Sebelum dipasarkan, semua makanan kemasan, entah itu kemasan plastik, karton, atau kaleng, tentu melewati sejumlah proses, mulai dari pencampuran  bahan, pemberian warna dan dibentuk secara menarik, hingga tahap pengemasan.

Sebagai pembeli, kita mungkin melihat makanan kemasan tersebut aman dan layak dikonsumsi, tapi pernahkah kamu mencari tahu bahan-bahan sesungguhnya yang digunakan dalam proses pembuatan makanan kemasan tersebut?

Kita Muda akan membeberkan beberapa fakta mengejutkan di balik pembuatan makanan kemasan yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Fakta-fakta ini bisa membuatmu takjub atau bahkan enggan mengonsumsi makanan tersebut setelah mengetahuinya. Are you ready?

1. Smoked beef

via: rd.com

Smooked beef kemasan yang dijual di supermarket apakah berasal dari daging sapi atau ayam terbaik? Hal ini ternyata masih menjadi misteri. Smoked beef memang terbuat dari daging sapi atau ayam sapi, tapi bagian mana dari daging tersebut yang tidak diketahui.

Apa pun itu, bagian misterius dari daging ayam atau sapi akan dihancurkan hingga menjadi halus seperti pasta lalu dicampurkan dengan bumbu rahasia. Smoked beef kemudian direbus/diasapi, diiris, baru kemudian dikemas.

2. Keripik kentang kemasan

via: rd.com

Salah satu produk keripik kentang mengatakan bahwa mereka adalah potato crisps, bukan potato chips. Memang apa bedanya? Sama-sama keripik kentang bukan? Oh, jangan salah. Potato crisps berarti cemilan ringan tersebut terbuat dari adonan yang ditekan-tekan, bukan kentang asli yang diiris.

Lho, berarti enggak ada kentangnya sama sekali nih? Ada, tapi kentangnya bukan kentang asli melainkan serpihan kentang kering yang sudah dicampur dengan tepung jagung dan beras, tepung gandung, dan minyak. Setelah adonan tercampur, mereka baru dipotong-potong, dimasak, dan dikeringkan.

3. Keju slice

via: rd.com

Ada baiknya kamu mengecek dulu komposisi atau keterangan yang ada pada label keju slice kemasan. Jika di sana tertulis pasteurized process cheeseatau yang artinya keju pasteurisasi, keju tersebut mengandung setidaknya 80—85 persen keju alami. Kalau ternyata di kemasannya tertulis pasteurized process cheese food, keju tersebut hanya mengandung tidak lebih dari 51 persen keju (atau bahkan lebih rendah).

Yup, keju asli sebagai bahan utama akan dicampur dengan minyak, lemak susu, pengemulsi, dan zat tambahan yang membuatnya bisa meleleh saat dipanaskan. Setelah semua bahan tercampur dan dicetak jadi balok, baru deh dipotong jadi irisan kecil dan dikemas.


BACA JUGA:


4. Crab stick dan olahan daging kepiting kemasan

via: rd.com

Kawan Muda tahu kan daging kepiting olahan yang biasanya dijual beku di supermarket? Ternyata oh ternyata, daging kepiting beku tersebut aslinya terbuat dari daging ikan yang dicincang dan dicampur dengan ragi, garam, putih telur, bumbu, dan sedikit daging kepiting (hanya sedikit!).

Semua bahan tersebut akan digiling dan dibentuk menjadi lembaran, baru kemudian dimasak. Biar kesannya seperti kepiting, lembaran tadi dipotong tipis diberi pewarna. ‘Daging kepiting’ yang sudah dipotong kecil kemudian dimasak kembali baru dikemas dengan plastik vakum.

5. Kornet atau daging kaleng

via: rd.com

Tak berbeda jauh dengan smoked beef, daging kornet kalengan juga belum tentu berasal dari bagian daging yang baik. Daging tersebut kemudian dicampur dengan gula, ragi kentang, dan bumbu rempah. Kenapa warnanya terlihat merah muda seperti daging asli? Warna tersebut ternyata berasal dari bahan pengawet sodium nitrat.

6. Susu kental manis

via: rd.com

Susu sapi yang cair, bagaimana caranya ya diubah menjadi susu kental manis? Pertama-tama nih, setelah susu cair diperas dari sapi perah asli dan disimpan dalam milkjar yang steril, susu tersebut akan diuapkan atau dipasteurisasi pada tekanan yang lebih rendah dari tekanan atmosfer.

Nah, proses pasteurisasi ini dilakukan hingga kepekatan susu mencapai 30—40 persen (untuk menghindari kerusakan). Kalau sudah, susu akan dihomogenisasi (agar krimnya tidak berpisah ke atas), diberi garam penstabil dan vitamin D sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam kaleng-kaleng dan disegel.

Nah, sekarang sudah tahu kan rahasia di balik pembuatan produk makanan kemasan? Apakah Kawan Muda terkejut saat mengetahuinya atau malah biasa saja? Share dong pendapat kamu terkait proses pembuatan makanan kemasan ini di kolom komentar 😉

Sumber: Reader’s Digest