Kalau tanda-tanda ini sudah ada pada temanmu, berarti dia layak naik level menjadi sahabat terbaikmu

Ragam rasa yang ada ketika jatuh cinta pada sahabat.

Sahabat terbaik itu tak akan pergi. Dia tak akan mengkhianati. Meskipun waktu dan keadaan telah silih berganti, ia tetap akan ada untuk menemani. Itulah definisi sahabat sejati. Apakah kamu memiliki?

Pertanyaan terakhir, sengaja memakai ‘memiliki’, bukan ‘punya’. Ya biar belakangnya tetep ‘i’ aja. Seru kan? Meski lebih seru sahabat kamu pastinya.

Tidak semua orang punya sahabat, karena di dunia ini ada banyak orang yang pada kenyataannya lebih menyukai hidup dalam kesendiriannya. Jadi jika kamu punya sahabat, bersyukurlah, karena pasti susah sekali menemukannya. Untuk bisa cocok dengan 1 orang tersebut, tentu kamu harus mengorbankan tahun-tahun dalam hidup untuk bergaul dengan orang yang bagimu masih misteri: apakah akan menjadi teman yang asik, sahabat yang baik, atau akan berakhir memuakkan? Semua misteri, dan hanya bisa diketahui jawabannya setelah memutuskan untuk membaur.

Apakah setelah membaur, sahabat akan bisa ketemu begitu saja? Tidak. Kamu masih akan didera keraguan dengan berondongan pertanyaan kepada diri sendiri:

“Apa iya, dia ini sahabat sejatiku?”

Tapi tenang, susah mendapatkan sahabat bukan berarti kamu enggak bisa menemukan sahabat. Toh, kenyataannya, sekarang kamu punya sahabat, kan? Nah, jika ada temanmu yang ternyata memiliki kecenderungan untuk dinaikkan levelnya menjadi sahabat, sebelum memutuskan, setidaknya teman kamu itu sudah memenuhi 4 hal yang telah Kita Muda bedah di bawah ini:

1. Rindumu kepadanya, tepat di bawah rindumu kepada keluarga dan pasanganmu.

sahabat
Foto : mubi.com

Kalau rindumu kepada sahabat (sesama jenis) sampai melebihi rindumu kepada keluarga atau pasanganmu, daripada menyebutnya sahabat, sepertinya hal yang sekarang paling penting adalah mendeteksi: apakah kamu mengalami kelainan seks?

Ya bukan gimana-gimana. Berinteraksi dengan keluarga maupun pasangan itu frekuensinya intens, loh. Volumenya jelas melebihi interaksimu kepada sahabat. Jadi, pantaslah kalau level kerinduanmu padanya diletakkan setelah rindu kepada keluarga dan pasangan.

Jika dalam waktu tertentu kamu tak bertemu dengannya, seperti ada yang hilang atau ada bagian yang kurang dari hidupmu, lalu bisa menggenapinya setelah bertemu dengannya, itu berarti ia adalah sahabat sejatimu.

Baca Juga : 7 Zodiak ini terkenal dengan sifatnya yang lovely dan ngangenin. Kamu termasuk?

2. Tak canggung berbagi, mulai hal besar hingga hal paling rahasia sekalipun.

persahabatan
Foto : forsitsolved.blogspot.com

Itulah sahabat, diakui atau tidak, namun begitulah adanya. Jika kamu masih sebatas dekat kepada seseorang, maka sahabat adalah pihak yang paling tahu hal-hal dalam hidupmu. Entah itu hal besar, maupun hal kecil yang menurut kamu merupakan rahasia.

Kalau untuk urusan yang ini, biasanya kamu lebih nyaman untuk berbagi kepada sahabatmu ketimbang kepada keluarga maupun pasangan. Bahkan, dalam banyak kasus, sahabatmu jauh lebih mengetahui semua tentangmu, dibanding keluarga dan pasanganmu. Maka jika ada teman yang kamu perlakukan begini, maka sudah jelas sekali kalau ia layak dinaikkan levelnya menjadi sahabat sejatimu.

Baca Juga : 11 hal yang bikin 90an itu tahun yang ajaib

3. Dia selalu ada untukmu. Terutama di saat-saat penting dalam hidupmu.

dihukum bareng
Foto : thecinematiclife.blogspot.com

Coba, lihat apa yang dia lakukan padamu. Saat kamu jatuh, butuh solusi, resah, bahagia, mencurahkan hati, dan banyak lagi. Kalau pada semua hal itu dia selalu ada untukmu, maka sudah jelas tak perlu lagi engkau meragukan ketulusannya sebagai teman. Sekarang, saat yang tepat untuk berkata padanya:

“Kamu sahabatku!”

4. Ketika kamu butuh rembug pikir, dialah orang pertama yang kamu ajak diskusi.

diskusi
Foto : missmichigo.blogspot.com

Bila kamu merasa risau, siapa manusia pertama yang akan kamu datangi? Jika jawabanmu adalah Neil Armstrong, maka pertanyaan seharusnya: siapa manusia yang pertama kali berjalan di bulan?

Ketika sedang ada masalah, siapa orang pertama yang kamu ajak curhat? Siapa orang pertama yang kamu anggap bersedia mendengarkan tumpahan isi pikiran dan perasaanmu? Dan siapa orang yang bersedia memberikan solusi secara jitu atas keluh-kesahmu tersebut? Bila jawabanmu adalah ‘dia’ yang kini masih menjadi temanmu, maka sudah saatnya bagimu untuk melantiknya menjadi sahabat!

Baca Juga : Ini dia hal-hal paling dirindukan dari masa sekolah

Poin-poin di atas bukanlah sesuatu yang mutlak. Bisa ditambah, bisa dipangkas. Namun jika sekarang kamu memiliki sahabat, lalu kamu ditanya soal bagaimana cara mendapatkan sahabat dan kamu bingung menjawabnya, maka poin-poin yang Kita Muda jabarkan di atas adalah poin-poin yang berasal dari pembedahan pola yang dimulai dengan pertanyaan:

“Bagaimana seseorang yang semula adalah teman, kemudian bisa berubah menjadi sahabat?”

Maka, selamat mencoba trik yang telah kami temukan pembuktiannya, dan kami sajikan untuk pembaca Kita Muda tercinta sekalian.

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.