Fat-shaming adalah komentar negatif terhadap orang-orang yang dirasa memiliki berat badan berlebih atau gemuk.  Mungkin sebagian besar dari kita enggak menyadari telah melakukan fat shaming kepada orang lain.

Misalnya saat bilang bahwa teman kita gendutan atau mengomentari bagian tubuhnya yang dianggap ‘bulat’ atau ‘berlemak’.Meskipun hanya bercandaan semata, fat shaming bisa berdampak negatif, lho, pada kondisi mental seseorang.

Berbicara tentang body shaming, khususnya fat shaming, seorang fotografer bernama Haley Morris-Cafiero  mencoba untuk mengabadikan reaksi masyarakat saat melihat orang gemuk di sekitarnya.

Meskipun banyak kampanye yang digalakkan agar masyarakat berhenti melakukan fat shaming, hal ini ternyata enggak menghentikan mereka untuk memandang orang gemuk dengan tatapan yang tidak seharusnya.  Hal ini bisa kita lihat dari foto-foto hasil jepretan Haley berikut ini.

Fotografer asal Amerika Serikat tersebut terdorong untuk melakukan eksperimen sosial ini karena terinspirasi oleh pengalaman pribadinya.

via: boredpanda.com

Di tahun 2010 silam, Haley mengambil foto selfie dirinya di kawasan Times Square, New York. Dia kaget saat melihat hasil foto tersebut.

via: boredpanda.com

Ya, ternyata ada seorang lelaki yang berdiri tepat di belakang Haley saat dia ber-selfie ria. Lelaki tersebut memandang Haley dengan tatapan yang tidak enak ke arah tubuhnya.

via: boredpanda.com

Haley sadar bahwa lelaki itu sedang mengomentari bentuk tubuhnya. Semua tergambar jelas dari raut wajahnya.

via: boredpanda.com

Sebelumnya, Haley memang sering mendengar komentar-komentar negatif terkait bentuk tubuhnya. Namun belum terpikir olehnya untuk mengabadikan ekspresi orang-orang tersebut. Hingga akhirnya insiden ‘selfie’ terjadi.

via: boredpanda.com

BACA JUGA:


Haley pun bertekat mengabadikan setiap ekspresi orang yang memandang tubuhnya dengan tatapan yang tidak seharusnya.

via: boredpanda.com

Dia meletakkan tripod di tempat yang sering dilewati banyak orang, lalu berpura-pura sibuk melakukan sesuatu senormal mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan orang yang lewat.

via: boredpanda.com

Haley pun tak menggunakan pakaian yang nyentrik atau make up berlebih untuk menarik perhatian orang yang lewat. Dia berpenampilan senormal mungkin dan mencoba berbaur dengan keramaian.

via: boredpanda.com

Seperti dugaannya, senormal apa pun penampilannya, ada saja orang-orang yang memandang tidak enak pada dirinya—tubuhnya.

via: boredpanda.com

Mereka memang tidak meneriakkan secara langsung bahwa Haley gemuk. Namun dari cara melirik atau menatap Haley,  tak bisa dipungkiri bahwa mereka memikirkan sesuatu yang buruk tentangnya.

via: boredpanda.com

Ada apa dengan masyarakat? Ternyata begini ya ‘wajah’ masyarakat kita, hal inilah yang dipikirkan Haley setelah melakukan misinya.

via: boredpanda.com

Masyarakat terlalu cepat men-judge orang gemuk dengan tuduhan yang sangat stereotypical seperti banyak makan atau malas olahraga.

via: boredpanda.com

Padahal, orang tersebut mungkin saja gemuk gara-gara sebab tertentu. Seperti yang terjadi pada Haley, dia menderita hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroid. Hal ini membuat metabolisme tubuhnya lambat sehingga membuatnya kesulitan menurunkan berat badan.

via: boredpanda.com

Meskipun banyak yang memandang negatif bentuk tubuhnya, Haley memilih untuk tutup mata dan telinga. Dia juga tidak bermaksud menyindir atau marah pada masyarakat atas apa yang terjadi padanya.

via: boredpanda.com

Eksperimen sosial yang dilakukan Haley ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Ada yang mendukung dan salut atas tindakannya, ada juga yang mengklaim bahwa pejalan yang lewat belum tentu men-judge tubuh Haley. Mereka hanya penasaran saja dengan apa yang dilakukan Haley dengan tripodnya.

Kalau menurut Kawan Muda, bagaimana pendapatmu tentang proyek foto Haley ini? Share dong di kolom komentar 😉

Sumber: Bored Panda