Kepada kamu, aku tak menjanjikan, tapi hanya bisa memastikan

couple

Melihat hamparan laut membuatku termenung dan kembali merasakan rindu. Ah..rindu memang jahat. Ia selalu datang dan bahkan tak pernah bosan menyapa kala aku sendiri. Rindu itu juga tak adil. Bahkan sekarang pun saat aku tak tahu harus melepas rinduku pada siapa, Ia juga tetap datang. Tak peduli apapun juga. Ia menerobos semua celah yang bahkan sudah ku tutup sejak kepergian orang yang selama ini menjadi muara rinduku. Continue reading “Kepada kamu, aku tak menjanjikan, tapi hanya bisa memastikan”

Surat untuk lelaki masa laluku yang sedang berbahagia

menulis

Dear kamu,

Hai! Pasti kau kaget menerima surat dariku ini. Apa kabarmu sekarang? Bagaimana pekerjaanmu? Apakah kau masih menjalani hobimu? Sudah berapa banyak tempat yang kau jelajahi untuk kau abadikan matahari terbit dan terbenamnya? Sebanyak apakah alam yang kau bidik dari lensa kamera kesayanganmu itu? Aku yakin, koleksi fotomu pasti sudah mendekati ribuan. Bukankah begitu? Continue reading “Surat untuk lelaki masa laluku yang sedang berbahagia”

Kepadamu wanita yang (terpaksa) aku sebut orang ketiga

gadis-sedih

Aku menulis ini ketika emosiku sudah mereda. Aku menulis ini ketika luka hatiku sudah mulai mengering. Aku menulis ini ketika aku tak lagi dipenuhi perban diseluruh tubuhku karena rajaman pisau darimu. Aku menulis ini saat hatiku sudah mulai berdamai dengan keadaan sekarangku. Aku menulis ini saat aku sudah bisa menceritakan tentang perlakuanmu padaku tanpa rasa nyeri di dada. Aku menulis ini saat aku sudah bisa tersenyum ketika mengingat semuanya. Continue reading “Kepadamu wanita yang (terpaksa) aku sebut orang ketiga”