Jagat media sosial lagi-lagi dihebohkan dengan video anak muda yang memberikan minuman beralkohol kepada rusa dan kuda nil di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor. Video yang diabadikan melalui Insta Stories milik @alyccaaa dan @philipbiondi, yang diunggah ulang oleh akun @makrumpita dan @doniherdadu pada Selasa (14/11/2017) malam tersebut sontak membuat publik dan pecinta hewan geram .

Bagaimana tidak, tindakan  menjadikan hewan sebagai “mainan” atau “bahan gurauan” adalah hal yang tidak dibenarkan. Meskipun pihak Taman Safari Indonesia kini tengah mendalami kasus tersebut dan Polres Bogor juga sudah menghimpun keterangan dari pihak terkait, publik mungkin dibuat khawatir dengan kondisi rusa dan kuda nil yang dicekoki alkohol. Bagaimanakah kondisi mereka sekarang? Apakah hewan bisa mentoleransi alkohol seperti manusia?

Bagi masyarakat Indonesia, pemberian alkohol pada hewan mungkin terdengar aneh, konyol, dan sadis. Namun di luar sana, pemilik kucing dan anjing mengaku pernah memberikan minuman beralkohol pada peliharaan mereka. Meskipun tindakan ini ditentang dan dinilai membahayakan (karena alkohol bisa menurunkan tekanan darah dan menyebabkan kematian), tak sedikit pemilik hewan yang melakukannya.

Bahkan di Kebun Binatang Karaganda, Kazakhstan, petugas terbiasa memberikan ramuan beralkohol untuk mengobati monyet yang sedang flu. Svetlana Pilyuk, seorang ahli di kebun binatang bersangkutan, menyatakan bahwa obat flu yang terbuat dari anggur merah tersebut akan memberikan efek tenang dan tidak membuat monyet mabuk. Karena cuaca di Kazakhstan juga ekstrem, pemberian obat flu beralkohol akan melindungi para monyet dari infeksi pernapasan.

video viral anak muda cekoki hewan alkohol
via: bbc.com

Meskipun belum ada hukum yang jelas-jelas menyatakan bahwa pemberian alkohol pada hewan adalah perbuatan ilegal, cara-cara ini dianggap tercela dan menyiksa hewan. Pelakunya pun bisa dijerat hukum jika terbukti melakukan “penyiksaan”. Apalagi jika hewan menunjukkan tanda-tanda teler atau “keracunan” setelah mengonsumsinya.


BACA JUGA:


Seperti kasus yang menimpa Diane Marcote, warga asal Long Island, Amerika Serikat, tahun 2006 silam. Marcote divonis hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar 2.500 dollar AS (atau setara dengan Rp 33,8 juta) karena menyetir dalam kondisi mabuk dan membiarkan anjingnya ikut mabuk. Anjing milik Marcote sempat dirawat di ruang gawat darurat di sebuah klinik hewan. Meski tak ada tanda keracunan alkohol, anjing malang tersebut sempat mengalami kejang.

video viral anak muda cekoki hewan alkohol
via: petful.com

Pada dasarnya, hewan bisa mengonsumsi alkohol seperti manusia. Ya, ada beberapa jenis hewan yang suka mengonsumsi buah-buahan yang terlalu matang (dan sudah terfermentasi) dan nektar tumbuhan yang kaya alkohol. Menurut entomolog (ahli serangga) Katy Prudic dari University of Arizona, kupu-kupu jantan akan mengonsumsi “alkohol” untuk meningkatkan spermatophore mereka (yang dibutuhkan untuk proses perkawinan dengan kupu-kupu betina). Prudic pun pernah menyaksikan sendiri kupu-kupu yang keluar dari kaleng bir.

Studi yang dilakukan di tahun 2008 juga menemukan bahwa 35 spesies serangga hanya tertarik pada perangkap umpan yang terbuat dari anggur atau bir. Selain itu, dalam studi yang dimuat di jurnal Science, serangga yang tidak kawin ternyata lebih suka mengonsumsi makanan yang mengandung alkohol karena kadar neuropeptida F dalam tubuh mereka rendah (sehingga butuh alkohol untuk memuaskan diri).

video viral anak muda cekoki hewan alkohol
via: imgur.com

Beberapa mamalia juga pernah mabuk setelah mengonsumsi nektar atau tumbuhan yang terfermentasi. Menurut Don Moore dari Smithsonian National Zoo, Washington DC, hewan yang mengonsumsi buah-buahan terfermentasi akan menunjukkan tanda-tanda mabuk, seperti mengantuk dan berjalan dengan linglung. Namun ada juga hewan yang tidak mabuk meskipun mengonsumsi buah-buahan atau nektar yang mengandung alkohol, seperti kelelawar dan tupai ekor bulu (pen-tailed treeshrew).

Monyet vervet asal Karibia juga sudah kecanduan alkohol sejak 300 tahun yang lalu. Bahkan menurut studi yang diterbitkan di jurnal Pharmacology Biochemistry and Behavior, satu dari lima kera lebih memilih mengonsumsi alkohol dibanding air biasa. Dengan adanya fakta-fakta bahwa hewan-hewan tertentu bisa mengonsumsi makanan beralkohol dan mereka baik-baik saja, apakah tindakan pemuda memberi rusa dan kuda nil minuman beralkohol tersebut bisa dibenarkan?

video viral anak muda cekoki hewan alkohol
via: tribunnews.com

Jawabannya tentu saja tidak, Kawan Muda. Tindakan mereka jelas-jelas menyakiti dan menyiksa hewan. Dari pemaparan Kita Muda sebelumnya, hewan-hewan mabuk karena makanan alami yang mereka konsumsi, bukan karena dicekoki minuman keras botolan yang sudah tercampur dengan bahan-bahan kimia lainnya.

Intinya, hewan itu sama seperti manusia. Jika diberi makanan atau minuman yang “tidak sehat”, tubuh mereka akan tersiksa. Peristiwa ini menjadi tamparan hebat sekaligus pengingat bagi semua pihak, agar memperlakukan makhluk ciptaan Tuhan dengan baik.

Jangan merasa paling sempurna sebagai manusia sehingga berhak menjadikan hewan sebagai mainan. Kamu sendiri tentu tidak suka kan jika diperlakukan semena-mena?

Sumber: Diolah dari berbagai sumber