Ini dia bedanya single dengan jones (jomblo ngenes). Kamu yang mana?

sendiri
Source : www.natgeotraveller.in

Jomblo tak sembarang jomblo. Meski sesama jomblo, namun satu dengan yang lainnya berbeda. Jomblo yang satu kerjaannya gegalauan melulu, sementara jomblo yang lain sanggup berdamai dengan dirinya sendiri. Untuk yang pertama, mari kita sepakati kalau mereka adalah jones alias jomblo ngenes. Lalu untuk yang kedua, high quality jomblo, atau simpelnya, bisa dibilang single.

BACA JUGA : Untuk kamu pria atau wanita single di luar sana, bersabarlah, Tuhan sedang menyiapkan jodoh yang baik untukmu

Keduanya memiliki habit yang berbeda dalam menjalani hidup. Pemikiran mereka berbeda, tentu karena apa yang mereka baca, tonton dan diskusikan juga berbeda. Itulah kenapa keduanya juga melakukan hal-hal yang berbeda, dan karena yang dilakukan berbeda, jangan heran juga kalau hasil-hasil yang diraih berbeda pula. Apa-apa saja perbedaannya? Melalui artikel ini, Kita Muda akan membahasnya.

1. Single dan jomblo ngenes memiliki pola pikir yang berbeda. Kemudian, hal itu pun tercermin dalam perbuatan mereka.

Jemaah high quality jomblo alias single, sebelum menjalin hubungan dengan seseorang, ia akan menimbang dan menakar banyak hal. Berdiskusi dengan orang yang lebih dekat atau lebih tahu tentang dirinya. Andaikata ia merasa yakin, maka pendekatan yang dilakukan ialah demi menjalani hubungan yang serius dan bertanggung jawab.

Berbeda dengan jones. Ia lebih haus akan anggapan dan pengakuan. Sehingga, dalam mencari pasangan pun seringkali tak membutuhkan banyak pertimbangan. Asal ada yang mau, cukup. Sebetulnya, ia hanya butuh ada yang selalu mengingatkan. Bahkan kalau mentok-mentoknya enggak ada yang mengingatkan, nasihat dari operator semacam:

Masa aktif kartu Anda, segera berakhir. Segeralah melakukan pengisian ulang.”

Akan menjadi sebuah perhatian yang begitu berharga bagi para jomblo ngenes. Menyedihkan!

BACA JUGA : Diputusin? Hanya wanita tangguh yang tidak akan melakukan 7 hal ini setelah ditinggal pergi

2. Dalam mengisi malam minggu pun, baik single maupun jomblo ngenes, memiliki caranya masing-masing.

jomblo
Foto : jeremywords.com

Single alias high quality jomblo, memiliki banyak hal yang ingin dicapai. Memiliki banyak agenda untuk dilakukan. Sehingga, target-target itu membuat mereka harus menceburkan diri ke dalam alam-alam tindakan, praktik, belajar, mencari hiburan, dan lain sebagainya. Itu semua, membuat mereka selalu punya cara untuk mengisi waktu, tanpa peduli hari apa pun, termasuk malam minggu.

Jomblo ngenes akan merasa kering-kerontang. Dia melulu scroll timeline. Mana yang cantik dan jomblo, atau mana yang bisa didekati? Apabila timeline tak memberi tanda-tanda cerah, maka jurus lain dilakukan: meminta kontak ke teman dengan pertanyaan:

Adakah teman kamu yang sedang kosong dan bisa didekati?

Kalau ada, pastikan ia cakep. Dan, tak sejenis denganku,” lanjutnya.

3. Jomblo ngenes selalu risau akan status sebuah hubungan, sementara single mampu berdamai dengan keadaan.

Jomblo ngenes, sangat malu apabila dituduh jomblo. Padahal, aslinya memang jomblo. Ia enggan mengakui karena baginya itu merupakan sebuah aib yang tak pantas untuk dibuka ke ranah publik. Sehingga, baginya, yang lebih bijak ialah menutupi keadaan, sembari mencari sabetan-sabetan demi terlepasnya predikat jomblo yang disematkan kepadanya.

Tentu berbeda dengan single. Dalam kamusnya, ia adalah pribadi yang mandiri dan teguh dalam berpendirian. Pasangan, baginya ialah partner yang semestinya saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Tentu, alasannya bukan demi status. Namun demi memenuhi lubang yang kosong dalam jiwanya. Lalu jika partner yang ia cari itu belum ketemu? Ia akan tetap santai, tak banyak risau, karena sendiri pun ia mampu berdiri. Terutama setiap pagi.

4. Bagi single, pandangan teman-teman kepadanya laksana nyamuk di seberang lautan. Tak tampak. Sementara bagi jomblo, bagai jerapah di pelupuk mata. Jelas!

Single, kalau memang dirinya belum ingin mencinta, maka ia tetap santai saja melakoni hidupnya. Kalau ada, dan ia cocok dengan kriterianya, ya lanjut. Tapi kalau enggak, ya sudah. “Berarti dia bukan jodohku.” Sesimpel itulah jawabannya.

single
Foto : www.yourtango.com

Berbeda dengan jomblo. Baginya, pandangan orang-orang terhadap dirinya adalah hal-hal yang harus betul-betul dipikirkan. Lingkungan sangat mudah sekali menggiring opininya. Saat semua mengolok kejombloannya, ia akan segera mencari pasangan, demi biar tak dikatain jomblo lagi. Bisa dibilang, jomblo tak sepenuhnya bahagia dengan hidupnya, karena selalu bisa diarahkan.

5. Soal perasaan, single akan tetap berusaha dan lapang dada menerima hasilnya. Jomblo? Cenderung baper dan memaksakan kehendak.

Single, orangnya entengan. Dalam artian: saat ada yang merekomendasikan seseorang kepadanya, lalu ia suka, dan ada tindakan untuk mendekatinya, namun rupanya hasil yang diperoleh tak sesuai rencana, maka “Ya sudah”. Iya, seenteng itu memang.

BACA JUGA : Mengapa kita mencintai orang yang tidak mencintai kita?

Berbeda dengan jomblo ngenes. Apabila ia sudah jatuh cinta kepada seseorang, maka harus dia. Tidak bisa tidak! Harus dia, bagaimana pun caranya. Kalau ia tak mau, maka paksa. Kalau tetap tak bersedia, kemudian menyandra kedua orangtuanya. Yah, begitulah.

Kawan Muda, di antara tanda-tanda jelas single dan jomblo di atas, kamu cenderung yang mana?

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.