lihat karya seni yang biasa saja dipajang di pameran. Setelah punya anak, gambaran anak kamu yang hancur saja pasti kelihatan bagus. Karena kamu tak lagi melihat bagus tidaknya, tapi usaha mereka untuk membuat karya.

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Kalau sudah punya anak, seseorang cenderung lebih peka | via: brightside.me

2. Kalau beli barang sih selalu memikirkan kualitas. Tapi yang dibeli sudah beda. Bukan mobil atau motor lagi, tapi stroller atau sepeda anak :”)

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Prioritas barang yang dibeli juga berbeda, tapi kualitas tetap nomor satu | via: brightside.me

3. Pergi liburan pun yang dibawa udah beda. Prioritasnya sudah beda juga, hihi…

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Liburan ketika sudah memiliki anak membutuhkan banyak persiapan | via: brightside.me

4. Nah lho, mencoba olahraga dan mencari ketenangan. Eh, dikira ngajak mainan sama anak :”)

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Menjadi orangtua membuat kita harus pintar-pintar mengatur waktu untuk ‘me time’ | via: brightside.me

5. Berjalan di ruangan tengah malam menjadi tantangan. Takut keinjak mainan anak yang berantakan!

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Harus sabar melihat mainan anak yang bertebaran di mana-mana | via: brightside.me

6. Mau lagi? Gantiin popok maksudnya :”)

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Waktu mesra-mesraan dengan pasangan pun berkurang saat ada anak | via: brightside.me

7. Kalau sudah punya anak, kamu enggak butuh ‘banyak’ untuk bisa bahagia. Hal-hal kecil saja bisa bikin bahagia.

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Ketika menjadi orangtua, hal-hal kecil bisa membuat kamu bahagia | via: brightside.me

8. Dulu rajin bersih-bersih, kalau sudah punya anak mendadak malas bersih-bersih karena pasti diberantakin lagi :”)

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Bersih-bersih menjadi tantangan sendiri kalau punya anak yang masih kecil | via: brightside.me

9. Berangkat kerja terasa berat. Bukan karena meninggalkan pasangan, tapi anak-anak yang enggak mau ditinggal.

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Anak-anak tak mau orangtuanya pergi kerja | via: brightside.me

10. Dulu masih sayang banget sama barang pribadi. Setelah punya anak, pasrah deh. Kasihan juga si anak kalau kita terlalu posesif ke barang :”)

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Rasa posesif terhadap barang pribadi mulai berkarang | via: brightside.me

11. Sudah enggak bisa kerja di rumah lagi. Kalau pulang, anak pasti mengajak bermain atau minta dibantuin mengerjakan PR.

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Waktu untuk bekerja di rumah mulai berkurang | via: brightside.me

12. Perubahan yang paling signifikan adalah pada prioritas hidup kamu. Anak menjadi utama, kebahagiaan dan keselamatan mereka adalah nomor satu. Kalau anak senang, kamu pasti ikutan senang juga.

Kehidupan suami istri sebelum dan sesudah punya anak
Ketika menjadi orangtua, prioritas seseorang berubah | via: brightside.me

Namun yang pasti, anak adalah sebuah karunia. Mungkin kamu merasa kehidupan berubah drastis setelah ada anak.

Tapi coba bayangkan di luar sana, banyak sekali pasangan yang menginginkan momongan dan harus berjuang keras untuk mendapatkannya.