7 Hal sepele yang ternyata bisa bikin uang cepat ludes!

tidak punya uang
Source : www.youtube.com

Uang datang dan pergi, sebagaimana angin-angin mendatangkan serta meniupkan debu-debu. Gajian perasaan baru kemarin. Gajian dari kerja sebulan pula. Tapi kenapa habisnya tanpa hitungan minggu? Begitulah, dompet yang semula angin pun sesak untuk masuk karena penuh jubelan berisi uang, kini harus merelakan bila angin ingin memenuhi dompet dengan sepenuh-penuhnya. Kosong.

BACA JUGA : 8 Cara jitu biar kamu bisa berhemat sampai 50% setiap bulannya!

Kalau saja mau disadari, sebetulnya uang itu pergi bukan tanpa alasan. Ia pasti pergi karena memang ada penyebabnya. Tentu itu adalah hal-hal kecil yang tanpa terasa, karena jumlah mereka banyak, mereka bergabung menjadi satu yang tahu-tahu membuat kantong menyempit saja. Rekening mengering. Maka dari itu, melalui artikel ini Kita Muda ingin memaparkan pos-pos yang mengempeskan dompetmu itu. Mari!

1. Saat ada teman nitip beli sesuatu tapi bilang “Pake uangmu dulu, ya?” berikanlah, tapi sekali saja.

pinjam uang
Foto : www.riverdalefunding.com

Pos pertama yang bikin kantong jebol tanpa terasa ialah ketika ada teman yang ngutang dengan modus nitip. Biasanya akan ia lakukan tatkala kamu ingin pergi ke warung atau minimarket, ia bilang ingin nitip sesuatu, lalu bilang:

“Pake uangmu dulu, ya? Besok aku ganti!”

Sebagai teman yang baik, saran dari Kita Muda, berikan saja. Namun cukup sekali, dan pastikan itu jumlahnya tidak besar. Jika pada hari lain ia melakukan hal yang sama, katakana saja:

“Nganu, nitip lagi, boleh. Tapi kalau yang kemarin tolong dibalikin dulu, pegimane bos?”

Kalau dia jawab:

“Halah, besok aku bayar, sekalian.”

Tegaslah katakan tidak. Sungguh. Pokoknya, terapkan SOP (Standard Operasional Prosedur) dalam dirimu sendiri, bahwa aturan main kalau ada yang pinjam uang, maka cukup dipinjami sekali. Itu untuk menguji apakah ia bisa dipercaya atau tidak. Bila sekali itu saja ia tak mengembalikan, maka blacklist namanya, selamanya. Jangan pernah berurusan tentang uang dengannya.

2. Rutin mengeluarkan biaya bulanan untuk sesuatu yang antara manfaat yang diperoleh sedikit, sementara uang yang dikeluarkan lebih banyak.

paket spesial
Foto : baronholidayhomes.com

“Kalau sekali fitness 15 ribu, tapi kalau bersedia bayar biaya member 100 ribu perbulan, kamu boleh fitness 3 hari dalam seminggu. Bagaimana?”

Ada paketan-paketan serupa yang sungguh sangat menguras kantong. Dalih di awal memang biar bisa rajin fitness, katanya. Setelah bulan pertama juga rajin, bisa fitness seminggu 3 kali, yang kalau dihitung-hitung dengan membayar biaya member 100 ribu perbulan, sungguh sangat untung. Tapi kok, semakin beranjak bulan, fitnesnya tak serajin dahulu. Jadinya, malah kayak sedekah ke tempat fitnesnya.

Nah, ini juga termasuk pos-pos yang bisa menguras uang. Ayo cek kembali pengeluaranmu.

3. Beli jajanan atau camilan ketika jalan-jalan atau saat duduk sendiri.

boros jajan
Foto : www.rd.com

“Eh, ada tahu bulat. Beli kayaknya enak juga deh.”

Seberapa sering kemauan kayak gini muncul ketika bepergian, atau tengah termenung sendiri? Hal-hal semacam ini juga merupakan pos yang bisa membuat kantong semakin melompong. Waspadalah!

4. Membeli barang cuma gara-gara keputusan: “Kayaknya keren deh,” atau “Ih, unyu banget!”.

boneka
Foto : www.pernik-lucu.com

Melihat judul dari poin ini, jelas sekali kalau itu bukan datang dari kebutuhan. Melainkan keinginan. Sebetulnya, poin pada artikel ini tak perlu sampai 7 poin selama paham definisi dari keinginan dan kebutuhan. Tapi karena kadang Kawan Muda kalau hanya dikasih tahu garis besarnya saja, tanpa diberi contoh penjabaran, kadang sering saja masih melanggar. Kalau diberi contoh kan bisa sambil berkomentar:

“Ih, iya. Aku juga gitu. Itu aku banget!”

Itu kenapa sampai dibuat 8 poin. Guys, poin ini menjelaskan kalau pos yang bikin kantongmu mengempis ya gara-gara ini. Pertimbangan untuk beli sesuatu, kurang kuat.

5. Boros juga bisa datang dari kebiasaan beli paket data berkali-kali.

cewek sosmed
Foto : www.projectinspired.com

Smartphone dual sim. Satu untuk nomer pribadi, satunya lagi untuk internetan. Saat lagi enggak punya duit, belingsatan. Sekalinya paketan telah terbeli, browsingnya enggak kira-kira. Streaming. Wah!

Ada tuh, paketan yang harganya 30 ribu dan batasannya hanya sebulan. Unlimited. Tapi ada juga yang harganya cuma 19 ribu dan batasannya bisa sampai setahun. Cuma, kuota terbatas. Kayaknya enggak mungkin banget kalau habisnya baru setahun. Tapi kalau habisnya pas di bulan kedua atau ketiga, itu baru mungkin.

Kalau dipertimbangkan, lebih baik memang memilih opsi yang terakhir. Karena opsi pertama, mau tak mau engkau harus berpuas-puas dengan kuota selama sebulan. Setelah itu, beli lagi. Tapi kalau memilih yang kedua, engkau akan diajari arti berhemat.

6. Recehan yang kalau dikumpulin hasilnya lumayan, eh malah enggak mau berinisiatif menukarkan.

uang receh
Foto : www.merdeka.com

Jangan kira enggak ada yang mau menerima recehan. Bagi pom bensin atau minimarket, recehan adalah segalanya. Bukan apa-apa, tapi karena market mereka pasti ada dan jumlahnya pun bejibun. Bayangkan, kalau saja ada pembeli yang membeli barang-barang, lalu jumlah pembeliannya itu katakanlah 58. 200 rupiah, lalu pelayannya bilang:

“Udah, 58 ribu aja. Yang 200 rupiah bawa aja.”

Bayangkan kalau sehari saja dia selalu ngomong begitu ke pelanggan. Maka selama 24 jam, yang terjadi adalah kerugian besar. Belum lagi kalau dikalikan seminggu, sebulan, setahun. Rugi besar!

7. Pergi ke banyak tempat, dan semuanya harus parkir berbayar.

bayar parkir
Foto : surabaya.tribunnews.com

Ini juga salah satu pos yang bikin kantong kempis. Bagaimana tidak, kalau dalam sehari saja kamu harus pergi ke beberapa tempat, dan di semua tempat itu kamu harus bayar parkir, maka pikirkanlah berapa ongkos yang keluar setiap harinya?

Ini hal kecil, tapi kalau kamu ceroboh, lubang ini akan merobohkan tanpa terasa, sebagaimana tetesan air yang mencekungkan batu-batu. Maka dari itu, Kita Muda menyarankan padamu untuk mencari parkir yang gratis saja. Misalnya, saat ingin pergi ke suatu tempat, pastikan dahulu kalau tak jauh dari situ ada masjid atau minimarket yang parkirnya gratis itu. Taruhlah kendaraan di sana, dan gembok berlapis kalau perlu.

Oke, itu saja ya Kawan Muda. Selamat mendeteksi lini-lini yang bisa bikin bolong kantong. Lalu waspadalah terhadapnya. Karena serangannya yang rutin, bisa memporak-porandakan rekeningmu. Selamat mencoba!

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.