6 Alasan kenapa orang yang sering traveling cenderung lebih sukses

traveler
Image Credit : www.tripdesigners.co

Semua manusia butuh liburan, mengunjungi tempat baru dan budaya baru, agar tidak terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Setidaknya, satu tahun sekali kamu harus bepergian yang sedikit jauh dari tempatmu sekarang. Bisa dua kali dalam setahun malah lebih bagus. Atau kalau mantan kamu ternyata adalah orang yang tinggal satu daerah dengan kamu, maka sebaiknya merantau saja dan nggak usah pulang-pulang. Seperti Bang Toyib.

Baca Juga : Ini dia, 7 hal yang hanya bisa kamu dapatkan dengan piknik

Dalam liburan tersebut, kamu nggak harus pergi jauh-jauh ke luar negeri. Kamu bisa berkunjung ke daerah lain di Indonesia yang belum pernah kamu datangi sebelumnya. Jangan lupa, sesuaikan dengan anggaran yang kamu miliki. Jangan sampai uang yang hanya cukup untuk liburan ke Yogyakarta, malah dipakai untuk berlibur ke Burkina Faso. Ya jelas nombok dong!

Oh ya, ada sedikit rahasia dibalik traveling yang pengen Kita Muda share nih.

Jadi gini, fakta menunjukkan bahwa ternyata mereka-mereka yang sering jalan-jalan memiliki peluang sukses lebih besar daripada mereka yang jarang atau tidak pernah sama sekali lho. Jika kamu bercermin pada orang-orang besar dan menelusuri latar belakangnya, mereka semua pasti pernah traveling. Mau tahu apa saja yang mereka dapatkan setelah pulang dari traveling? Yuk ah, scroll ke bawah.

1. Mereka yang sering traveling selalu memiliki pikiran yang lebih terbuka.

traveling bisa sukses
Foto : Flickr.com

Traveling membuat pikiran para traveler menjadi lebih terbuka. Hal-hal yang terjadi pada mereka meninggalkan pengalaman tersendiri yang bisa dijadikan pelajaran. Persepsi mereka terhadap suatu hal lebih luas, lebih optimis, dan lebih bisa menerima perbedaan. Kemampuan adaptasi mereka juga cukup tinggi. Semua sifat di atas jika disatukan akan menjadikan kamu sebagai pribadi yang open-minded.

Baca Juga : Buat kamu yang baru menikah, 11 destinasi ini cocok untuk bulan madumu sebagai pengantin baru

2. Mereka yang gemar traveling akan punya jaringan yang luas, relasinya ada di setiap tempat yang dikunjungi.

traveling bisa sukses
Foto : www.anextraordinarytraveler.com

Ketika kamu berkunjung ke tempat lain untuk liburan, rapat, workshop, atau konferensi, biasanya kamu juga akan bertemu dengan orang-orang baru. Entah itu terjadi di restoran tempat kamu makan, di transportasi umum, atau dengan penduduk lokal di tempat wisata.

Pertemuan dengan orang-orang baru ini tentunya membawa berkah tersendiri bagi para traveler. Jaringan mereka jadi bertambah luas karena memiliki teman yang tersebar di daerah yang berbeda.

Sebarlah teman di berbagai daerah yang berbeda. Agar saat kamu main-main ke sebuah tempat, kelak bisa sekalian mampir. Jangan malah menyebar mantan di berbagai daerah, karena nanti kamu pasti nggak berani mampir nginep dan lebih memilih untuk tinggal di hotel. Jadi mahal, kan?

Baca Juga : 9 Tempat wisata di Brebes yang harus segera kamu kunjungi

3. Mereka cakap mengorganisasikan sesuatu.

packing
Foto : www.huffingtonpost.com

Untuk bisa liburan dengan lancar, dibutuhkan keahlian organisasi yang cukup tinggi. Traveling ke suatu tempat itu nggak mudah, bahkan merencanakannya pun tidak sesederhana yang dibayangkan. Kamu harus tahu apa yang akan kamu lakukan di sana, berapa harga tiket tempat wisata, bagaimana cuacanya, dimana kamu akan tinggal, hingga berapa potong pakaian yang harus kamu bawa.

Belum lagi jika di tengah perjalanan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ketemu gerandong, misalnya. Kan serem tuh. Nah, traveler harus siap siaga mengatasi masalah tersebut. Meski terlihat rumit, pengalaman di atas mengajarkan padamu keahlian yang sangat berharga, yaitu keahlian mengorganisasikan sesuatu.

4. Karena sudah melalang buana, mereka tahu banyak tentang budaya yang berbeda.

budaya
Foto : Jogjainvest.jogjaprov.go.id

Jika kamu traveler yang gemar menjelajahi orang dan budaya, kamu akan mengenal beragam pengetahuan baru tentang budaya yang berbeda. Banyak traveler yang umumnya hanya sebatas mengunjungi tempatnya saja dan belum terlalu mengenal budaya masyarakat tersebut.

Sebagai traveler yang bijak, sebaiknya kita mulai mengenal juga adat-istiadat masyarakat setempat. Kenali semua. Jangan cuma yang cakep-cakep aja!

Baca Juga : Biar akhir pekanmu terasa bahagia, piknik ke Bandung aja

5. Mereka lebih baik dalam bersosialisasi.

traveler bersosialisasi
Foto : www.flickr.com

Traveling menuntut kamu untuk bertemu dengan lebih banyak orang. Setidaknya kamu akan mengobrol dengan petugas di tempat wisata, ngobrol dengan orang lain untuk menanyakan arah, hingga ngobrol dengan orang baru tentang topik yang mendalam.

Dari sini secara otomatis kamu akan mengasah kemampuan berbicara sekaligus kemampuan mendengarkan.

6. Mereka selalu memiliki awal yang baik setelah liburan.

bekerja
Foto : resveralife.com

Apa yang kamu lakukan kalau gadgetmu mulai lemot dan tiba-tiba berubah menjadi tidak responsif? Kamu matikan sejenak lalu kamu nyalakan kembali, bukan? Setelah itu biasanya ia akan berfungsi dengan baik.

Demikian juga dengan manusia. Bekerja keras terus-terusan bukanlah suatu ide yang baik. Disela-selanya harus ada istirahat sejenak dan diisi dengan traveling.

Traveling adalah saat yang tepat buat kamu untuk meng-off kan diri dari rutinitas sehari-hari.

Setelah selesai traveling, otak kembali bekerja dengan normal. Malah bisa jadi lebih baik, karena sudah diimbangi dengan istirahat. Lebih baik lagi jika ada ide-ide yang kamu bawa dari sana.

***

Beberapa hal di atas adalah yang mereka dapatkan ketika pulang dari traveling. Kamu pun akan mendapatkannya jika melakukan hal yang sama. Mereka sama sekali tidak segan-segan menukarkan waktu, tenaga, dan uang yang ada untuk mendapatkan pengalaman tak ternilai.