Benar-Benar Sadis! Setelah Disiram Air Dingin oleh Pemiliknya, Anjing Ini Dibiarkan Mati Kedinginan di Suhu -32 Derajat Celsius

Ada apa dengan dunia?!? Manusia sudah merasa paling hebat saja!

Lagi-lagi kita dibuat geram dengan ulah sekelompok orang yang tak punya hati nurani sama sekali. Entah setan apa yang merasuki jiwa orang-orang ini sehingga kepekaan terhadap makhluk hidup lainnya semakin hari semakin menipis. Bagaimana tidak, dari hari ke hari makin marak saja kita mendengar berita tentang penyiksaan hewan.

Mungkin masih segar diingatan Kawan Muda, kasus seekor anjing jenis Maltese yang ditinggalkan pemiliknya di dalam mobil yang diparkir di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Anjing bernama Valent tersebut dibiarkan pemiliknya di dalam mobil dari pukul setengah lima sore hingga hampir pukul satu dini hari!

via: tribunnews.com

Meskipun pemilik mengaku sudah terbiasa meninggalkan an jingnya di mobil, tidakkah dia berpikir bahwa mobil yang terkunci sirkulasi udaranya sangat kurang? Bayangkan jika kita yang berada di posisi Valent. Apa mau kita dikunci seperti itu?

Manusia merasa mendominasi, penyiksaan hewan seakan tidak ada habisnya

Dan belum reda kegeraman Netizen dengan kasus Valent, muncul lagi berita dan foto-foto penyiksaan hewan di  Rusia. Seekor anjing di Rusia ditemukan mati kedinginan setelah dibiarkan begitu saja di suhu minus 32 derajat Celsius oleh pemiliknya. Yang lebih tragis lagi, sebelum dibiarkan begitu saja di luar rumah, sang pemilik ternyata menyiram anjing tersebut dengan air dingin.

via: viral4real.com

Kejadian bermula saat salah satu tetangga menemukan anjing tersebut terkapar dengan badan yang telah membeku—menyatu dengan tanah yang ada di bawahnya. Perlu diketahui, peristiwa ini terjadi di wilayah Yakutsk yang notabene adalah kota terdingin yang ada Bumi!


BACA JUGA:


Anjing itu bahkan sudah tidak bisa bergerak sama sekali dan hanya mengerang kesakitan. Dengan sigap, si tetangga segera mencari bantuan agar bisa membebaskan anjing tersebut dan langsung membawanya ke dokter hewan.

via: viral4real.com

Naas, anjing tak berdosa itu harus meregang nyawa karena menderita hipotermia ekstrem. Dokter pun memutuskan untuk memberi suntikan mati (lethal injection) padanya. Ya, hanya itu satu-satunya cara untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan.

Hewan juga memiliki pemahaman dan perasaan

Salah satu relawan yang membantu proses evakuasi pun mengaku kecewa dengan sikap sang pemilik yang tak punya hati nurani sama sekali.

via: viral4real.com

“Aku tidak bisa melupakan bagaimana anjing itu menatap kedua mataku. Kalian pernah kan melihat orang yang begitu kesakitan tapi dia bersikeras untuk bertahan hidup? Aku melihat hal tersebut dari tatapan matanya, ya perasaan ini memang sulit untuk diungkapkan…”

via: viral4real.com

Pasca kejadian naas ini, para aktivis membuat petisi untuk mengadili pemilik anjing yang tak disebutkan namanya itu. Salah satu anggota parlemen Rusia, Sergey Boyarsky, juga mendukung pengusutan lebih lanjut pada pemilik anjing malang tersebut. Hingga kini, petisi telah ditandatangani oleh lebih dari 10.000 orang.

Tak hanya penyiksaan fisik, pembiaran hewan peliharaan juga menjadi bentuk penyiksaan

Setelah melihat kasus Valen lalu beralih pada kasus penyiksaan anjing di Rusia, keduanya merupakan kasus penyiksaan hewan jika merunut pendapat Canadians for Animal Welfare Reform (CFAWR).  Perlakuan pemilik anjing Valen adalah jenis penyiksaan passive cruelty atau penyiksaan tanpa maksud seperti pembiaran pada hewan peliharaan (lupa memberi makan atau minum dan sebagainya).

via: pinterest.com

Sedangkan yang dilakukan pemilik anjing di Rusia adalah jenis penyiksaan active cruelty karena memang dilakukan secara sadar untuk menyakiti si hewan peliharaan. Berkaca dari dua kejadian ini, sebaiknya jangan memaksa untuk memiliki hewan peliharaan jika tidak mampu mengurusnya.

via: inquisitr.com

Karena seperti yang sudah Kita Muda singgung sebelumnya, hewan itu memiliki pemahaman dan perasaan, mereka berhak hidup dengan baik di dunia layaknya manusia. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran ya agar kita bisa mencintai makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

Sumber: Diolah dari berbagai sumber