Diskusi dan Ngobrol Asyik tentang Seluk Beluk Penulisan Kreatif di KiTalk #4

906 views
Foto: Kita Muda/My Bite

Pada Kita Muda Talkshow (KiTalk) keempat yang berlangsung hari Sabtu (28/04) lalu,  Kita Muda kembali mengajak para pembaca untuk menyoroti bagaimana seluk beluk penulisan kreatif.

Profesi menulis tampaknya semakin banyak diminati dan menjadi alternatif profesi yang menjanjikan dewasa ini. Menulis tidak hanya menulis novel/cerpen, komikus sebagai penulis komik atau food blogger sebagai penulis yang me-review makanan pun juga disebut penulis.

Meskipun dunia menulis begitu diminati, menjadi seorang penulis yang memiliki ciri khas bukanlah hal yang mudah. Karena menulis tidak hanya sekadar menulis, seseorang harus mengetahui bagaimana caranya menulis kreatif (creative writing) jika ingin tulisannya  dilirik oleh pembaca.

Bertempat di American Corner (AMCOR) Universitas Muhammadiyah Malang, KiTalk #4 yang bertajuk “#PerangkaiCerita: Kupas Proses Menulis Kreatif” ini mengundang para penulis dan komikus di Kota Malang untuk berbagi cerita dan pengalaman mereka selama proses menulis.

Mereka adalah food blogger Nugraha Adi Putra (PiringDigital.com), Catrine Mega Putri penulis novel Rahasia Klan Nicholson, dan komikus digital CIAYO Comics, Akhmad Fadli. Diskusi yang dipandu oleh Kintan Azzahra selaku moderator ini berlangsung seru dan mendapat respon positif dari peserta. Antusiasme tersebut terlihat dari membludaknya peserta diskusi serta banyaknya peserta yang bertanya.

Foto: Kita Muda/My Bite

Food blogger Nugraha Adi Putra atau yang akrab disapa Ady mengawali diskusi dengan menceritakan bagaimana pengalaman membuat blog untuk pertama kalinya. Mulanya Ady menggunakan nama asli, karena views yang terlalu sedikit dia pun melakukan rebranding dan memilih ‘menyamar’ menjadi sosok Piridi yang terinspirasi dari film Chef.

Ady kemudian menyinggung tentang pentingnya memahami detail dari setiap konten yang kita tulis dan siapa target pasarnya.  “Meskipun views juga penting, tapi kita juga harus detail mengenai konten dan siapa target pasar kita,” jelasnya.

Ady juga memberikan tips yang cukup unik agar blog tetap bisa jalan meski budget pas-pasan. Tipsnya adalah jika kamu makan bersama teman, pesanlah menu yang berbeda, kemudian foto makanan mereka dan jadikan konten di blog kamu.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan Catrine yang berbagi suka duka  yang dialaminya saat menerbitkan buku Rahasia Klan Nicholson. Catrine mengungkapkan bahwa menerbitkan buku bagi penulis pemula dibutuhkan kesabaran dan sikap pantang menyerah. Ya, naskah Rahasia Klan Nicholson sebenarnya sudah dikirim ke penerbit sejak tahun 2012, tapi baru diterbitkan di tahun 2016 lalu. Catrine bahkan sempat mengalami pergantian editor di tengah-tengah proses editing.

Foto: Kita Muda/My Bite

Setelah menceritakan pengalaman menerbitkan buku, Catrine juga menyinggung tentang writer’s block atau kemacetan ide yang umum dialami oleh para penulis. Saat mengalami hal tersebut, Catrine biasanya mencoba menulis bab atau bagian yang dia sudah tahu jalan ceritanya seperti apa. Lebih baik pindah ke bab lain daripada terus stuck di bab yang sama dan tak menghasilkan apa pun.

Last but not least, ada Akhmad Fadli yang menceritakan keinginan terbesarnya untuk menerbitkan komik-komik karyanya. Agar dilirik penerbit, dia mencetak karya-karyanya secara pribadi dan menjualnya di acara-acara kampus. Namun siapa sangka, cara tersebut membuat karya Fadli dilirik oleh platform komik digital CIAYO Comics. Sejak saat itulah dia mulai menulis untuk CIAYO Comics. Meskipun begitu Fadli masih berharap karyanya bisa diterbitkan dalam bentuk tercetak suatu hari nanti.

Foto: Kita Muda/My Bite

Fadli juga berpesan untuk peserta yang ingin berkecimpung dalam dunia komik agar tidak minder jika memiliki gambar yang sederhana.

“Sebagus apa pun gambarmu, tetap tidak akan mendukung ceritamu yang buruk. Namun, jika ceritamu bagus, gambar sesederhana apa pun dapat membuat orang tertarik,” ungkapnya.

Diskusi santai yang berlangsung selama dua jam ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang seru. Peserta yang tadinya hikmat menyerap materi dari kelima pembicara mendadak antusias melemparkan pertanyaan mulai dari yang kritis hingga lucu. Acara KiTalk diakhiri dengan pembagian goodie bag dari KaneFood.com untuk pembicara dan peserta yang bertanya.

Foto: Kita Muda/My Bite

***

Bagaimana Kawan Muda? Sudah siap kah untuk menulis karyamu sendiri tanpa perlu takut kalau kamu tidak bisa menulis atau tidak bisa menggambar? Tenang saja, semakin kamu sering menulis, maka kamu akan semakin mengerti dunia pertulisan. Selamat mencoba!