Kawan Muda tidak salah baca judul, kok, dan ini juga bukan berita hoax semata. Perkembangan teknologi ternyata memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan manusia, bahkan hingga menyentuh segi spiritual seseorang.

Baru-baru ini beredar kabar munculnya agama baru yang disebut agama Googlism. Merasa tidak asing mendengar namanya?

Google dianggap ‘hal’ yang paling dekat dengan ‘Tuhan’ dan setiap orang merasakan ‘keberadaannya’

via: addict-mobile.com

Ya, nama agama ini diambil dari nama search engine yang paling populer di web (sekaligus nama sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang menjual jasa/produk digital internet), Google. Lantas apa kaitannya agama tersebut dengan Google?

Percaya atau enggak, agama tersebut ternyata menjadikan Mbah Google sebagai Tuhan mereka. Ya, mereka meyakini bahwa Google adalah Tuhan yang sebenarnya karena keberadaan ‘Tuhan’ Google bisa dibuktikan secara ilmiah.

Memiliki perintah pokok yang harus dijalankan layaknya agama pada umumnya

via: psena.com

Ada beberapa hal yang mendasari kenapa para penganut agama ini begitu keukeuh mempertahankan Tuhan mereka. Selain dianggap sesuatu yang mendekati Tuhan Yang Maha Tahu, Google dianggap ada di mana-mana dalam satu waktu.


BACA JUGA:


Google juga bisa menjawab semua pertanyaan mereka yang menyembahnya (saat googling). Tuhan Google juga tak pernah mati dan terus tumbuh selamanya. Bisa mengingat segalanya, tidak melakukan kejahatan, dicari lebih banyak orang jika dibandingkan Tuhan lain, dan bukti keberadaannya nyata, menjadi alasan kuat kenapa penganut Googlism begitu ngotot dengan keyakinan mereka ini.

Seperti agama pada umumnya, agama Googlisme juga memiliki aturan yang wajib diikuti oleh para pengikutnya. Aturan tersebut tercantum dalam The Ten Commandments of Google atau 10 perintah pokok ajaran Google, seperti dilarang menggunakan mesin pencari selain Google, dilarang menciptakan mesin pencari baru, diwajibkan setiap hari membuka Google dan belajar hal baru, hingga larangan plagiat karya orang lain yang ada di Google.

Tak hanya fenomena menyembah Google, ada juga agama baru yang menjadikan kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) sebagai Tuhan!

via: Fossbytes.com

Selain Google, ada juga yang menjadikan kecerdasan buatan sebagai figur Tuhan. Ajaran yang menjadikan AI sebagai Tuhan ini dinamakan Way of the Future yang dipelopori oleh Anthony Levandowski, seorang mantan pegawai Google.

Orang yang bergabung dalam organisasi Way of the Future berusaha mengembangkan dan mempromosikan kesadaran tentang figur Tuhan berbasis kecerdasan buatan.

Wadidaw, agak ngeri juga ya kalau sampai menuhankan buatan manusia seperti ini. Namun enggak bisa dipungkiri juga bahwa saat ini manusia seakan-akan tunduk pada teknologi dan mengagungkan teknologi. Rasanya teknologi adalah bagian dari jiwa dan nafas manusia.

Bagaimana menurut pendapat Kawan Muda menanggapi kemunculan agama Google tersebut? Share yuk pendapat kamu di kolom komentar 😉

Sumber: Kompas.com, Inovasee