Kawan Muda pastinya sudah familiar banget nih, dengan apa yang disebut sebagai lampu lalu lintas. Sejak pertama kali dikenalkan, lampu lalu lintas memang sudah dibuat untuk mengatur laju lalu lintas di Kota London yang sangat padat dengan pejalan kaki dan para pengendara kereta kuda kala itu.

Meskipun terkadang kita tak terlalu memperhatikannya, lampu lalu lintas ternyata sangat berperan penting untuk keselamatan kita loh. Kita bisa saja terhindar dari kecelakan karena perannya. Tapi tahukah kamu, kalau pada awal penerapannya, lampu lalu lintas malah memakan korban loh!

Heran enggak? Kok malah makan korban sih? Ternyata semua ini ada hubungannya dengan warna yang ada pada lampu lintas itu sendiri.

Kali ini, Kita Muda akan menjelaskan ke kalian semua, kenapa ketiga warna pada traffic light, enggak dipilih sembarangan.


BACA JUGA:


Lampu lalu lintas dengan dua warna

via: eskipaper.com

Seperti yang kita ketahui tadi, korban pertama dari penerapan lampu lalu lintas tersebut adalah seorang polisi yang bertugas untuk mengontrolnya. Kecelakan ini terjadi karena penerapan lampu lalu lintas yang belum matang. Saat itu, ide  menerapkan lampu lalu lintas untuk mengatur laju kendaraan diambil dari metode semapur yang mengontrol lajur kereta api.

Nah, kejadian yang terjadi pada 9 Desember 1868 tersebut ternyata disebabkan oleh hal ini. Lampu lalu lintas untuk kereta api hanya memiliki dua tanda, yaitu “Go” dan “Stop”. Sehingga orang akan berhenti mendadak, karena tak ada aba – aba untuk berhenti.

Kembali populer diawal abad 20

via: marktraffic.com

Setelah empat dekade berlalu, negara Amerika Serikat merupakan negara yang terbanyak menetapkan hak paten untuk inovasi – inovasi lampu lalu lintas yang kembali populer. William Ghiglieri disebut sebagi pemegang hak paten untuk model lampu lalu lintas otomatis pada tahun 1917.

Sementara untuk peran tiga warna, pertama kali diusungkan oleh seorang polisi Amerika yang bernama William L. Potts ditahun 1920. Meskipun belum otomatis, usulan William tersebut kemudian mulai diterapkan di beberapa wilayah di Amerika Serikat.

Simbol dan makna dari pilihan warna lampu lalu lintas

via: Carlos Alberto Gómez Iñiguez – Unsplash.com

Merah dipilih karena warnanya yang sangat menyala, yang berarti jika kita lihat dari jarak jauh pun, kita akan langsung mengenali warna tersebut berwarna merah. Warna merah ini biasanya disimbolkan sebagai bahaya. Bisa diartikan pula jika kamu tak ingin kena bahaya, kamu harus berhenti sekarang.

Hijau dipilih karena mampu mengambil perhatian mata kita. Karena panjang gelombang spektrum pada warna hijau lebih rendah daripada kuning, ini menandakan bahwa warna ini lebih mudah untuk dikenali. Warna hijau pada lampu lalu lintas berarti “Oke” atau aman.

Sementara warna kuning yang hadir belakangan diambil untuk menandakan keadaan untuk waspada. Salah satu alasan kenapa warna kuning dipilih untuk menyimbolkan bahaya adalah karena warnanya yang hampir mudah dikenali seperti pada lampu merah.

Nah, jadi itu tadi alasan kenapa lampu lalu lintas memiliki tiga warna dan alasan di balik pemilihan warna tersebut.

Sumber: Berbagai Sumber