5 Kebiasaan buruk bermain internet kayak gini, bisa bikin akunmu kena hack

Kebebasan dalam berselancar di dunia maya, membuat kita merasa dekat dengan hal-hal yang nggak kita ketahui maupun sesuatu yang jauh. Kamu juga bisa share apapun tentang dirimu atau saling bertukar informasi pada orang di seluruh dunia.

Tapi, kamu harus tetap waspada, Kawan Muda. Kalau kamu sembarangan ngasih info penting tentang dirimu di internet, bukan nggak mungkin kamu bisa jadi korban cybercrime pada hacker. Kebocoran data pribadi ternyata bisa berakibat hal-hal yang buruk, mulai dari cyberbully atau dirugikan secara materi.

Nah, untuk menghindari hal ini, kebiasaan berikut hendaknya kamu cegah saat menggunakan internet:

#1. Hindari mengakses data penting saat menggunakan wifi umum

via: logo-trends.blogspot.com

Siapa sih yang nggak senang ada wifi publik gratisan? Pastinya Kawan Muda bakalan sering nongkrong di situ ya. But wait! Jangan terlampau seneng dulu. Meski menemukan wifi gratisan udah kayak menemukan oase dalam padang pasir, kamu juga harus ingat untuk nggak mengakses website dengan informasi pribadi kamu yang penting. Seperti nomor telpon, password ataupun alamat rumah apalagi rekening bank.

Soalnya, menggunakan wifi yang bisa diakses siapapun itu bisa disadap dan disimpan para pelaku cybercrime. Ada baiknya kamu perhatikan apakah wifi publik tersebut koneksinya resmi atau nggak. Terus kalau diminta mengisi form yang aneh-aneh jangan dilanjutin.

#2. Mengisi formulir secara online

via: Geek.com

Kamu pasti pernah mengisi formulir secara online di suatu website, entah itu survey atau ikut quiz. Sebelum kamu submit, biasanya yang harus diisi itu data pribadi seperti nama, tempat tinggal bahkan nomor telpon. Sebaiknya, jangan langsung diisi karena kamu nggak tau seaman apakah website itu.

Paling nggak kamu harus pertimbangkan baik-baik, apakah website itu banyak yang tau atau banyak yang pakai atau nggak. Soalnya bisa aja data pribadimu nanti disalah gunakan sama hacker. Tapi hacker jaman sekarang juga bisa membuat web palsu yang sama persis dengan web aslinya. Jadi, kamu perlu meningkatkan kejelian kamu dalam melihat website.

#3. Karena kebutuhan untuk pamer di sosial media itu tinggi, posting sesuatu jadi terlalu bebas

pacaran media sosial
Foto : theladiescoach.com

Setuju nggak sih, sejak ada media sosial kebutuhan Kawan Muda untuk pamer sesuatu jadi ikut meningkat? Boleh aja sih, upload makanan, semegah apa tempat tinggalmu, atau kamu punya motor baru. Tapi kalau kamu nggak mau data privasimu sampai bocor di internet, mending kurangin deh sikap pamer begituan.  Apalagi sampai menunjukkan alamat lengkap atau nomor-nomor penting.

Dengan upload sembarangan, tentu bisa dengan mudah dilacak oleh orang yang nggak bertanggung jawab. Atau kalau kamu emang kepingin posting, saring temen-temen yang baik aja.

#4. Memakai password yang sama untuk semua akun sosial media

media sosial
Foto : cw.iabc.com

Jangan pernah meremehkan password! Dengan alasan ingatanmu yang cukup lemah, pada akhirnya kamu sering menggunakan password yang sama untuk setiap akun sosial mediamu. Misalnya hanya menggunakan satu kata yang mudah banget diingat. Wah, hacker nggak butuh waktu lama tuh buat bobol akunmu.

Coba deh, gunakan password yang sedikit sulit, seperti angka atau huruf unik campuran besar dan kecil. Jangan lupa juga untuk sering mengganti passwordmu secara rutin.

#5. Karena nggak mau ribet, selalu mengiyakan privacy polices

via: www.marketing.co.id

Paham nggak sih, kalau Kawan Muda habis download aplikasi, biasanya diakhiri dengan accept suatu kebijakan yang dibuat pihak software. Nah biasanya juga, kalimat yang panjang dan cenderung berbahasa inggris membuatmu malas untuk membaca dan langsung mengiyakan kebijakan tersebut.

Padahal ngebaca privacy policy ini penting banget loh. Kalau misalnya kebijakan tersebut menuntut kamu untuk berbagi data pribadi yang bisa disimpan sama mereka. Tapi karena kamu asal baca dan klik oke, tamatlah sudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *