Patung Kartini di Monas Dinyinyiri Netizen Gara-Gara Pakai Aksara Cina! Padahal Aslinya….

Duh, jangan mudah tersulut hoax, guys!

Patung Kartini
Source : detik.com

Patung R.A. Kartini yang berada di sisi timur Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, baru-baru ini ramai diperdebatkan Netizen. Mereka menyayangkan penggunaan aksara Cina di patung Kartini yang notabene adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Kejadian ini bermula dari postingan foto seorang pengguna Facebook. Dalam foto tersebut tampak seseorang tengah berfoto di sisi samping patung Kartini dan terlihat jelas ada tulisan beraksara asing terukir di sana.

Dengan caption yang provokatif, menuding aksara yang terukir adalah aksara Cina, foto tersebut ramai dibahas dan mengundang banyak komentar negatif dari Netizen.

Patung Kartini
via: Facebook Sadewa Putra Sadewa

Padahal faktanya, tulisan pada patung tersebut bukanlah aksara Cina seperti yang dituduhkan Netizen. Ya, tulisan yang terukir pada tembok pedestal patung Kartini ternyata menggunakan aksara Jepang atau huruf Kanji.

Patung Kartini
via: detik.com

Dilansir Kita Muda dari Detik.com, patung R.A. Kartini di Monas adalah pemberian dari Jepang sekaligus simbol persahabatan kedua negara. Patung tersebut diserahkan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yutaka Himura, kepada Gubernur Jakarta Sutiyoso, pada 20 Desember 2005 silam.

Patung Kartini
via: detik.com

Nah, aksara Jepang yang tertulis di sana artinya: “Dipersembahkan Sebagai Lambang Persahabatan Antara Bangsa Indonesia dan Jepang”. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan infiltrasi asing atau semacamnya.

Patung Kartini
via: detik.com

Berkaca dari kejadian tersebut, kita harus selektif nih memilah informasi yang bertebaran di media sosial. Jangan menelan informasi mentah-mentah, apalagi  mudah tersulut atau terhasut akun-akun penebar kebencian.

Patung Kartini
via: detik.com

Jangan sampai deh, kamu kena sanksi UU ITE gara-gara kurang bijak saat bermedia sosial. Jangan pula memecah belah bangsa dengan ikutan mengamini hoax yang tak jelas jeluntrungannya.

Semoga kedepannya, Kawan Muda lebih bijak dalam bermedia sosial, ya!