10 Fakta Gunung Lawu yang harus kamu ketahui sebelum mendaki

gunung-lawu
Image Credit : Instagram @selviadewartsi

Gunung Lawu merupakan Gunung tertinggi nomor 6 di Indonesia, dengan ketinggian 3.265 mdpl. Menurut pengalaman sebagian pendaki, Gunung Lawu merupakan salah satu gunung yang memiliki tingkat kemistisan yang kuat. Pada waktu-waktu tertentu gunung ini akan banyak dikunjungi oleh beberapa masyarakat dengan keperluan tertentu yang berkaitan dengan klenik atau semacamnya.

Tetapi bagi kamu yang ingin mendaki dengan tujuan menikmati keindahan alam, tentu hal-hal mistis hanya menjadi angin lalu yang tak perlu dipusingkan. Sebelum kamu melakukan pendakian ke Gunung Lawu, ada baiknya untuk mengetahui fakta-fakta menarik mengenai Gunung Lawu.

1. Gunung Lawu berada di dua Provinsi

Gunung Lawu  terletak  diantara dua provinsi, yaitu provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di wilayah Jawa Timur, gunung ini berada di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan sedangkan di wilayah Jawa Tengah gunung ini berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Gunung Lawu memliki dua jalur pendakian resmi di kedua kabupaten tersebut. Keduanya hanya berjarak beberapa puluh atau ratus meter saja.

2. Memiliki Dua Jalur Resmi

cemoro-sewu
Foto : indahshoph.blogspot.co.id

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Gunung Lawu memiliki dua jalur pendakian resmi yaitu Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Kedua jalur tersebut jaraknya tidak terlalu jauh walaupun keduanya berada di provinsi yang berbeda. Cemoro Kandang berada di provinsi Jawa Tengah sedangkan Cemoro Sewu berada di provinsi Jawa Timur.

3. Merupakan Gunung Terdingin di Jawa

Setiap gunung memiliki tingkat kedinginan yang berbeda, termasuk Gunung Lawu. Gunung ini lebih dingin dari gunung-gunung lain yang ada di Pulau Jawa. Walaupun jarang mencapai angka minus, namun pada waktu-waktu tertentu pada musim kemarau udara di Gunung Lawu bisa mendekati 0 derajat Celcius. Jadi, siapkan pakaian hangatmu ya!

4. Ada Warung di Puncak Lawu

Mbok Yem bukan nama yang asing bagi mereka yang pernah pendaki gunung lawu. Warung Mbok Yem ini sangat legendaris dan begitu terkenal di kalangan pendaki. Warung ini berada di sekitar Pos V jalur Cemoro Sewu. Lokasinya yang berada di atas ketinggian lebih dari 3.000 mdpl, bisa dipastikan bahwa warung ini merupakan warung tertinggi yang ada di Pulau Jawa, bahkan Indonesia.

5. Burung Jalak Jelmaan Kyai

Masyarakat meyakini bahwa Gunung Lawu memiliki penunggu yang merupakan seekor burung Jalak. Burung Jalak tersebut sering dikaitkan dengan Kyai Jalak yang merupakan jelmaan burung tersebut. Sebagian pendaki meyakini kalau bertemu dengan burung jalak maka akan diberikan petunjuk arah untuk membantu para pendaki yang datang dengan hati bersih.

6. Ada Tiga Puncak di Gunung Lawu

puncak-lawu
Foto : Wisata Gunung

Gunung yang memiliki ketinggian 3.265 meter diatas permukaan laut (mdpl) memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumila. Setiap puncaknya diyakini memiliki misteri masing-masing dan menjadi tempat yang dimitoskan. Hargo Dumilah adalah puncak yang paling tinggi. Di puncak ini terdapat sebuah tugu sebagai penanda kamu telah mencapai puncak. Butuh tenaga ekstra untuk sampai ke puncak ini karena medannya yang terjal.

7. Ada Sumber air di Cemoro Sewu

Mbok Yem tinggal dan membuka warung di dekat puncak Gunung Lawu bisa bertahan karena ada sumber mata air yang tidak jauh dari tempatnya. Jarak sumber mata air ini hanya beberapa puluh atau ratus meter dari puncak Hargo Dumilah. Selain yang berada di dekat puncak, ada juga sumber air berupa sendang yang berada beberapa meter dari Pos Bayangan 3 (Sebelum Pos I, Jalur Cemoro Sewu).

8. Ada mitos di Gunung ini

Setiap gunung memiliki keunikan masing-masing, termasuk mitos yang diyakini para pendaki ataupun masyarakat sekitar tentang Gunung Lawu. Salah satu mitos yang sangat melekat adalah terkait Ratu Kidul si penguasa Pantai Selatan.

Ketika kamu melewati base camp Cemoro Kandang terdapat sebuah anjuran bahwa pendaki sebaiknya tidak mengenakan pakaian berwarna hijau pupus karna konon, Ratu Kidul menyukai warna ini sehingga ia mungkin akan “menculik” pendaki yang mengenakan pakaian berwarna hijau pupus.

Mitos ini juga berlaku saat kita berkunjung ke Pantai Parangtritis di Jogja. Mitos lain yang juga dipercaya oleh warga lokal adalah terkait hilangnya pendaki. Konon, jika di Gunung Lawu terjadi hujan selama berhari-hari tanpa bertenti, itu tandanya sedang ada pendaki yang hilang.

9. Bunga Edelweiss di Puncak

bunga-edelweis-gunung-lawu
Foto : Satujam.com

Siapa tak tau edelweiss? Pemandangan di sekitar puncak terlihat begitu indah jika padang rumput serta bunga edelweis. Kalau kamu ingin menikmati pemandangan bunga edelweis, mendakilah pada bulan Juli – Agustus yang biasanya merupakan saat bermekarnya bunga edelweis. Jika kamu mendaki pada bulan-bulan tersebut besar kemungkinan untuk bisa menikmati keindahan bunga edelweis dengan maksimal. Tapi jangan di petik ya!

10. Ada dua Peninggalan Kerajaan Majapahit

Selain menikmati keindahan puncak, kamu juga bisa menikmati keindahan lain di sekitar Gunung Lawu. Gunung Lawu punya beberapa tempat menarik yang terlalu sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Di sisi lereng sebelah barat gunung ini kita akan menemukan dua candi Hindu yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yakni Candi Cetho dan Candi Sukuh.