Ternyata begini penyebab kenapa orang malas cenderung lebih sukses ketimbang orang rajin

Banyak banget yang bilang kalau orang malas itu akan seret rejeki. Mulai dari rejeki dipatok ayam, sampai rejeki ditikung sahabat sendiri. Ini rejeki atau gebetan ya? Kok mainnya tikung-menikung.

Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Banyak lho yang rajin dan belum sukses-sukses juga, tapi ada yang malas dan bisa sukses. Kalau yang rajin dan sukses, lalu yang malas dan nggak sukses udah pasti banyak. Lebih banyak dari jumlah mantan kamu.

Tapi entah kenapa, di kehidupan nyata sering banget ditemukan “orang-orang malas”, dan kebanyakan dari mereka bahkan bisa lebih sukses ketimbang mereka-mereka yang rajin. Setelah lama bersemedi, akhirnya Kita Muda tahu juga penyebabnya.

“Orang malas” itu hidupnya santai, termasuk dalam menghadapi rintangan.

4

Yup, bener. Bagaimanapun, orang malas itu hidupnya santai. Kalau kena musibah, pikirannya justru nggak mudah panik, tapi juga nggak meremehkan masalah yang sedang bergulir. Kepala mereka lebih dingin daripada orang yang serius dan perfeksionis dalam segala hal. Termasuk orang yang rajin sekalipun.

Meski gerak-geriknya terlihat malas-malasan, tapi mereka memiliki satu tujuan dengan pencapaian yang sangat fokus.

Orang rajin itu kadang fokusnya banyak. Pingin pencapaian ini dan itu, sehingga apa yang dia raih berakhir setengah-setengah. Beda dengan “orang malas.”

“Orang malas” mungkin cenderung tidak begitu pandai dalam banyak hal. Lalu dia mempelajari apa yang menjadi minatnya dengan begitu susah-payah. Namun ketika ia mampu mempelajari bidang tersebut, ia akan fokus dan maksimal. Karena hanya itu yang dia bisa. Tapi gara-gara itu, dia bisa sukses di bidang itu pula.

Hai Kawan Muda yang “malas,” kamu pasti punya segudang ide kreatif dan penuh inovasi.

bill gates
Foto : Wovgo

“Orang malas” tuh mikirnya nggak serumit “orang-orang rajin.” Mereka malah justru jitu dalam menemukan cara-cara praktis untuk menyelesaikan sesuatu. Makanya, nggak salah kalau Mbah Bill Gates pernah bilang gini“I choose a lazy person to do a hard job. Because a lazy person will find an easy way to do it.” Bener tuh kata beliau. “Orang malas” itu ada aja idenya. Mereka biasanya menuangkannya menjadi hal-hal sederhana dan jauh lebih efisien dari cara orang pada umumnya.

Percaya atau nggak, logika “orang malas” itu berjalan lebih baik dari pada yang rajin.

Jangan sekalipun meremehkan orang malas, sebab mereka justru memiliki logika yang bagus. Buktinya seperti yang Kita Muda sampaikan di atas tadi, mereka seringkali bisa menyelesaikan hal-hal rumit dengan cara sederhana dan simpel. Seringkali, “orang malas” juga cuma senyam-senyum melihat orang rajin yang ketika menyelesaikan sesuatu, cenderung lama dan bertele-tele.

“Pemalas” sangat pandai mengatur waktu untuk istirahat.

Seringkali, orang rajin memforsir energinya untuk bekerja, bahkan di akhir pekan sekalipun. Pada saat yang sama, justru “orang-orang malas” lebih memikirkan kapan waktu yang tepat untuk istirahat. Meskipun dia hanya curi-curi waktu selama 5 atau 10 menit, tapi bagi mereka, ini sangat penting untuk mengistirahatkan tubuh, agar segar kembali ketika melanjutkan aktivitas.

“Orang malas” lebih suka merintis bisnis ketimbang mencari kerja. Karena mereka paham, sebagai “orang malas”, mereka nggak mau disuruh-suruh.

mark zuckerberg
Foto : valleywag.gawker.com

Kalau diamaiti sih menurut Kita Muda banyak benernya juga. “Orang malas” punya jiwa entrepreneur yang tinggi. Sifatnya mungkin malas, tapi mentalnya pengusaha. Mereka maunya bebas dengan segala ide dan aturan main hidupnya sendiri.

Oleh karena itu, nggak jarang kalau mereka banyak menuangkan ide gilanya dengan membangun bisnis sendiri, tanpa perlu bekerja menjadi pegawai seperti mindset kebanyakan orang.

Meski artikel ini membahas tentang “orang malas”, tapi yang dimaksud adalah orang malas yang bener-bener memiliki tujuan hidup, bukan sebaliknya.

Banyak juga kok “orang malas” yang nggak punya tujuan hidup mandiri dan gak sukses. Kalau udah kayak gini ya jelas mending jari orang rajin aja lah.

Orang malas tau apa yang dia inginkan, tau bagaimana meraihnya dan harus lewat mana. Tentu, orang rajin pun juga punya cara-cara tersendiri dalam menemukan apa-apa yang menurutnya tepat bagi dirinya. Kita Muda sih yakin kamu pasti tau, bedanya antara orang yang ‘muaaalass’ ngapa-ngapain sama orang yang ‘malas’ dalam memandang sebuah kehidupan. Yang depan, itu emang malas beneran. Tapi yang terakhir, dia malas karena lebih suka menyelesaikan sesuatu dengan cara yang simpel. Bukan cara yang rumit dan berbelit-belit.