Penyakit-penyakit yang diderita oleh orang yang rela melakukan apapun demi eksis

manda
Source : wallpaperfolder.com

Sebuah situs bernama psychologytoday.com mengadakan penelitian, dan menemukan bahwa ada jenis penyakit kejiwaan yang membuat seseorang secara perkembangan mental berhenti di usia 13 tahun. Penyakit ini diketahui sebagai akibat dari pola didik, pergaulan sekitar dan sosok panutan atau konsumsi komersil (seperti tontonan televisi, film atau streaming video) yang salah. Dampaknya, orang-orang menjadi haus akan eksistensi.

Lewat artikel ini Kita Muda ingin membahas tentang tanda-tanda jika seseorang terkena penyakit haus eksistensi ini. Siapa tahu, salah satu dari Kawan Muda ada yang menjadi penderita hehehe. Berikut pemaparan kami mengenai penyakit-penyakit mereka.

Selalu fokus kepada aspek-aspek yang berhubungan dengan fisik dan materi terbaik. Karena baginya, pencapaian ialah bisa menjadi pusat perhatian.

amanda
Foto : onedio.co

Berdasarkan penelitian, seseorang seharusnya sudah meninggalkan sikap-sikap seperti memamerkan harta orangtua atau penanggungnya, berusaha memiliki sesuatu hal yang paling pertama hanya demi pengakuan sekitar serta merasa ingin memiliki hal yang lebih bagus dari yang dimiliki lingkungan sekitarnya. Dan, itu semua sepantasnya telah diakhiri tatkala usianya (maksimal) 13 tahun.

Apabila ia sampai melanjutkan pada usia tertentu, ini akan menjadi masalah baginya di masa yang akan datang. Karena di masa depan, materi dan fisik tak lagi begitu penting. Melainkan, lebih kepada skil dan kecerdasan seseorang.

Tak bertanggung jawab dan berbuat semaunya sendiri. Selalu berpikir bahwa akan ada orang yang menanggung akibat dari perbuatannya.

Orang-orang semacam ini, akan menghalalkan segala cara agar dirinya bisa eksis dan diterima oleh sebuah lingkungan. Termasuk, ketika yang ia lakukan tersebut merugikan orang lain. Sedikit pun, dalam dirinya tak ada perasaan bersalah. Karena ia selalu merasa, orang lain selalu di belakangnya, menanggung segala perbuatannya.

Kemampuannya biasa saja, tetapi sudah merasa ahli dalam suatu hal. Fatalnya, ia juga memaksa orang lain untuk mengakui kemampuannya.

Ada pepatah bijak yang mengatakan:

“Orang yang membencimu, tak ingin tahu tentangmu. Orang yang menyukaimu, ingin tahu tentangmu, tetapi bukan darimu.”

Intinya, orang tak begitu suka untuk menunjukkan kekaguman mereka akan seseorang. Tentu merupakan hal konyol jika memaksa orang lain untuk mengakui kemampuan. Padahal, aslinya tak begitu adanya.

Ketika punya gagasan, cenderung memaksa orang lain agar menerima. Lalu, menolak segala saran yang mematahkannya.

Paling tidak mengenakkan dalam hidup ini ialah berurusan dengan orang kolot. Selalu memercayai pendapatnya sendiri, dan menolak semua kebenaran yang masuk. Padahal, itu rasional. Padahal, apa yang ia percayai belum tentu benar.

Selalu memilih untuk menghindar tatkala ada bahasan yang menyangkut dirinya.

Orang semacam ini tentu membuat gaduh banyak pihak. Tak jarang kalau dalam perkumpulan ia sering diperbincangkan. Beberapa, menggunjing. Beberapa lainnya, sengaja membuka percakapan ketika orang tersebut ada di sana. Tujuannya, mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. Tetapi, ya namanya orang tak bertanggung jawab, ia memilih untuk menghindar dari kerumunan yang bertolak belakang dengannya.

Ketika realita tak sesuai ekspektasi, langkah pertama yang dilakukan ialah menyalahkan orang lain. Termasuk jika ia yang membuat kesalahan tersebut.

marah
Foto : www.huffingtonpost.com

Orang semacam ini cenderung tak tahu diri. Tatkala kesalahan timbul, ia akan melihat pihak lain sebagai pembuat kesalahan. Bukan malah berfokus untuk mencari solusi agar masalah teratasi.

Saat segala hal tak bisa dipenuhi dengan negosiasi, maka langkah selanjutnya ialah mengancam.

Ancam-mengancam ini sudah biasa terjadi di lingkungan yang penuh kebusukan. Seperti misalnya, kebobrokan yang terjadi pada birokrat. Konspirasi, persekongkolan jabatan, deal proyek untuk bisnis dan salam tempel untuk pejabat. Masing-masing memiliki kartu AS (ancaman) yang apabila ada satu pihak yang berani membongkar, maka pihak lain akan terbuka kebusukannya. Hanya saja, persekongkolan ini sudah sedemikian terstruktur, dari hulu hingga ke hilir. Maka ketika ada pihak yang sampai berani mengungkap kebenaran, akan mudah bagi konspirasi besar itu untuk meletakkannya pada posisi salah.

Baginya, tak ada orang yang berani menentang apa pun yang dilakukannya.

Berawal dari sikap semaunya sendiri yang telah tertanam, membuatnya merasa bebas melakukan apa pun yang disuka, tanpa peduli apa kata orang. Baginya, penentu dari segala kebijakan adalah dirinya. Tak akan ada orang yang berani menentang perintahnya.

Bagaimana Kawan Muda, mengerikan, bukan, dampak-dampak di atas? Mulai sekarang, membiasalah pada segala hal. Eksis bila memang sedang ingin. Tak perlu memaksa bila memang tiada kesempatan.

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.