Kawan Muda mungkin telah mendengar dan mengetahui bahwa perubahan iklim yang terus-menerus terjadi bisa menimbulkan kerusakan pada ekosistem yang ada di Bumi. Saat ini, kita bisa menyaksikan sendiri dampak dari pemanasan global seperti anomali cuaca di beberapa negara, es yang dari tahun ke tahun meleleh, naiknya permukaan air laut, dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, untuk membuka mata kita semua bahwa Bumi yang kita tinggali sedang sakit dan pemanasan global itu benar-benar nyata, Kita Muda telah merangkum beberapa peristiwa terkait fenomena tersebut. Semoga setelah mengetahuinya, kita bisa melakukan (setidaknya) tindakan-tindakan kecil yang dimulai dari sendiri untuk mengurangi pemanasan global.

1. Beberapa waktu lalu kita dibuat takjub dengan salju yang ada di Gurun Sahara. Eits, tapi jangan terlalu terlena dengan keindahannya hingga melupakan fakta bahwa salah satu tempat terpanas di Bumi mendadak disambangi salju. Nah lho, cuaca ekstrem dan anomali cuaca bukanlah isapan jempol belaka kan?

via: scoopwhoop.com

2. 99,8% spesies penyu hijau di Great Barrier Reef Australia, adalah penyu betina. Perlu diketahui bahwa jenis kelamin penyu ditentukan oleh suhu di sekitarnya, bukan kromosom. Dalam kondisi yang lebih dingin, telur akan memproduksi penyu jantan. Perubahan iklim (kenaikan suhu yang cukup ekstrem) telah membuat rasio jenis kelamin penyu berat sebelah karena kini jumlah penyu betina mendominasi.

via: scoopwhoop.com

3. Musim panas yang terjadi di Australia pada 2017 bisa dibilang memebacahkan ‘rekor’ cuaca dunia. Bagaimana tidak, negara ini mencatat suhu yang sangat tinggi yaitu 52 derajat Celsius! Akibat panas ekstrem, lebih dari 400 ekor kelelawar ditemukan terjatuh dari langit dan mati kepanasan. Salah satu jenis kelelawar yang menjadi korban adalah kelelawar flying fox yang terkenal sebagai penyerbuk aktif dan membantu menjaga ekosistem.

via: scoopwhoop.com

BACA JUGA:


4. Beralih ke Amerika Serikat, negara ini mengakhiri tahun 2017 dengan musim dingin terbeku yang pernah  tercatat dalam sejarah! Tak hanya manusianya saja yang dibuat ‘beku’ dengan suhu dingin yang ekstrem, sejumlah hiu ditemukan mati kedinginan. Bahkan ada iguana yang jatuh dari pohon karena enggak kuat menahan cuaca dingin!

via: scoopwhoop.com

5. Sistem terumbu karang terbesar di dunia yang terletak di Australia, The Great Barrier Reef,  tercancam rusak dan bahkan hilang. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa dua per tiga wilayah Great Barrier Reef mengalami pemutihan akibat meningkatnya suhu laut yang tidak biasa. Ya, suhu laut yang meningkat ekstrem telah membuat warna-warni karang yang cantik menjadi pudar :”(

via: scoopwhoop.com

6. Tahukah kamu kalau delapan pulau di Samudera Pasifik telah hilang? Pulau-pulau tersebut bukannya tiba-tiba hilang di telan bumi. Permukaan laut yang meningkat lebih cepat (ditambah dengan melelehnya es di kutub) telah menenggelamkan pulau-pulau tersebut.

via: scoopwhoop.com

7. Jika Gurun Sahara kini bersalju, Gurun Atacama di Amerika Selatan, yang dijuluki gurun terkering di dunia karena enggak pernah turun hujan sejak ribuan tahun lalu, mendadak ditumbuhi bunga dan berubah menjadi lautan bunga. Indah memang, tapi kita harus berhati-hati karena ini adalah kode bahwa Bumi tengah ‘menderita’.

via: scoopwhoop.com

8. Selama beberapa dekade terakhir, kambing kamois di Pegunungan Alpen, mengalami penyusutan ukuran tubuh. Naiknya suhu di Pegunungan Alpen telah mengubah cara mereka mencari makan dan ini membuat mereka menghabiskan sedikit waktu untuk makan.

via: scoopwhoop.com

9. Saking panasnya, aspal di wilayah Australia sampai meleleh seperti cokelat. Ini benar-benar jadi bukti kan kalau Bumi semakin panas dari tahun ke tahun? Ngeri banget ya, Kawan Muda.

via: scoopwhoop.com

Aduh, dampak-dampak pemanasan global makin nyata dan makin mengancam kehidupan ya. Memang sih, untuk menghentikannya secara total mungkin terdengar mustahil, tapi untuk mencegah agar hal tersebut tidak menjadi lebih buruk dari sebelumnya bukan hal yang mustahil bukan?

Sumber: Schoopwhoop